Sejahteranya Guru Bahasa Indonesia

Nurul Susilowati Ningtias, S.Pd.
Guru Bahasa Indonesia SMP Maárif Gamping

Pergunu DIY – Gamping- Guru yang beruntung. Nurul Susilowati Ningtias, S.Pd. mengajar di SMP Ma’arif Gamping Sleman sedari 2010. Kualifikasinya sarjana guru Pendidikan Bahasa Indonesia. Nurul mengajar semua kelas; kelas 7 hingga 9. Lulusan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNY ini selain menjadi guru juga menjadi tim pengelola perpustakaan di civitasnya.

Nurul memiliki syarat formal guru profesional. Tenaga pengajar kelahiran Sleman memiliki segudang pengalaman, menghantarkan lulusan 9 angkatan di sekolah milik Nahdlatul Ulama tersebut.

Asam garam, suka dukanya guru baginya menambah berkah tersendiri. Anak didiknya 114 menjadi sumber inspirasinya berkarya. Pengidola seniman Indonesia Prof. Dr. Suminto A. Suyuti ini merasa semakin bermanfaat bersama SMP Ma’arif kebanggaan warga NU Gamping.

Membuat pintar murid bukanlah rekomendasi ataupun ikrar menjadi guru. Murid yang ngantuan, membolos, gaduh, tidak mendengarkan penjelasan, malas, tidak mengerjakan tugas baginya tidaklah identik murid bodoh ataupun nakal. Penyimpangan perilaku murid yang demikian adalah kenyataan dan peluang. Menyampaikan ilmu dan mendidikan mereka baginya tantangan.

Tiga tahun terakhir Nurul mendapati perubahan sekolahnya dinamis. Kepala sekolah, Retno Isti Pratiwi, S.Si. melakukan berbagam terobosan. Gedung baru dibangun, peralatan dan fasilitas pembelajaran distandarkan, perpustakaan dan laboratorium diberdayakan. Guru-guru mendapati spirit baru dan lebih berkembang.

Pemeo “Berilmu dan Religious” SMP Maárif Gamping diwujudkan dalam beragam program. Mujahadah rutin guru, karyawan, dan komite. Peningkatan kompetensi dan apresiasi guru karyawan. Kerjasama sekolah dan pondok pesantren (PP); PP Ar-Risalah Mlangi, PP Assalafiyah Mlangi, SDNU Sleman, MI Maárif Blendangan, MI Maárif Candran dan SMK Maárif 1 Yogyakarta.  

Izalatul jahli merupakan tugas mulia guru. Nurul dengan kaualifikasinya optimis siap menolong murid-murid mencapai perkembangan akademik dan bakat-bakatnya, baik yang tinggal di pondok maupun yang tinggal di rumahan bersama orang tua dan keluarga.

Guru yang mendapatkan reward sekolah tersebut merasa termotivasi dan senang hati lantaran usulan kegiatanya disambut baik kepala sekolah. Inisiasinya pembuatan modul pembelajaran diwujudkan dalam program peningkatan kompetensi guru.

Lingkungan sekolah yang terbarukan menjadi spirit baginya dan guru karyawan. Hal ihkwalnya guru sebagai insan pendidikan tidak cukup hanya melaksanakan pengajaran namun juga turut memikirkan bagaimana SMP Maárif Gamping kompetitif dan maju.

Sekolah yang ramai kegiatan tanda kemajuan. Jikalau datang ke sekolah hanya untuk mengajar, duduk di depan laptop, sibuk menumpuk tugas administrasi bagi alumni FBS UNY ini sungguh membosankan dan sangat melelahkan.

SMP Maárif Gamping menciptakan budaya baru. Sumber daya manusianya diangkat dan diberi tempat. Kesejahteraan guru dan karyawan diperhatikan. Inisiasi, pendapat, ide-ide dihargai dan ditumbuhkan. Reward prestasi diberlakukan. Nurul bersyukur lantaran kesejahteraan guru karyawan lima puluh persen menglami kenaikan dari tahun sebelumnya.

Guru Bahasa Indonesia ini berharap kedepan siswa bertambah banyak jumlahnya. Guru-guru produktif berkarya. Sekolah ramai dengan kegiatan. Guru karyawan kompak dukung mendukung. SMP Maárif Gamping kompetitif dan besar. (Ozan)