Pergunu Bantul Peringati Harlah ke-99 NU dan Rapat Kerja

Raker dan Harlah NU PERGUNU Bantul

PERGUNU DIY Bantul-Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Bantul menyelenggarakan peringatan harlah ke-99 NU dan rapat kerja Pergunu di Pendopo Rumah Dinas Bupati Bantul pada Minggu (20/3). Acara dihadiri oleh Bupati Bantul Abdul Halim Muslih yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bantul Isdarmko, Rois Syuriah NU, Ketua Tanfidziyah, Pengurus Wilayah Pergunu, Ketua Pengurus Cabang NU Kabupaten Bantul, Ketua Badan Otonom NU Kabupaten Bantul, dan pengurus Pergunu Bantul.

Rapat Kerja pergunu  ini  mengambil tema “Konsolidasi guru-guru NU Kabupaten Bantul Menyongsong 1 Abad NU, Merawat Jagat, Membangun Peradaban”. Dalam sambutanya Ketua Pergunu Bantul  Miftakhul Bakhri berpesan agar anggota Pergunu turut berjuang dan memajukan pendidikan di Kabupaten Bantul. Melalui raker ini akan dikonsep satu tatanan kerja selama lima tahun ke depan. “Program satu tahun ini lebih kita prioritaskan pada peningkatan kinerja agar kualitas guru-guru kita menjadi lebih baik lagi,” pungkas Miftakhul Bakhri

Rapat Kerja pergunu  ini dibuka oleh Isdarmoko Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bantul.  Dalam sambutan disampaikan bahwa guru-guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) harus turut andil mengikuti perubahan kebijakan pendidikan yang telah dicanangkan oleh pemerintah. “Guru-guru adalah garda terdepan pendidikan yang dituntut memiliki peran untuk mewujudkan gerakan merdeka belajar yang sudah dicanangkan oleh Menteri Pendidikan saat ini. Kami berharap akan banyak guru yang ikut tergabung dalam guru penggerak yang saat ini keikutsertaannya masih minim,” ujar Isdarmoko.

Sementara itu, Imam Muhsin mewakili Ketua Tanfiziyah NU Cabang Bantul, berpesan bahwa Pergunu harus turut berkontribusi menyukseskan Annahdoh Atsaniah yang saat ini sedang digerakkan oleh pengurus cabang NU dan seluruh elemen NU di Kab Bantul. Hal ini senada yang disampaikan oleh Ketua Pengurus Wilayah Pergunu Yogyakarta, Syamsul Ma’arif Mujiharto. Dikatakan bahwa NU sebagai komunitas muslim yang jumlahnya terbesar di Indonesia sudah saatnya bergerak melalui organisasi yang ada di dalamnya.