Pergunu DIY –Yogyakarta, 28 Juni 2025 — Keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) dan dunia pesantren tanah air berduka atas wafatnya Ibu Nyai Hj. Durroh Nafisah Ali Maksum pada Sabtu, 28 Juni 2025 pukul 04.50 WIB di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta Barat.
Almarhumah merupakan salah satu tokoh perempuan terkemuka dalam lingkungan pesantren, pengasuh Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak Yogyakarta, dan A’wan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2022–2027.
Profil Singkat
Ibu Nyai Hj. Durroh Nafisah lahir di Bantul, 18 Agustus 1954. Beliau adalah putri keempat dari KH. Ali Maksum, ulama besar sekaligus Rais ‘Aam PBNU periode 1981–1984, dan Nyai Hasyimah Munawwir, yang berasal dari keluarga besar Pondok Pesantren Krapyak.
Sejak kecil, beliau tumbuh dalam tradisi pesantren dan dikenal sebagai pribadi yang tekun, disiplin, serta memiliki kecintaan yang tinggi terhadap Al-Qur’an. Semangat beliau dalam menuntut ilmu dan mengabdi kepada umat membentuknya menjadi sosok pendidik perempuan yang berwibawa.
Kiprah Pendidikan dan Pengasuhan
Sebagai pengasuh Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak, Ibu Nyai Hj. Durroh Nafisah memiliki perhatian khusus dalam pembinaan santri, khususnya santriwati. Beliau turut mengelola dan mengembangkan berbagai unit pendidikan di lingkungan pesantren, antara lain:
- Komplek Hindun-Annisa
- Beyt Tahfidz An-Nafisah
Keduanya menjadi pusat pendidikan Qur’ani yang menanamkan nilai-nilai keislaman, adab, dan akhlak kepada para santriwati.
Keterlibatan dalam Organisasi NU
Selain mengasuh pesantren, almarhumah juga aktif dalam struktur organisasi Nahdlatul Ulama. Dalam masa khidmat 2022–2027, beliau dipercaya sebagai salah satu A’wan PBNU. Kiprah beliau banyak berkontribusi pada pengembangan dakwah Qur’ani dan penguatan peran perempuan pesantren dalam kehidupan sosial keagamaan.
Keluarga Ulama dan Regenerasi Kepemimpinan
Almarhumah berasal dari keluarga besar ulama. Di antara saudara kandung beliau adalah:
- KH. Atabik Ali (wafat 2021), pakar ilmu nahwu dan mufassir
- Nyai Siti Hanifah Ali (wafat 2020)
- Nyai Ida Rufa’idah Ali
Beliau juga merupakan ibu dari Nyai Hindun Annisa, pengasuh Pondok Pesantren Hasyim Asy’ari Bangsri, Jepara, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris RMI PBNU periode 2022–2027.
Prosesi Pemakaman
Jenazah diberangkatkan dari RS Dharmais Jakarta pada pagi hari dan tiba di Krapyak, Yogyakarta, pada sore hari. Pemakaman dilaksanakan pada malam harinya di kompleks pemakaman keluarga besar Pondok Pesantren Krapyak.
KH. Hilmy Muhammad, keponakan sekaligus salah satu murid beliau, menyampaikan belasungkawa mendalam:
“Telah wafat guru saya, Pengasuh Program Tahfidzul Qur’an PP Krapyak, Allahuyarham Bulik Nyai Hj. Durroh Nafisah Ali Maksum. Semoga Allah menerima amal ibadah beliau dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.”
Nyai Hj. Durroh Nafisah dikenang sebagai sosok yang istiqamah dalam perjuangan dakwah, pendidikan, dan pembinaan santri. Beliau adalah panutan bagi santriwati dalam menjaga akhlak, kedisiplinan, serta semangat menuntut ilmu dan mengamalkan Al-Qur’an.
Warisan beliau akan terus hidup melalui generasi santri penghafal Qur’an, para pengasuh muda, dan lembaga pendidikan yang beliau bina.
Kepulangan beliau adalah kehilangan besar bagi dunia pesantren dan NU secara umum. Namun, semangat dan keteladanan yang beliau tinggalkan akan senantiasa menjadi inspirasi perjuangan dalam dunia pendidikan Islam.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau dan menempatkannya di sisi-Nya, bersama para kekasih-Nya. Aamiin.









