Sambut Dawuh Sultan HB X, PW Pergunu DIY Siap Integrasikan PKJ di Madrasah

- Penulis

Jumat, 8 Mei 2026 - 23:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dawuh (pesan) Sri Sultan Hamengku Buwono X terkait pentingnya penguatan karakter peserta didik langsung direspons cepat oleh Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PW Pergunu) Daerah Istimewa Yogyakarta.

Melalui rapat konsolidasi di Kantor PWNU DIY, Jumat (8/5/2026), Pergunu membulatkan tekad dan menyepakati dukungan penuh terhadap implementasi Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ).

Ketua PW Pergunu DIY, Fauzan Satyanegara, menyebut bahwa amanat yang disampaikan Sri Sultan di SMA 6 Yogyakarta pada 4 Mei lalu adalah teguran sekaligus pengingat yang sangat kontekstual bagi dunia pendidikan saat ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dawuh Ngarsa Dalem itu sangat tepat waktu. Pendidikan kita tidak boleh melulu soal mencetak anak yang pintar hitung-menghitung, tapi alpa dalam tata krama. Target utamanya adalah membentuk jalma kang utama—yaitu manusia yang berilmu tinggi, berbudi pekerti luhur, beridentitas kuat, dan tangguh menghadapi tantangan zaman,” tegas Fauzan usai memimpin rapat persiapan pelantikan pengurus.

Di tengah gempuran era digital dan ancaman disrupsi yang rentan memicu kecanduan gawai pada anak muda, Fauzan menilai PKJ adalah antitesis sekaligus solusi penguatan mental.

Baca Juga :  Mengetuk Keberkahan Muharam lewat Lembar Kemudahan Pendidikan

Filosofi luhur Keraton Yogyakarta yang terangkum dalam empat pilar utama—yakni sawiji (fokus), greget (semangat pantang menyerah), sengguh (percaya diri), dan ora mingkuh (bertanggung jawab pantang mundur)—diyakini terbukti efektif jika diterapkan di lingkungan sekolah maupun madrasah.

“Bahkan, dari pengamatan awal kami di beberapa madrasah, penerapan nilai-nilai luhur ini mampu mendongkrak tingkat adab dan sopan santun siswa hingga lebih dari 80 persen,” ungkapnya.

Titik Temu Nilai NU dan Kearifan Keraton

Lebih jauh, Fauzan membedah sebuah temuan menarik. Menurutnya, rumusan filsafat PKJ tersebut memiliki titik temu yang sangat erat dengan prinsip dasar pergerakan Nahdlatul Ulama, yakni Mabadi Khaira Ummah (Langkah Awal Menuju Umat Terbaik).

Ia merinci sintesis dari kedua nilai luhur tersebut yang dapat diintegrasikan dalam ruang kelas.

“Nilai ash-shidqu (kejujuran) menyatu dengan laku greget. Sikap amanah (dapat dipercaya) akan memperkuat sengguh. Lalu, ta’awun (tolong-menolong) dan ‘adalah (keadilan) mewujud nyata dalam laku ora mingkuh. Sementara istiqamah menjadi fondasi spiritual agar anak-anak kita terus menjadi pengamal ilmu yang nyata di masyarakat,” beber Fauzan menjabarkan.

Baca Juga :  Tantangan Guru Ditengah Majunya Tekhnologi Informasi

Sebagai langkah konkret, PW Pergunu DIY saat ini berkomitmen kuat untuk mengintegrasikan rumusan PKJ tersebut ke dalam kurikulum madrasah. Langkah progresif ini secara hukum juga selaras dengan amanat Peraturan Gubernur DIY Nomor 66 Tahun 2013 dan Nomor 40 Tahun 2022 tentang Pendidikan Khas Kejogjaan.

“Langkah integrasi ini bukan sekadar memenuhi regulasi, tapi murni untuk memperkuat identitas keistimewaan Jogja sekaligus memajukan kualitas pendidikan nasional kita,” tandasnya.

Ke depan, sinergi antara paham Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), kearifan budaya Jawa, dan pendekatan pedagogik modern yang terbingkai dalam PKJ diharapkan mampu menetaskan generasi pelaku peradaban yang unggul. Dalam ikhtiar luhur inilah, Pergunu DIY menyatakan kesiapannya untuk terus berada di garda terdepan.

Penulis : Fauzan Satyanegara

Editor : Rdipadilaga

Follow WhatsApp Channel www.pergunudiy.or.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PWNU dan PCNU se-DIY Serukan Khidmah Bermartabat di Muktamar Ke-35 NU: Jaga Marwah, Jauhi Politik Transaksional
Menepis Khawatir, Menjemput Maslahat: Meneguhkan Komitmen ‘Pesantren Aman’ di Pondok Pesantren Diponegoro
Dilantik di Gedung DPD RI, PW Pergunu DIY Siap Mengawal Masa Depan Pendidikan NU dan Bangsa
Mengutamakan Kesejukan Organisasi, Dr Ariyanto Nugroho Terpilih Jadi Ketua Tanfidziyah PCNU Sleman
Songsong Konfercab XV PCNU Sleman, Sinergi Kemandirian Jam’iyah dan Penguatan Pendidikan Jadi Sorotan
Mengetuk Keberkahan Muharam lewat Lembar Kemudahan Pendidikan
Suara Shalawat di Sela Deru Mesin: Catatan Spiritual dari Perjalanan Jalur Langit SMK Diponegoro
Merawat Tradisi, Menjemput Masa Depan: Menyiapkan Generasi Emas Nahdliyin di Ekosistem Pendidikan Terintegrasi
Berita ini 116 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 04:28 WIB

PWNU dan PCNU se-DIY Serukan Khidmah Bermartabat di Muktamar Ke-35 NU: Jaga Marwah, Jauhi Politik Transaksional

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:16 WIB

Menepis Khawatir, Menjemput Maslahat: Meneguhkan Komitmen ‘Pesantren Aman’ di Pondok Pesantren Diponegoro

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:57 WIB

Dilantik di Gedung DPD RI, PW Pergunu DIY Siap Mengawal Masa Depan Pendidikan NU dan Bangsa

Senin, 6 Juli 2026 - 14:00 WIB

Mengutamakan Kesejukan Organisasi, Dr Ariyanto Nugroho Terpilih Jadi Ketua Tanfidziyah PCNU Sleman

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:26 WIB

Mengetuk Keberkahan Muharam lewat Lembar Kemudahan Pendidikan

Berita Terbaru