Mengokohkan Madrasah Berbasis Pesantren

- Penulis

Minggu, 11 Juni 2023 - 07:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pergunu DIY WATES– Dalam rangkan menyiapkan manajemen penyelenggaraan madrasah yang mumpuni dan berkarakter Yayasan Abi Hasan Tholabi (Ya Hasbi) Pondok Pesantren Al-Quran (Pesawat) mengadakan Workshop Manajemen MA Berbasis Pesantren pada Sabtu, 3 Juni 2023 di di RM Dapur Semar Wates. 

Worshop untuk kesiapan tahun pelajaran 2023/204 MA VIP Pesawat Wates Yogyakarta tersebut mengundang narausmber dari berbagai kalangan yakni dari unsur pejabat birokrasi, kiyai, akademisi, dan praktisi.

Nara sumber workshop yakni Kepala Kemenag Kab Kulonprogo, HM Wahib Jamil MPd, Ketua Ya Hasbi, KH Acmad Suadi, Dosen UIN Purwokerto, Dr Ali Muhdi Amnur, dan Kepala MA Diponegoro Yogyakarta, Fauzan Satyanegara.

Peserta workshop terdiri dari unsur pengurus, guru, tenega kependidikan, kepala madrasah sekolah di lingkungan Yayasan Abi Hasan Tholabi. Workshop internal ini merupakan upaya strategis MA VIP Pesawat untuk menjadi madrasah istimewa, cendekia, dan mandiri dalam mendidik dan mencerdaskan generasi bangsa.  

Baca Juga :  SMPN 8 Yogyakarta-SMP Diponegoro Juara 1, demikian juga MTsN 3 Sleman-MTs Al-Falaah Bantul

Sesi pertama workshop diisi pejabat birokrasi dan kiyai. HM Wahib Jamil MPd membawakan materi Menuju Madrasah yang Profesional melalui Pendekatan Kepengawasan Madrasah. Berikutnya KH Achmad Suadi yang juga Ketua Yayasan Abi Hasan Tholabi menyampaikan tentang SDM dan SDA MA VIP Pesawat.

Workshop yang dipandu Gus Kareem terasa lancar dan seger. Usai snack time sesi kedua dibuka dengan materi Cara Mengelola Madrasah Berbasis Pesantren oleh Dr Ali Muhdi Amnur dari Universitas Islam Negeri (UIN) Purwokerto, dan Berbagi Pengalaman Manajemen Madrasah dengan MA Diponegoro Yogyakarta oleh Fauzan Satyanegara.

Dr Ali Muhdi Amnur menjelaskan bahwa madrasah berbasis pesantren yakni madrasah yang menyatukan pendidikan agama Islam dengan pendidikan umum secara holistik. Maka keluaranya ialah lulusan yang akademiknya baik, keimananya kuat, memilki moralitas dan nilai-nilai keislaman yang tinggi sehingga mampu menghadapi kehidupan dan tantangan zaman.

Kejatuhan mikrofon terakhir dari sesi kedua workshop Gus Kareem menyilahkan Fauzan Satyanegara menyampaikan pengalamanya mengelola madrasah. Strategi dan ranah manajemen itu meliputi GTK, operasional, dan sarana prasarana. Demikian Fauzan mengawali materi.

Baca Juga :  Ikhtiar Batiniyah, SMP VIP Pesawat gelar Ruqyah Masal

Manajemen itu rutinitas, maka diperlukan idealisme. Bagi pemimpin idealisme ini penting agar rutinitas dalam praktik mengelola madrasah memiliki alternatif dalam melihat keadaan dan permasalahan pun peluang. Idealisme menjadi energi penerang untuk melakukan inovasi dan kreativitas sebagai upaya meninggikan potensi-potensi madrasah.

Terkait dengan SDM, soliditas perlu dijaga. Di MA Diponegoro Yogyakarta ada pertemuan berkala, Jumát Excelent. Di forum tersebut update perkembangan madrasah, laporan, dan evaluasi serta perencananaan atau pembahasan urusan operasional madrasah sepekan kedepan. Jumat excellent berfungsi sebagai control, apresiasi dan motivasi kinerja SDM.

“Tugas profesional manajemen ada tiga. Yakni menguasai pekerjaan dan menyempurnakan pekerjaan masing-masing. Mempersiapkan diri untuk jabatan yang lebih tinggi dengan menambah pengetahuan baru. Menyiapkan pengganti untuk dirinya bilamana kelak dipromosikan.” Imbuh sekretaris PW Pergunu DIY tersebut memotivasi. Bj

Berita Terkait

Garda Pendidik Maju: UMP-P, Sertifikasi Pengabdian, dan Mandat Profesi di RUU Sisdiknas
Menapaki Jalan Ilmu dan Adab: Kisah Tumbuhnya Ponpes Pangeran Diponegoro di Era Modern
LTM PWNU DIY Belajar Pengelolaan Masjid Modern di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo
PWNU DIY Serukan Perdamaian dan Doa Bersama Untuk Indonesia Damai
Nahnu TV, Media Resmi PWNU DIY untuk Menguatkan Dakwah dan Informasi Umat
Mancakrida IV: Menyulut Jiwa Tangguh dan Kreatif di Alam Terbuka
Dari Kelas ke Lapangan: SMK Diponegoro Depok Wujudkan Ilmu Jadi Aksi Nyata
Temu Pendidik Nusantara XII di Sleman: Pendidikan sebagai Kunci Mitigasi Krisis Iklim
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Desember 2025 - 07:17 WIB

Garda Pendidik Maju: UMP-P, Sertifikasi Pengabdian, dan Mandat Profesi di RUU Sisdiknas

Senin, 17 November 2025 - 07:45 WIB

Menapaki Jalan Ilmu dan Adab: Kisah Tumbuhnya Ponpes Pangeran Diponegoro di Era Modern

Selasa, 2 September 2025 - 14:50 WIB

PWNU DIY Serukan Perdamaian dan Doa Bersama Untuk Indonesia Damai

Selasa, 19 Agustus 2025 - 12:55 WIB

Nahnu TV, Media Resmi PWNU DIY untuk Menguatkan Dakwah dan Informasi Umat

Rabu, 23 Juli 2025 - 21:17 WIB

Mancakrida IV: Menyulut Jiwa Tangguh dan Kreatif di Alam Terbuka

Berita Terbaru