PBNU Selenggarakan Halaqoh Fiqih Peradaban Di Pondok Pesantren Al Falahiyyah Mlangi

- Penulis

Selasa, 20 September 2022 - 03:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pergunu DIYYogyakarta-Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Halaqah Fiqih Peradaban. Mengusung tema “Fiqih Siyasah dan Masalah kaum Minoritas” ahad, 18 September 2022 di Pondok Pesantren Al Falahiyyah Mlangi Yogyakarta.  Halaqoh ini merupakan halaqoh yang kesebelas dari 250 halaqoh yang di rencanakan secara berseri oleh PBNU.

Seri halaqah fiqih siyasah telah digelar mulai Agustus 2022 hingga Januari 2023. Secara keseluruhan, akan ada 250 halaqah, terdiri atas 75 halaqah di Jawa Timur, 75 halaqah di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

Halaqoh yang ke sebelas ini di hadiri oleh Gus Ulul Bashar Abdlla sebagai penanggung jawab pelaksana Halaqoh dari PBNU sekaligus narasumber pertama. Selain itu hadir narasumber yang lain yaitu Kyai Saiful Anwar, Dosen Pasca Sarjana Ma’had Ali Lirboyo sekaligus tim penyusun Kitab Fiqhul Muathonah. Hadir juga pembicara yang ke tiga Prof. Al Makin selaku Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Halaqoh ini di lakukan dengan dua sesi. Sesi yang pertama yaitu pemaparan materi dari tiga narasumber yang di pimpin oleh moderator. Kemudian istirahat, shalat dan makan, dilanjutkan sesi yang ke 2 yaitu diskusi ilmiyyah dengan di bagi dua kelompok masing-masing kelompok membahas satu tema yang sudah di tentukan yaitu mengenai Ushulul Hadoroh dan Fiqih Aqoliyyat.

Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) PBNU KH Ulil Abshar Abdalla menyebut bahwa program Halaqah Fiqih Peradaban merupakan salah satu cara Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menghidupkan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Inilah yang menjadi visi Gus Yahya dalam memimpin NU yang mana islam sebagai pusat peradaban dunia sesuai fiqh siyasah Al lussunah Wal jamaah.

“Program Gus Yahya ini merupakan cara Gus Yahya menghidupkan Gusdur dengan cara mengumpulkan ulama-ulama Nu bahkan  Kyai-kyai kampung seluruh Indonesia untuk diskusi mengenai fiqih siasah kemudian nantinya setelah selesai seluruh halaqoh akan menghasilkan hal yang menjadi rujukan dunia, makanya ini bukan halaqoh main-main”

Baca Juga :  Kyai Nur Zaidin: Ulama Pejuang Diponegoro dan Perintis Dakwah Pesantren di Banyumas

Halaqoh yang di gelar ke sebelas kalinya ini menggundang Kyai-Kyai, Pengurus Rois Syuriyah, Tanfidiyyah dan banom-banom NU se-DIY. Selain itu juga perwakilan dari beberapa mahasiswa kampus yang ada di DIY seperti UIN, UNU dan Alma Ata.

Gus Ulil menyampaikan bahwa beliau sangat bangga denggan adanypanjang dan dengan tempat yang sederhana tetapi mampu menghasilkan gagasan besar dan diskusi sangat bermakna. Beliau berharap semoga halaqoh ini menjadi inspirasi untuk halaqoh-halaqoh selanjutnya yang masih sebayak 239 kali lagi halaqoh yang akan dilaksanakan diseluruh wilayah di Indonesia.

Selain itu beliau juga meminta setiap hasil diskusi dalam setiap halaqoh dari panitia untuk bisa menyetorkan dalam bentuk dokumen ke PBNU yang nantinya akan di himpun oleh PBNU setelah seluruh halaqoh selesai dilaksanakan. (Ahmad Faozi)

Follow WhatsApp Channel www.pergunudiy.or.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PWNU dan PCNU se-DIY Serukan Khidmah Bermartabat di Muktamar Ke-35 NU: Jaga Marwah, Jauhi Politik Transaksional
Menepis Khawatir, Menjemput Maslahat: Meneguhkan Komitmen ‘Pesantren Aman’ di Pondok Pesantren Diponegoro
Dilantik di Gedung DPD RI, PW Pergunu DIY Siap Mengawal Masa Depan Pendidikan NU dan Bangsa
Mengutamakan Kesejukan Organisasi, Dr Ariyanto Nugroho Terpilih Jadi Ketua Tanfidziyah PCNU Sleman
Songsong Konfercab XV PCNU Sleman, Sinergi Kemandirian Jam’iyah dan Penguatan Pendidikan Jadi Sorotan
Mengetuk Keberkahan Muharam lewat Lembar Kemudahan Pendidikan
Suara Shalawat di Sela Deru Mesin: Catatan Spiritual dari Perjalanan Jalur Langit SMK Diponegoro
Merawat Tradisi, Menjemput Masa Depan: Menyiapkan Generasi Emas Nahdliyin di Ekosistem Pendidikan Terintegrasi
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 04:28 WIB

PWNU dan PCNU se-DIY Serukan Khidmah Bermartabat di Muktamar Ke-35 NU: Jaga Marwah, Jauhi Politik Transaksional

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:16 WIB

Menepis Khawatir, Menjemput Maslahat: Meneguhkan Komitmen ‘Pesantren Aman’ di Pondok Pesantren Diponegoro

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:57 WIB

Dilantik di Gedung DPD RI, PW Pergunu DIY Siap Mengawal Masa Depan Pendidikan NU dan Bangsa

Senin, 6 Juli 2026 - 14:00 WIB

Mengutamakan Kesejukan Organisasi, Dr Ariyanto Nugroho Terpilih Jadi Ketua Tanfidziyah PCNU Sleman

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:26 WIB

Mengetuk Keberkahan Muharam lewat Lembar Kemudahan Pendidikan

Berita Terbaru