Ringkasan Materi PAI-BP IV semester 1

Membaca tartil QS Al-Falaq dan Al-Ma’un/ menulis, dan menghafalkanya/ mengamalkan sikap peduli/ kerja sama/

Pergunu DIY –Mlati– Al-Quran kitab suci yang sakti. Al-Qur’an penangkal kejahatan. Allahlah tempat meminta perlindungan. Santet, fitnah, kekerasan, perlakuan tidak menyenangkan dst merupakan kejahatan buatan. Al-Qur’an, Al-Falaq, dan doa keselamatan kepada-Nya menjadi tameng dan penawar segala kejahatan buatan syetan dan manusia.

Tujuh ayat QS Al-Ma’un baik sekali dibaca, dihafalkan, diperhatikan dan dilaksakan isinya. Mengasihi anak yatim dan berteman atau bertetangga yang baik. Membantu keperluanya adalah perintah agama. Jangan menghardik anak yatim dan abai kepadanya. Owel, kikir, acuh-tak acuh dengan teman atau tak peduli tetangga dilarang agama.

Beriman adanya Allah/ rasul-Nya/ asmaul husna/ Al-Bashir/ Al-‘Adl/ Al-‘Azihm/ bersikap percaya diri/ hati-hati/

Asmaul husna adalah nama Allah yang baik. Jumlahnya ada sembilan puluh sembilan. Mulai dari As-Salam hingga As-Sobur. Mengetahui tiga nama yang dengannya orang beriman memiliki sikap percaya diri, berhati-hati dan berbuat adil. Al-Bashir artinya Allah Maha Melihat. Al-Adl Allah Maha Adil dan Al-‘Azim Allah Maha Agung.

Beriman artinya percaya Allah ada. Berketetapan hati Allah Maha Mendengar bisikan, ucapan yang keras pun yang lembut. Allah Maha Melihat yang nampak pun yang sembunyi.  Allah Maha Adil kepada hambanya tidak karena jenis kelamin, kekayaan, kedudukan, ataupun keturunan. Ketakwaanlah ukurannya.

Percaya adanya Allah buktinya alam raya dan isinya. Orang beriman hatinya tentram, tenang, tumbuh percaya diri, menjaga diri dan berhati-hati. Tidak buruk sangka, penakut, dan lalai. Malu berbuat dosa dan perbuatan tercela. Tidak kencing berdiri di kamar mandi meski tidak ada orang melihatnya. Malu kepada Allah karena  Al-Bashir.

Alam raya dan isinya ada penciptanya. Gunug laut langit dengan segala keindahanya Allah penciptanya. Al-Azim Allah Maha Agung pencipta tanpa membutuhkan bantuan makhluk. Manusai tidak bisa hidup sendiri, butuh bantuan lainya. Dengan keagungan-Nya Allah memberikan rezeki kepada semua makhluknya.  

Nabi Muhammad saw adalah kekasih dan utusan  Allah. Penutup nabi dan rasul sebelumnya. Pembawa kabar gembira. Penyempurna akhlak manusia. Teladan sepanjang zaman teruntuk bangsa Arab dan non Arab. Orang beriman ucapan dan tindakannya senantiasa bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah.

Anak salih/ santun/ menghargai/ jujur/ amanah/ hormat/ patuh/ guru/ ortu/ kisah Nabi Muhammad

Alkisah khalifah Umar menikahkan putranya dari gadis anak janda pemerah susu. Gadis yang tekun dan jujur membantu sang ibu menyiapkan dagangan ke pasar. Ibunya bersikeras agar semua pelanggan kebagian dengan memper banyak susu dengan air tambahan. Si gadis meyakinkan ibunya untuk tidak perlu mencampur susu dengan air. Cukup apa adanya bagi para pelanggannya. Jika mereka mempertanyakannya, lain kesempatan diberikan.

Pelanggan niscaya memaklumi. Tidak usah mencari keuntungan jika merugikan mereka. Kejujuran dan kepiawaian gadis tersebut yang membuat khalifah Umar  menjodohkan putranya dengan gadis anak janda pemerah susu tersebut. Kejujuran mendatangkan kepercayaan dan berkah. Anak salih perilakunya jujur. Allah merahmati orang yang berlaku jujur.

Anak salih pandai bersyukur. Hormat dan patuh kepada orang tua dan gurunya. Mendoakan disetiap waktu saat masih hidup ataupun tiada. Berkatanya tidak kasar. Membenarkan nasehat orang tua dan membantu mereka. Melaksanakan perintah dan tugas dengan iklas hati. Anak salih tidak berlaku durhaka. Kepada teman, guru, orang tua hormat, menghargai dan bersikap santun.

Bersih/ sehat/ bersuci/ tatacaranya/ praktiknya/ hadas kecil/

Bersih suci artinya bebas kotoran, najis atau hadas. Bagong suci artinya bersih bebas najis atau hadas. Bersih pangkal sehat. Memelihara kebersihan badan, pakaian, tempat tinggal pun lingkungan tanggung jawab diri dan bersama. Bersih dapat diperoleh dengan cara menyapu, mencuci, mengelap, atau menempatkan sampah.

Suci dapat diperoleh dengan carai wudlu atau mandi. Melaksanakan wudu bilamana berhadas kecil. Melaksanakan mandi junub bilamana berhadas besar. Baca Qur’an, salat, tawaf, i’tikaf wajib dalam keadaan suci. Orang berhadas tidak sah salat atau I’tikafnya, dilarang pegang Qur’an, melaksanakan tawaf, sai dalam haji.

Praktik wudu dengan air bersih dan suci. Membasuh muka, dua tangan, mengusap kepala, telinga, dan membasuh kedua kaki. Dilakukanya dengan urut termasuk mengerjakan sunah-sunahnya. Praktik mandi junub dengan air bersih dan suci. Membasahi seluruh tubuh dengan air merata semua anggota tubuh. Jangan lupa niat bersucinya dalam hati atau diucapkan.

Tayamum adalah bersuci dalam kedaruratan dengan debu yang bersih dan suci. Tayamum dilakukan karena tidak ditemukan air, ada halangan tertentu, sakit atau karena dalam perjalanan. Debu disiapkan ambil dengan telapak tangan lalu diusapkan merata ke wajah. Berikutnya ambil debu lagi berikutnya diusapkan merata di kedua tangan hingga siku.  

Cinta nabi/ rasul/ Nabi Ayub/ Nabi Zulkifli/ Nabi Harun/ Nabi Musa/

Nabi dan rasul adalah utusan Allah. Pembawa risalah Allah dan teladan bagi umatnya. Mengimani dan mencintai nabi rasul perintah agama. Bersalawat atasnya, keluarga, sahabat, dan pengikutnya merupakan cara mencinta kita. Mengikuti ajaran dan mencontoh teladan nabi dan rasul menjadi tanda kita umatnya yang beriman dan mencintainya.

Ya nabi salam alaik. Allahumma solli wasallim wabarik alaik. Salawatullah alaik.  Membaca salawat secara individu atau berjamaah adalah ibadah. Para ulama salafussalihin melakukannya dan mengajarkannya. Kemurahan Allah bagi yang mengamalkan salawat. Rahmat Allah bagi yang mengikuti ajaran dan meniru teladan nabi dan rasul-Nya.

Nabi Ayyub as penyabar dan dermawan. Kuat diuji kekayaan dan kemiskinan. Sukses menghadapi kesulitan dan tantangan. Tidak kikir saat melimpah hartanya dan menjaga wirai saat miskin papa. Dalam keadaan duka, susuah pun berpenyakitan Nabi Ayyub taat dan beribadah bak saat kaya dan jaya sehingga Allah mengabulkan doa-doanya.

Nabi Musa as pemberani dan baik hati, pembela yang lemah. Nabi Musa optimis menghadapi kerumitan dan tantangan. Pandai melakukan perundingan sampai penundukan penguasa yang zalim, Raja Firaun. Nabi Musa berjiwa penolong atas kebaikanya Nabi Syuaib menjadikan menantunya. Putrinya yang cantik dinikahkan Nabi Musa as.

Harun as adalah nabi Allah yang santun dan ahli komunikasi. Nabi Harun berjiwa besar, lemah lembut sikapnya, penyayang dan tidak pemarah. Penyayang kepada saudara, kerabat, dan umatnya. Halus budinya, kuat dan utama akhlaknya.  

Nabi Zulkifli as nabiyullah yang sabar dan rendah hati. Teguh dan kompeten pribadinya. Namanya aslinya Basyar yang ahli ibadah dan sosok yang adil. Siangya berpuasa dan malamnya sibuk beribadah. Jam tidurnya sangat sedikit lantaran untuk berbakti kepada Allah: berzikir, salat, dan bermunajat nirakati gembalanya. Memintakan kebaikan, keselamatan, dan kemakmuran umatnya. (Fz)