JURITNO PETANI INOVATIF

Peramu Pestisida Organik Pembasmi Virus Cabai

Juritno (berkaos) dilahan garapan cabainya
Juritno (berkaos) dilahan garapan cabainya

Pergunu DIY –Ngemplak– Juritno hampir saja kehabisan akal. Sebanyak 2000 batang cabai tanamanya terkena trips. Hama momok para petani tersebut menjadikan cabai seluas 1000 m2 miliknya terancam gagal panen. Obat hama yang ditawarkan di pasaran banyak namanya. Namun bagi Jurit merek obat tidak menjamin penyelamatan dan penyelesaian tanaman petani.

Petani cabe pondok tersebut terus memutar otak. Daun cabainya yang puther dan mpreketek kecoklatan terserang hama ekstrim bak corona, menular cepat dan mematikan. Bagi Jurit setiap hama ada penawarnya. Cabe tanamanya yang sedang dalam masa generatif justru sekarat. Perawatan intensif diusahakan. Sore dan pagi hari dilakukan penyemprotan dengan ramuan pespon.

Awalnya pesimis, hampir putus asa melihat kondisi cabe kritingnya. Jurit meramu pestisida dari bahan; tembakau, urin kelinci, air kalium dari kapur dolomit kemudian diproses secara fermentatif. Komposisi penggunaan setengah liter untuk 15 L atau satu tengki semprot. Pestisida pondok (pespon) ramuanya dipergunakan secara berkala untuk perawatan dan penanganan hama.

Wal hasil, perawatan yang demikan membantu cabai kritingnya mulai uras. Daunnya berguguran namun berikutnya disusul trubus. Nampak tanda-tanda tanaman membaik dan sehat. Lombok cempluk Jurit tertolong. Masa sulitnya teratasi. Fase generatifnya  berkembang cukup baik. Menghijau daunya dan melebat buahnya. Panen harapanya nampak didepan mata 20 hari ke depan waktunya petik perdana.

Jam dinas hama dimalam hari. Hama tidak datang saat petani di sawah. Makhluk perusah itu datang ketika petani di rumah. Semprot sore hari membentengi dan melindungi tanaman. Hama yang datang terhadang oleh manfaat semprot petani sore menjelang malam tersebut. Pagi hari semprot membantu produktifitas tanaman. Pertumbuhan menjadi lebih bernergi karena suplai semprot petani yang berasupan tambahan gizi tanaman.

Petani yang pakar cabai tersebut mengingatkan. Bilamana ada tanaman layu atau sekarat tidak perlu dicabut. Lokalisasi sebaran hama sangat diperlukan sehingga tanaman lain aman dari serangan. Mutasi virus sangat progresif dan cepat menular bilamana tanaman dicabut dari lahan. Tanaman yang terinveksi biar saja di tempat bilamana akhirnya mati tidak apa-apa. Berikutnya perawatan tanaman budidaya dijalankan sebagaimana mestinya.

Juritno penanam yang ahli dan inovatif. Petani senior BSM (Buana Subur Makmur) Kalasan tersebut melakukan riset mini. Menanam semangka ditengah budidaya cabai. Semangka dengan buah tunggal produknya maksimal. Semangka yang dikawinkan dan dipiara dengan dua buah produknya tidak bisa maksimal, volumenya lebih kecil dari yang tunggal. Cabai dan semangka bisa menjadi tumpang sari yang baik.

Pespon adalah ramuan organik pelindung tanaman dari gangguan hama atau virus. Formulatornya Juritno, petani cabai dusun Pondok Widodomartani Ngemplak Sleman. Pespon telah diaplikasikan. Hama cabai dapat diatasi. Cabai kriting yang kritis  terpapar virus trips di lahan seluas 1000 m2 miliknya dengan perawatan pespon bisa pulih dan produktif.

Petani hortikultura Pondok tersebut menegaskan. Musim wabah tanaman perlu kesabaran dan kewaspadaan. Perawatan yang ekstra sangat diperlukan. Tindakan tepat dan cepat banyak mengikis dampak kerugian yang lebih ekstrim. Perlakukan tanaman dengan baik. Gangguan hama tanaman dapat diantisipasi dengan melakukan semprot disore hari secara berkala. (Ozan)