Tahun Pelajaran Perdana

- Penulis

Kamis, 7 Juli 2022 - 11:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MA Diponegoro Yogyakarta

MA Diponegoro Yogyakarta

Pergunu DIYDEPOK– Sudah jamak tahun pelajaran baru madrasah pun sekolah dimulai pada bulan Juli. Guna mendukung keberhasilan pembelajaran Madrasah Aliyah (MA) Diponegoro Yogyakarta bekali  guru-guru terkait kompetensi kepribadian dan pedagogik dengan menghadirkan kiyai dan pakar. Yakni KH Muhammad Syakir Ali MSi, dan Samsul Ma’arif Mujiharto SFil MA, pada Jum’at (1/7/2022).

Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Pangeran Diponegoro KH M Syakir Ali MSi berwasiat agar guru bersiap diri. Betapa hebatnya Pondok Sarang, Kajen, Matolek, Guyangan, Lirboyo, dst. “Jangan hanya  membincangkan orang lain yang hebat. Gantian, siapkan diri! Bagaimana kelak sekolah-sekolah NU di Sleman unggul dan Yogyakarta menjadi kebanggaan.”   

Sejak dahulu Diponegoro nekat. Namun Alhamdulillah oleh Allah diberikan amanah. Nyatanya banyak anak dititipkan pendidikannya di sini. Keberanian yang selalu diperbaiki oleh ahli insya-Allah akan berjalan. Konsep MA Diponegoro dengan pengantar bahasa Inggris. Kita akan mengadopsi sistem di Afkaaruna. Demikian Kiyai Syakir menambahkan.

Syarat wajib guru dua diantaranya memiliki kompetensi kepribadian dan pedagogik. Guru adalah uswah hasanah, ing ngarsa sung tuladha, role model bagi segenap murid, cakap mengelola pembelajaran, siap mensuksekan target pembelajaran dan mampu mewujudkan jaminan mutu madrasah. MA menghadirkan ahli dalam rangka membangun kurikulum madrasah dan asrama guna memantapkan kompetensi guru-guru.

Madipo membangun kurikulum madrasah dan asrama

Head of Abdul Djalil Sibaweh Foundation, KH Samsul Ma’arif Mujiharto S Fil MA memberikan bekal guru-guru MA Diponegoro bagaimana meramu program madrasah dan asrama. Organ madrasah ditata. Ikhtiar harus satu suara, sinergi di semua lini, mulai dari top leader, manager, teacher dst. Tiada toleransi dalam bahasa. Dalam praktik lebih baik diam dari pada tidak berbahasa Inggris.

Tidak paham tidak mengapa. Komunikasi dilakukan, dipraktikkan, dan diulang-ulang. Bacaan pendukung disediakan. Buku berbahasa Indonesia hanya disediakan dihari Ahad. Penghargaan prestasi diberikan berimbang dengan hukuman atas pelanggaran. Tiga bulan program intensif fokus bahasa Inggris dan ngaji Al-Quran. Komunikasi bukan menterjemahkan tetapi spontan, sebab praktik, latihan dan pembiasaan.  

Baca Juga :  PERGUNU BANTUL JALIN MITRA PUSAT DAN PEMDA

Guru perlu memiliki komunitas. Praktik mengajar hendaknya dievaluasi rutin dan mendapatkan umpan balik kelebihan dan kekuranganya dari rekan sejawat. Kurikulum hal yang sudah pasti, maka plusnya adalah bagaimana madrasah dan guru membuat inovasi. Pendaftar murid baru tidak harus diterima semua. Kuatkan polanya. Tahun berikutnya niscaya mudah. Demikian Samsul mengingatkan. 

Samsul yang juga Ketua Pergunu DIY tersebut mengatakan, program dan guru-guru MA Diponegoro Yogyakarta sudah bagus. Ibarat bahan bakar sudah pertamax, kendaraanya Alphard, dukungan total dari top leader ada, senjatanya sudah lengkap, maka tinggal bagaimana menunjukkan keunggulan pendidikan dan mutu yang ditawarkan madrasah dibuahkan. Bj

Follow WhatsApp Channel www.pergunudiy.or.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menepis Khawatir, Menjemput Maslahat: Meneguhkan Komitmen ‘Pesantren Aman’ di Pondok Pesantren Diponegoro
Dilantik di Gedung DPD RI, PW Pergunu DIY Siap Mengawal Masa Depan Pendidikan NU dan Bangsa
Mengutamakan Kesejukan Organisasi, Dr Ariyanto Nugroho Terpilih Jadi Ketua Tanfidziyah PCNU Sleman
Songsong Konfercab XV PCNU Sleman, Sinergi Kemandirian Jam’iyah dan Penguatan Pendidikan Jadi Sorotan
Mengetuk Keberkahan Muharam lewat Lembar Kemudahan Pendidikan
Suara Shalawat di Sela Deru Mesin: Catatan Spiritual dari Perjalanan Jalur Langit SMK Diponegoro
Merawat Tradisi, Menjemput Masa Depan: Menyiapkan Generasi Emas Nahdliyin di Ekosistem Pendidikan Terintegrasi
Contoh Sambutan Perpisahan/Akhirussanah Kepala Sekolah Berbasis Pesantren
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:16 WIB

Menepis Khawatir, Menjemput Maslahat: Meneguhkan Komitmen ‘Pesantren Aman’ di Pondok Pesantren Diponegoro

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:57 WIB

Dilantik di Gedung DPD RI, PW Pergunu DIY Siap Mengawal Masa Depan Pendidikan NU dan Bangsa

Senin, 6 Juli 2026 - 14:00 WIB

Mengutamakan Kesejukan Organisasi, Dr Ariyanto Nugroho Terpilih Jadi Ketua Tanfidziyah PCNU Sleman

Jumat, 3 Juli 2026 - 20:19 WIB

Songsong Konfercab XV PCNU Sleman, Sinergi Kemandirian Jam’iyah dan Penguatan Pendidikan Jadi Sorotan

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:26 WIB

Mengetuk Keberkahan Muharam lewat Lembar Kemudahan Pendidikan

Berita Terbaru