Guru MA dan Pesantren Ikuti Pedagogi Pengajaran Bahasa Inggris ELTT

ELTT Program 2022
ELTT Program 2022

Pergunu DIYΒ –DEPOKMembangun jaringan profesi guru sama pentingnya meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan mengajar. Guru-guru madrasah aliyah (MA) menjalani English Language Teacher Training (ELTT). Program ELTT ini didukung Regional English Language Office (RELO) Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta dan Kementerian Agama Republik Indonesia.

Guru-guru MA Diponegoro, MA Sunni Darussalam, dan Tamrinut Tullab menempa diri untuk dapat menyampaikan ilmu, cakap mendidik, mengajar, dan kreatif melaksanakan peran. Jika guru bagus buahnya tujuan pendidikan juga akan bagus. Demikian dikemukakan Kepala MA Diponegoro Yogyakarta, Fauzan Satyanegara pada Jumat 9/9/22 dalam English For Teaching (EFT) di Popes Pangeran Diponegoro Sembego Maguwoharjo.      

Betapa mulianya ilmu sehingga guru-guru wajib menempa diri senantiasa. Sementara itu jauh-jauh hari Nabi uswatun kita bersabda, belajar itu sedari ayunan hingga pekuburan. Berinovasi dan menempa diri telah didorong nabi. Darinya setiap Jumat guru-guru MA mengasah kemampua profesional dan pedagogi.

Febrianti Dwiratna Lestari, S.S.,M.A pelatih Program ELTT telah memandu dengan baik sehingga guru-guru dapat mengikuti program dengan fun, dan challenging. Ibu Febri sangat peduli dan dekat dengan guru-guru. Peer Learning Hub (PLH) yakni guru-guru madrasah dan pesanten menjalani program dengan penuh antusias dan bersemangat.  

Afrizka Premana Sari, M.Sc, guru Biologi MA Diponegoro Yogyakarta mengatakan aktifitas-aktifitas kursus English For Teaching (EFT) sangat menarik, dan materinya useful. EFT ini dapat meningkatkan kemampuan kami dalam mengajar Biologi dengan Bahasa Inggris. Sementara itu Risyanto S.Ag guru IT menyampaikan kami bersyukur bisa mengikuti kursus professional ini.

Beragam pengetahuan dan keterampilan penting kami pelajari. Englis for Teaching (EFT)  berguna bagi kami untuk dapat meningkatkan tata kelola manajemen kelas, memahami dan mengkomunikasikan pelajaran, dan memotivasi belajar murid secara efektif. Demikian Risyanto yang juga Manajer Kesiswaan MA Diponegoro tersebut menambahkan. (Ozan)