Ketika Belajar Jadi Menyenangkan: Rahasia di Balik Pendekatan Deep Learning

- Penulis

Senin, 14 Juli 2025 - 18:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deep learning atau pembelajaran mendalam menjadi topik yang banyak dibicarakan menyusul rencana Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang akan memasukkan pendekatan ini ke dalam kurikulum. Meski sebenarnya ini bukan metode atau pendekatan baru, melainkan sudah dikenal sejak lama di lingkungan pendidikan.

Lalu, apa sebenarnya Deep Learning?

Merujuk pada beberapa hasil penelitian, banyak yang menyimpulkan bahwa deep learning memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan belajar serta sosial-emosional siswa. Secara konseptual, deep learning mendorong siswa untuk tidak hanya memahami informasi, tetapi juga mengaitkannya secara lebih mendalam, yang berujung pada pemahaman yang lebih holistik.

Pendekatan deep learning berlawanan dengan apa yang sering disebut surface learning yaitu lebih berfokus pada penghafalan fakta tanpa mendorong keterlibatan kritis, mengurangi kesempatan siswa untuk benar-benar memahami materi dan lebih terfokus pada persiapan ujian semata.

Baca Juga :  Ilmu Sosial Profetik dan Social Capital sebagai Pondasi Bagi Peradaban Islam Modern

Pengertian Deep Learning

Deep learning atau pembelajaran mendalam merupakan pendekatan yang menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful) melalui olah pikir (intelektual), olah hati (etika), olah rasa (estetika), dan olah raga (kinestetik) secara holistik dan terpadu.

Deep learning bukan sekadar metode untuk meningkatkan pemahaman siswa, melainkan sebuah pendekatan yang mengubah cara belajar menjadi lebih aktif, kolaboratif, dan mendalam.

Berbeda dengan pembelajaran tradisional yang lebih menekankan pada hafalan dan pengulangan informasi, deep learning mengajak siswa untuk menggali lebih dalam tentang materi pelajaran, mengaitkan konsep-konsep yang dipelajari, dan menerapkannya dalam situasi nyata.

Baca Juga :  Anak Zaman Sekarang

Metode ini berfokus pada pengembangan keterampilan berpikir kritis, kemampuan analisis, dan kreativitas, dengan tujuan menciptakan pemahaman yang lebih holistik. Dalam pendekatan ini, siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga aktif dalam membangun pengetahuan melalui berbagai pengalaman belajar yang memacu mereka untuk berpikir secara mandiri dan bekerja sama.

Pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis inkuiri, studi kasus, dan simulasi kehidupan nyata merupakan metode turunan dari pendekatan ini.

Berita Terkait

Ikhtiar Mencetak Generasi Rabbani di Kota Pelajar: Profil Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro dan Info Penerimaan Santri Baru
9 Pesantren Terbaik di Jogja, Ponpes Pangeran Diponegoro Masuk Jajaran Unggulan
Keajaiban Sholawat Burdah dalam Perang Jawa: Karomah Pangeran Diponegoro di Rawa Pening
Patok Duga Penguat Daya Ungkit Mutu Lembaga
Rakernas V di Jawa Barat PW Pergunu DIY Menggelindingkan 4 Usulan
Meneladai Sosok Kiyai Pejuang Abdul Chalim Leuwimunding
Meneliti Unsur-unsur Hadis
TEKNIK AMALAN JUM’AT TERAKHIR BULAN RAJAB
Berita ini 80 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 22:19 WIB

Ikhtiar Mencetak Generasi Rabbani di Kota Pelajar: Profil Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro dan Info Penerimaan Santri Baru

Kamis, 18 Desember 2025 - 00:32 WIB

9 Pesantren Terbaik di Jogja, Ponpes Pangeran Diponegoro Masuk Jajaran Unggulan

Minggu, 17 Agustus 2025 - 20:09 WIB

Keajaiban Sholawat Burdah dalam Perang Jawa: Karomah Pangeran Diponegoro di Rawa Pening

Senin, 14 Juli 2025 - 18:47 WIB

Ketika Belajar Jadi Menyenangkan: Rahasia di Balik Pendekatan Deep Learning

Selasa, 19 September 2023 - 22:15 WIB

Patok Duga Penguat Daya Ungkit Mutu Lembaga

Berita Terbaru