PERGUNU DIY-Yogyakarta – Menyongsong agenda Pelantikan Pengurus Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PW PERGUNU) Daerah Istimewa Yogyakarta, jajaran pengurus PW PERGUNU DIY terus menguatkan konsolidasi organisasi melalui sowan dan silaturahim kepada para kiai serta tokoh Nahdlatul Ulama. Salah satu agenda silaturahim dilakukan kepada Ketua RMI NU DIY, Gus Nilzam, yang menyambut baik gerak langkah PW PERGUNU DIY dalam memperkuat sinergi pendidikan pesantren, madrasah, dan sekolah di wilayah DIY.
Dalam pertemuan tersebut, Gus Nilzam mengusulkan agar agenda Temu Kiai dan Tokoh NU se-DIY dilaksanakan pada 21 Juni, mengingat pada 20 Juni para kiai pesantren memiliki agenda Damparan di Pondok Pesantren Al-Imdad. Ia juga mendorong PW PERGUNU DIY untuk mengidentifikasi dan merekomendasikan sasaran peserta kegiatan Bedah TKA–UTBK bagi guru sekolah dan madrasah dari pesantren besar se-DIY yang mencakup Sleman, Kota Yogyakarta, Bantul, Gunungkidul, dan Kulon Progo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Gus Nilzam menegaskan dukungan penuh terhadap kegiatan-kegiatan kepergunuan PW PERGUNU DIY agar berjalan sinergis dengan RMI, LPM NU, serta stakeholder pendidikan lainnya. Untuk kelancaran program Bedah TKA–UTBK, PW PERGUNU DIY juga menjajaki kerja sama lintas lembaga dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Kanwil Kementerian Agama DIY, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY, serta unsur NU terkait lainnya, termasuk rencana kolaborasi akademik bersama Dr. Sigit Sanyata, M.Pd dari UNY.
Pada kesempatan itu, Gus Nilzam juga menyampaikan apresiasi atas keterlibatan tokoh pesantren, termasuk salah satu tokoh pengasuh Pondok Pesantren Krapyak yang dijadikan tokoh PERGUNU, sebagai bentuk penguatan peran ulama dalam mengawal gerakan pendidikan NU. Ia mengajak seluruh elemen NU, khususnya para pendidik, untuk bersama-sama menjaga generasi muda di tengah derasnya tantangan zaman dan perkembangan dunia pendidikan yang semakin cepat.
Gus Nilzam turut menambahkan nasihat penting yang menjadi pesan klasik di lingkungan pesantren: “Man tafaqqoha wa lam tashawwafa tafassaqa, wa man tashawwafa wa lam yatafaqqoh tazandaqo”. Pesan ini menegaskan bahwa ilmu agama (tafaqquh) harus berjalan seiring dengan pembinaan akhlak dan tasawuf, agar pendidikan tidak melahirkan pribadi yang kering spiritual atau menyimpang dari tuntunan syariat.



Menanggapi hal tersebut, PW PERGUNU DIY menegaskan komitmennya untuk terus ikut mengawal pendidikan pesantren, madrasah, dan sekolah, agar tetap berada dalam jalur keseimbangan antara keilmuan, adab, dan spiritualitas. Dengan rangkaian sowan, silaturahim, dan penguatan kolaborasi ini, PW PERGUNU DIY optimis pelantikan pengurus akan berlangsung lancar dan menjadi titik awal penguatan gerakan guru NU yang lebih solid, progresif, serta berdampak nyata bagi kemajuan pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta.










