Pesan Hari Raya Masjid At-Taqwa

Jamaah Salat Idul Fitri Masjid At-Taqwa
Jamaah Salat Idul Fitri Masjid At-Taqwa

Pergunu DIY –Kalasan– Idul fitri merupakan hari kemenangan dan kejayaan. Hari kembalinya jiwa yang bersih dan suci. Pasca Ramadan momentum pembentukan jati diri dari pribadi bermutu rendah menjadi pribadi bermutu tinggi. Selamat dari perbudakan nafsu yang menghinakan dan menyesatkan. Demikian pesan-pesan khotib pada khutbah Hari Raya di Masjid At-Taqwa, Kamis (13/05/2021).

Rasa haru dan penuh ikhlas, kaum beriman melepas bulan Ramadan, bulan yang luhur dan mulia yang dipenuhi dengan ampunan dan karunia. Bacaan takbir, mengagungkan Allah Ta’ala dan tasbih, menyucikan nama-Nya dari segala sesuatu yang tidak layak pada-Nya bertalun-talun sahdu dari berbagai penjuru; rumah, gardu, musala, masjid, pondok pesantren dan lainya.

Idul Fitri hari yang agung. Kehadiranya dinantiakan segenap hamba beriman. Takbir, tahlil dan tahmid silih berganti, bergema di angkasa raya diucapkan dengan lisan yang fasih dengan penuh keikhlasan dan kepasrahan. Rona wajah setiap muslim menampakkan kebahagiaan. Melukiskan kesan syukur yang kuat dan mengakar ke dalam jiwa yang suci.

Khotib mengisahkan. Ada seorang Arab jahiliyah bertamu ke rumah Rasulullah. Nabi-pun menyuguhi tamu tersebut dengan hormat. Segelas susu dihidangkan, habis diminumnya. Dihidangkan lagi, habis diminumnya. Dihidangkan kembali, habis diminumnya.

Demikian adanya sampai tujuh gelas susu diteguknya sampai habis jua. Begitu selesai pulanglah dia begitu saja. Nabi-pun memakluminya dan melaksanakan dakwah seperti biasa, tidak marah pun membencinya.

Beberapa bulan kemudian Arab jahiliyah masuk Islam. Merasa tertinggal dengan para sahabat yang lebih dahulu. Pria mualaf tersebut belajar agama dengan sungguh-sungguh. Tidak berselang lama pria tersebut datang kembali ke rumah Rasulullah.

Suguhan susu seperti dahulu ia dapatkan dan meminumnya hingga habis. Ketika Nabi akan mengabilkan susu yang keduanya. Berkatalah pria mualaf tersebut; “Wahai Rasulullah cukup untukku, cukup untukku dengan segelas susu itu”.

Contoh yang nyata perubahan sikap dan jati diri dari seorang jahiliyah menjadi seorang mukmin. Pola hidup yang tadinya dipenuhi dengan kerakusan digantinya dengan kesederhanaan. Kesederhanaan dalam pola makan, dalam pola berpakaian dan bertingkah laku.

Hari ini hari kemenangan dan kejayaan kaum beriman. Berusaha meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Ta’ala usai menjalankan siyam ramadan sebulan lamanya. Ikrar terbaiknya lantunan doa kepasrahan, “Allahummaj’alna minal’aidin wal faizin wal maqbulin”.

Ramadan karim telah terlewati. Pascanya pembentukan jati diri selaras dengan jiwa yang bersih dan suci. Yakni menciptakan perubahan diri dari kualitas yang rendah menjadi kualitas diri yang tinggi.

Mampu menundukkan godaan nafsu perut, mengendalikan libido seksual, dan menghindari nafsu yang menyesatkan. Begitulah khotib muda tersebut mengingatkan dalam khutbahnya Hari Raya.

Pelaksanaan Salat Idul Fitri Masjid At-Taqwa Kadiraja 1 Purwomartani Kalasan Sleman Yogyakarta ikuti protokol kesehatan. Jamaah memenuhi ruang utama masjid, teras kanan, kiri, dan depan hingga meluap sampai di halaman.

Penyelenggaraan Salat Hari Raya Idul Fitri 1442 H tersebut berjalan hikmat dan lancar. Bertindak selaku  imam salat Ustadz Sirin Kalimantani, khotib Fauzan Satyanegara, dan bilal Alwan Ariyanto SPdI. (Bj)