Tahun Pelajaran Perdana

GURU MA MANTAPKAN KOMPETENSI KEPRIBADIAN DAN PEDAGOGIK

MA Diponegoro Yogyakarta

Pergunu DIYDEPOK– Sudah jamak tahun pelajaran baru madrasah pun sekolah dimulai pada bulan Juli. Guna mendukung keberhasilan pembelajaran Madrasah Aliyah (MA) Diponegoro Yogyakarta bekali  guru-guru terkait kompetensi kepribadian dan pedagogik dengan menghadirkan kiyai dan pakar. Yakni KH Muhammad Syakir Ali MSi, dan Samsul Ma’arif Mujiharto SFil MA, pada Jum’at (1/7/2022).

Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Pangeran Diponegoro KH M Syakir Ali MSi berwasiat agar guru bersiap diri. Betapa hebatnya Pondok Sarang, Kajen, Matolek, Guyangan, Lirboyo, dst. “Jangan hanya  membincangkan orang lain yang hebat. Gantian, siapkan diri! Bagaimana kelak sekolah-sekolah NU di Sleman unggul dan Yogyakarta menjadi kebanggaan.”   

Sejak dahulu Diponegoro nekat. Namun Alhamdulillah oleh Allah diberikan amanah. Nyatanya banyak anak dititipkan pendidikannya di sini. Keberanian yang selalu diperbaiki oleh ahli insya-Allah akan berjalan. Konsep MA Diponegoro dengan pengantar bahasa Inggris. Kita akan mengadopsi sistem di Afkaaruna. Demikian Kiyai Syakir menambahkan.

Syarat wajib guru dua diantaranya memiliki kompetensi kepribadian dan pedagogik. Guru adalah uswah hasanah, ing ngarsa sung tuladha, role model bagi segenap murid, cakap mengelola pembelajaran, siap mensuksekan target pembelajaran dan mampu mewujudkan jaminan mutu madrasah. MA menghadirkan ahli dalam rangka membangun kurikulum madrasah dan asrama guna memantapkan kompetensi guru-guru.

Madipo membangun kurikulum madrasah dan asrama

Head of Abdul Djalil Sibaweh Foundation, KH Samsul Ma’arif Mujiharto S Fil MA memberikan bekal guru-guru MA Diponegoro bagaimana meramu program madrasah dan asrama. Organ madrasah ditata. Ikhtiar harus satu suara, sinergi di semua lini, mulai dari top leader, manager, teacher dst. Tiada toleransi dalam bahasa. Dalam praktik lebih baik diam dari pada tidak berbahasa Inggris.

Tidak paham tidak mengapa. Komunikasi dilakukan, dipraktikkan, dan diulang-ulang. Bacaan pendukung disediakan. Buku berbahasa Indonesia hanya disediakan dihari Ahad. Penghargaan prestasi diberikan berimbang dengan hukuman atas pelanggaran. Tiga bulan program intensif fokus bahasa Inggris dan ngaji Al-Quran. Komunikasi bukan menterjemahkan tetapi spontan, sebab praktik, latihan dan pembiasaan.  

Guru perlu memiliki komunitas. Praktik mengajar hendaknya dievaluasi rutin dan mendapatkan umpan balik kelebihan dan kekuranganya dari rekan sejawat. Kurikulum hal yang sudah pasti, maka plusnya adalah bagaimana madrasah dan guru membuat inovasi. Pendaftar murid baru tidak harus diterima semua. Kuatkan polanya. Tahun berikutnya niscaya mudah. Demikian Samsul mengingatkan. 

Samsul yang juga Ketua Pergunu DIY tersebut mengatakan, program dan guru-guru MA Diponegoro Yogyakarta sudah bagus. Ibarat bahan bakar sudah pertamax, kendaraanya Alphard, dukungan total dari top leader ada, senjatanya sudah lengkap, maka tinggal bagaimana menunjukkan keunggulan pendidikan dan mutu yang ditawarkan madrasah dibuahkan. Bj