Hadiri Turba PWNU DIY di PCNU Kulon Progo

Pergunu Amini Pendataan Aset Organisasi

Turba Ramadan PWNU DIY di PCNU Kulon Progo
Turba PWNU DIY di PCNU Kulon Progo

Pergunu DIY –Wates– Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DIY menyelenggarakan turba kedua di Pengurus Cabang Nahdlau Ulama (PCNU) Kulon Progo, Ahad (25/4/2021). Agenda turba kedua tersebut adalah penyampaian progres SITAKI, solusi badan hukum, kesiapan muktamar, dan NU Award.  

Fahmi Akbar Idris MM memaparkan kemajuan. Berdasarkan data capean kinerja PCNU Kulon Progo sudah sangat membanggakan. Wakil ketua PWNU DIY tersebut mengajak mensukseskan pendataan untuk kepentingan dakwah dan berbagai tujuan masa depan NU.  

Sitaki telah menyibak sekian informasi dan kondisi warga kita. Data ini modal dakwah sehingga NU tidak lagi selalu ketinggalan. Data menjadi asset penting sehingga NU miliki kesiapan dan kapasitas untuk berperan di depan di berbagai bidang.

Gubernur DIY telah meminta bantuan Rabithah Ma’had Islamiyah (RMI) untuk membuat Prolegda Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pesantren. Kami mohon pondok pesantren segera mengurus legalitas kelembagaanya, kurikulumnya sehingga gayung bersambut dengan kepercayaan Pemda DIY kepada PWNU DIY.

Kita berharap Raperda menjadi Perda yang memberikan manfaat, memajukan pondok pesantren dan pendidikan warga masyarakat Yogyakarta. Jangan sampai wadah kita borot, lantaran kita tidak tertib administrasi. Lantas orang lain yang justru mendapatkanya. Padahal wadah itu kita sendiri yang merancang, yang menyiapkanya dan yang membuatnya     

KH Drs Wasiluddin, Ketua PCNU Kulon Progo memberikan salam dan sambutan. Program berjalan meski darurat pandemi; LAZISNU, LDNU, LP Ma’arif, LKNU, LBHNU, Ambulance, KARTANU. Di berbagai Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) sedang membangun kantor, diantaranya Kapanewon Lendah yang membawahi 6 kelurahan; Wahyuharjo, Tanjungharjo, Jatisarono, Donomulyo, Kembang dan Banyuroto.

Setahun terakhir PCNU Kulon Progo kehilangan banyak tokoh dan kader; KH Anwar Hamid, Kiyai Ahmad Sufatah, KH Suhadi, KH Rusli, Kiyai Sumari, Kiyai Ahyanto, Kiyai Bimo Prasetyo dll. Kami berharap perjuangan dan warisan karya-karya beliau dapat kita jaga sebaik-baiknya, terutama bagi pengurus dan para kader NU Kulon Progo sebagai penerus para pendahulu.

Pengkaderan mulai menjangkau sampai ranting. PKPNU kini angkatan XLIV yang belum lama ini dilaksanakan di Pleret Panjatan. Kami mengajak kader NU terus berkontribusi. Kader NU yang ada di birokrasi maupun di fraksi kami kumpulkan untuk berkolaborasi dan bersinergi memajukan Kulonprogo. Konferensi PCNU Kulon Progo akan dilaksanakan 5 Juni mendatang.    

Rois Syuriyah KH Saifuddin mengingatkan akhir-akhir ini viral informasi tokoh NU yang dihilangkan dari sejarah. Mari menahan diri. Ada waktunya merespon hal tersebut.

Kita yakin digoyang seperti apapun NU akan lestari selagi warganya mampu berbaris dan mencintainya. Sesepuh NU yang juga pernah menjadi anggota dewan tersebut berwasiat untuk terus berjuang demi kemajuan dan kejayaan Islam Ahlussunah Waljama’ah.   

Masyarakat Kulon Progo menurut KH Mas’ud Masduqi memiliki jimat ampuh yakni keberanian yang luar biasa. Bak keberanian dan kesaktian Pangeran Diponegoro dan Nyi Ageng menundukkan agresi dua Belanda.

Kulon Progo itu kullun farogo, pada akhirnya akan beres semuanya insyaallah. Pembangunan rumah sakitnya, konferensinya dst. Rois Syuriah PWNU DIY ini mengukuhkan untuk optimisme dan melaksanakan ikhtiar organisasi sebagaimana dipaparkan Pak Fahmi. (Bj)