ZIARAH SARANA MENGGAPAI BERKAH

Pergunu DIY–TIRTONIRMOLO– Ziarah kubur merupakan salah satu tradisi amaliah Nahdlatul Ulama (NU). Secara umum, ziarah berfungsi sebagai pengingat bahwa kita akan menyusul  (mati).

Berziarah kepada penduduk kubur sebagai salah satu tips agar kita senantiasa bersyukur kepada Allah Swt. Demikian Imam Al-Ghazali mengingatkan.

Sedangkan secara khusus, ziarah merupakan sarana interaksi bagi yang masih hidup dengan yang sudah  meninggal dunia. Terlebih kepada aulia, dan masyayikh agar kita selalu mendapatkan berkahnya.

Tim MA Diponegoro Yogyakarta secara inten melakukan komunikasi dengan para masyayikh baik yang masih didunia maupun meninggal dunia. Sebagai bentuk ta’dziman wa tasyrifan (pengagungan dan penghormatan) kepada auliya dan masyayikh.

Tawakkal kepada Allah itu segalanya. Tabarukan ini juga merupakan bentuk laporan dan permohonan do’a restu dengan harapan keberadaan MA Diponegoro Yogyakarta benar-benar bermanfaat bagi umat.

Februari bulan lalu Tim MA Diponegoro Yogyakarta tabarukan berziarah ke Makbarah KH Ali Maksum, auliya dan masyayikh, Dongkelan Kauman Tirtonirmolo Kasihan Bantul, pada Selasa 11/2/22.

Bacaan tahlil dan doa dipimpin KH M Zaidun Lc MA. Dimakmumi dan diamini Rofiq Anwar SSi MBA, Moh Alvian R, dan Fauzan Satyanegara. (Bj)