Konferwil Pergunu DIY Pilih Samsul Maarif Mujiharto sebagai Ketua

Pemilihan Ketua Pergunu DIY dilakukan secara musyawarah mufakat oleh Tim 9 perwakilan dari masing-masing utusan, ketua demisioner, dan PP Pergunu.
Pemilihan Ketua Pergunu DIY dilakukan secara musyawarah mufakat oleh Tim 9 perwakilan dari masing-masing utusan, ketua demisioner, dan PP Pergunu.

Yogyakarta, NU Online Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) DI Yogyakarta menggelar konferwil, Sabtu (27/3).

Konferwil ini bertujuan untuk melakukan pemilihan ketua baru dan laporan pertanggungjawaban keorganisasian oleh pengurus Pergunu DIY masa khidmat 2015-2020.

Pemilihan Ketua Pergunu DIY dilakukan secara musyawarah mufakat oleh Tim 9 perwakilan dari masing-masing utusan, ketua demisioner, dan PP Pergunu. Terpilih secara aklamasi yaitu Samsul Maarif Mujiharto.

Tokoh intelektual muda NU ini mengawali kiprahnya sebagai salah satu sekretaris PCINU Asutralia-New Zeland ketika studi S3 di Negeri Kanguru tersebut.Selain itu, sebagai dosen tetap UGM ia juga berhasil mendirikan Pondok Pesantren Afkaaruna dan Madrasah Afkaaruna Islamic School sebagai salah satu sekolah Islam Internasional terbaik di Indonesia.

Ia juga menginisiasi berdirinya Afkaaruna Global Madrasah yang peserta didiknya terdiri dari berbagai penjuru negara dan lintas benua.   Dalam sambutannya, Samsul Maarif Mujiharto atau yang akrab disapa Mas Arif ini menyampaikan bahwa peran guru dan keikhlasan guru-gurunya dulu waktu mengajar di Madrasah Maarif NU itulah yang mengantarkannya sampai di titik ini.   “Sehingga sudah saatnya saya berbalas budi atas perjuangan para guru melalui Pergunu. Saya ini produk madrasah NU jadi sudah seyogyanya mengabdi untuk NU, hidup saya ini hanya untuk lima hal. Yang pertama yaitu NU, yang kedua NU, yang ketiga NU, yang keempat NU dan yang ke lima NU,” katanya.

Konferwil juga merekomendasikan tiga hal untuk pemerintah. Pertama, mengusulkan untuk pemenuhan anggaran pendidikan dilaksanakan sesuai amanat konstitusi 20 persen di luar gaji guru. Kedua, mengusulkan untuk penyelenggaraan program sertifikasi guru dalam jabatan diselenggarakan oleh organisasi profesi guru. Ketiga, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru yang di selenggarakan harus melibatkan organisasi profesi guru. Selain itu juga mendorong pemerintah untuk meningkatkan jumlah kuota guru PPPK dalam bidang Pendidian Agama Islam.  

Sedangkan untuk program prioritas yang akan dilakukan dalam jangka pendek adalah menetapkan kode etik guru NU.   Dalam konferwil tersebut diikuti oleh semua Pimpinan Cabang di Wilayah bumi Mataram ini, yaitu PC Kota Yogyakarta, PC Bantul, PC Sleman, PC Gunungkidul dan PC Kulonprogo. Hadir pula Sekretaris Pimpinan Pusat Pergunu untuk memberikan sambutan sekaligus menyampaikan amanat dari Ketua Umum PP Pergunu Prof KH Asep Saifuddin Chalim yakni agar segera membentuk PAC-PAC Pergunu bahkan sampai di tingkat Ranting se-Pulau Jawa, targetnya untuk tahun ini sudah terbentuk semua.

Pesan lainnya adalah penekanan peran serta fungsi guru NU untuk tetap memberikan pelayanan pendidikan secara prima meski masih dalam situasi pandemi. “Momentum konferwil sejatinya untuk menciptakan organisasi profesi yang profesional, mustahil kita dapat melahirkan guru yang profesional jika organisasi profesinya tidak profesional,” ungkapnya.  

Wakil Ketua PWNU DI Yogyakarta, H Fahmi Akbar Idris yang hadir untuk membuka acara menyampikan bahwa Pergunu sebagi Banom NU diharapkan menjadi organisasi yang dapat diandalkan oleh NU dalam peningkatan kualitas SDM di Wilayah Yogyakarta pada khususnya.   Sedangkan Rais Syuriyah PWNU DIY, KH Mas’ud Masduki mengutip pesan almaghfullah KH Ali Maksum bahwasanya murid yang pintar akan tercipta dari guru yang pintar. “Oleh sebab itu Pergunu memiliki tanggung jawab senantiasa mengasah kemampuan pengajarannya,” kata Kiai Mas’ud.  

Sumber: https://www.nu.or.id