Pergunu DIY-Yogyakarta-Persatuan Guru Nahdlatul Ulama Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar kegiatan Silaturahim Pengurus dan Kopdar Perencanaan Pelantikan PW PERGUNU DIY Masa Khidmat 2026–2031 pada Jumat, 8 Mei 2026 bertempat di Kantor PWNU D.I. Yogyakarta. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting konsolidasi awal kepengurusan baru sekaligus penguatan arah gerak organisasi dalam membangun ekosistem pendidikan Nahdlatul Ulama yang unggul, adaptif, dan berkemajuan

Pertemuan yang berlangsung sejak pukul 15.00 WIB itu dihadiri jajaran pengurus harian, ketua departemen, serta para pengurus PW PERGUNU DIY. Suasana penuh keakraban, semangat perjuangan, dan nuansa kekeluargaan tampak mewarnai jalannya kegiatan sejak awal hingga akhir acara.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan networking antar pengurus sebagai ruang membangun komunikasi awal dan penguatan sinergi organisasi. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan istighasah dan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar spiritual memohon keberkahan, kekuatan, dan kelancaran perjuangan organisasi.
Nuansa religius dan semangat khidmah terasa kuat dalam forum tersebut. Hal ini mencerminkan karakter PERGUNU sebagai organisasi profesi guru Nahdliyin yang tidak hanya bergerak pada aspek profesionalisme pendidikan, tetapi juga berpijak pada nilai-nilai spiritualitas Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Sekretaris PW PERGUNU DIY, Ahmad Faozi, memandu jalannya kegiatan sekaligus membuka sesi silaturahim dan perkenalan pengurus. Dalam pengantarnya, ia menyampaikan bahwa konsolidasi organisasi menjadi fondasi penting dalam membangun gerakan pendidikan yang kuat dan berkelanjutan.
“PERGUNU bukan sekadar organisasi administratif, tetapi rumah perjuangan bagi guru-guru Nahdliyin. Karena itu, yang kita bangun bukan hanya struktur, melainkan ruh perjuangan, kekompakan, dan semangat pengabdian,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya organisasi yang aktif, produktif, kolaboratif, dan mampu menjawab tantangan pendidikan masa depan.
Agenda inti berupa musyawarah perencanaan pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua PW PERGUNU DIY, Fauzan Satyanegara. Dalam arahannya, Fauzan menegaskan bahwa kepengurusan baru harus mampu menghadirkan PERGUNU sebagai kekuatan intelektual, moral, dan sosial bagi guru Nahdlatul Ulama di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Menurutnya, organisasi harus bergerak lebih progresif, responsif, dan profesional di tengah perubahan dunia pendidikan yang semakin cepat.
“PERGUNU harus hadir bukan hanya sebagai simbol organisasi, tetapi sebagai pusat gerakan peningkatan kualitas guru, penguatan pendidikan pesantren, kaderisasi Aswaja, dan pengembangan inovasi pendidikan,” tegasnya.
Dalam forum tersebut disepakati bahwa Pelantikan PW PERGUNU DIY Masa Khidmat 2026–2031 akan dilaksanakan pada 21 Juni 2026. Forum juga kembali menyepakati Ahmad Faozi sebagai Ketua Panitia Pelantikan.
Pelantikan nantinya dirancang tidak hanya sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi momentum konsolidasi besar guru Nahdliyin di Yogyakarta. Salah satu rangkaian utama pelantikan adalah Silaturahim Abah Yai Asep selaku Ketua Umum PP PERGUNU bersama PWNU, PCNU se-DIY, serta para pengasuh pondok pesantren yang memiliki lembaga pendidikan formal.

Forum juga membahas agenda strategis bertajuk “Transformasi Pesantren: Bedah TKA dan UTBK.” Dalam program tersebut, Abah Yai Asep direncanakan membawa tim ahli TKA dan UTBK dari Amanatul Ummah sebanyak 11 orang untuk memberikan pendampingan, pelatihan, dan penguatan mutu pendidikan bagi pesantren dan sekolah-sekolah Nahdliyin di Yogyakarta.
Program tersebut nantinya akan menjadi tanggung jawab Departemen Peningkatan dan Kompetensi Guru (DPKG) PW PERGUNU DIY sebagai bagian dari langkah konkret meningkatkan kualitas guru dan daya saing peserta didik dalam menghadapi tantangan pendidikan nasional.
Selain membahas pelantikan, forum juga melaksanakan Bedah SK Kepengurusan PW PERGUNU DIY Masa Khidmat 2026–2031. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menjelaskan legalitas organisasi, struktur kepengurusan, fungsi tiap departemen, serta sinkronisasi program kerja awal organisasi.

Dalam bedah SK tersebut dijelaskan bahwa kepengurusan PW PERGUNU DIY terdiri dari berbagai departemen strategis, di antaranya Departemen Peningkatan dan Kompetensi Guru, Departemen Penelitian Karya Ilmiah dan Publikasi, Departemen Kerja Sama dan Kajian Strategis, Departemen Kaderisasi dan Pembinaan Karakter Aswaja Annahdliyah, Departemen Koperasi dan Peningkatan Kesejahteraan Guru, hingga Departemen Komunikasi dan Teknologi Digital.
Forum menegaskan bahwa setiap departemen harus mampu bergerak aktif, menyusun program kerja terukur, dan menghadirkan inovasi sesuai bidang masing-masing.
Dalam sesi penguatan organisasi, Fauzan Satyanegara juga memberikan dorongan semangat dan optimisme kepada seluruh pengurus agar menjadikan kepengurusan ini sebagai ruang perjuangan bersama.
“Organisasi besar dibangun oleh orang-orang yang mau bergerak, berkhidmah, dan bekerja bersama. Kita ingin PERGUNU DIY menjadi rumah perjuangan guru Nahdliyin yang produktif, visioner, dan memberi dampak nyata bagi umat serta dunia pendidikan,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pengurus untuk menjaga soliditas organisasi, memperkuat komunikasi, dan membangun budaya kerja yang sehat, terbuka, serta penuh semangat gotong royong.
Kegiatan ditutup dengan penyampaian hasil musyawarah, penegasan tindak lanjut masing-masing departemen, serta komitmen bersama untuk menyukseskan pelantikan PW PERGUNU DIY Masa Khidmat 2026–2031.

Melalui kegiatan tersebut, PW PERGUNU DIY menegaskan kesiapannya untuk bergerak lebih aktif dalam memperjuangkan kualitas guru, memperkuat pendidikan berbasis Aswaja Annahdliyah, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan dan peradaban Nahdlatul Ulama di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Penulis : Faozi
Editor : Ahmad









