Turba Terminasi, PCNU Sleman Bersiap Bangkit Menjalankan Roda Organisasi

Turba 5 Ramadan PWNU DIY
Turba 5 Ramadan PWNU DIY

Pergunu DIY –Depok- PCNU Sleman siap menerima informasi dan apa-apa yang harus dilaksanakan pengurus. Kami akan lanjutkan program luncuran PWNU sensus warga NU. Target organisasi mengejar dan menyusul progres PCNU lain. Demikian sambutan Ketua baru, H Sidik Pramono SAg MSi dalam putaran terakhir  Turba PWNU DIY di PPP Diponegoro, Rabu (05/05/2021).

Drs KH M Syakir Ali MSi selaku tuan rumah dan sekaligus Rois Syuriah PCNU Sleman berbahagia bisa ber-NU-kembali. Lama kita tidak mampu ber-NU lantara ada tamu covid-19. Drs KH Masúd Masduqi mengucapkan selamat konferensi cabang berjalan demokratis dan sukses. Kepada jajaran calon pengurus PCNU Ketua Rois Syuriah tersebut bertausiyah, “Jangan setengah-setengah menjalankan kepemimpinan dan roda organisasi.”

Keiklasan ketulusan Romo Kiyai Syakir luar biasa kerso turun gunung untuk bangkit bersama-sama demi NU. Nabi Muhammad nabiyullah terakhir dengan tantangan yang super berat, rumit dan penuh batu penarung kemudian sukses menjalankan misinya. Turba terakhir ini semoga demikian, membawa manfaat dan sukses untuk Sleman.” Demikian pinta Mbah Rois menambahkan.     

Tak lupa Wakil Ketua PWNU DIY, H Fahmy Akbar Idries MM mengucapkan selamat atas terpilihnya H Sidik Pramono SAg MSi sebagi ketua Tanfidziyah dan Drs KH Muhammad Syakir Ali MSi sebagai Rosi Syuriah PCNU Sleman masa bakti 2021-2026.

Sebagaimana turba sebelumnya PWNU DIY pada turba terminasi jua melaporkan hal yang sama yakni; SITAKI, muktamar, NU award, PT Jogja Istimewa Berkah (JIB), Yayasan Khaira Ummah, pembangunan UNU Yogyakarta, rencana evaluasi KOIN dan ambulan, raperda pesantren, dan sawalan.

PWNU DIY berpesan jaga kerukunan. Beban masalah yang cukup berat bisa selesai jika seluruh jajaran pengurus bersatu padu. Tercatat SITAKI warga NU Sleman baru 3838 jiwa terlalu rendah capaianya. Program pengkaderan juga paling lambat. Bahkan peserta yang terdaftar terbanyak justru dari warga bukan dari pengurus.

Sleman memiliki potensi banyak. Penghasilan warga 500.000-1.000.000 jauh lebih baik dari daerah lain. Dirut PT JIB, Abdul Muiz dari Sleman, Ketua-sekretaris Pergunu Samsul-Fauzan juga dari Sleman. Pula Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Jogja diinisiasi kader Sleman, Gus Zarán dkk. Demikian Fahmy membeberkan kondisi dan potensi Sleman.

KH Mukhtar Salim MPdI, Sekretaris PWNU DIY, menambahkan untuk dapat mendukung sensus warga NU, ada baiknya PCNU Sleman menyiapkan perangkatnya terlebih dahulu. SDM diperkuat dan dilengkapi sampai ketingkat desa. Berikutnya bergerak simultan. Progres berjalan serempak dan sistemik. PCNU Bantul dan Nungki melakukan tips ini walhasil berjalan efektif dan produktif.

Katib Syuriah PWNU DIY, KH Hasan Abdullah merefleksikan bahwa turba merupakan forum bersama, ajang dialog pengurus, dan ada di sini dinamikanya organisasi. NU hari ini dan yang akan datang masih menjadi pemain tunggal. Berbagai kekuatan politik, sosial, ekonomi dan idiologi mengepung NU. Rencana besarnya NU dipinggirkan, dihabisi dan dibuang dari bingkai NKRI.   

Sensus warga NU menjadi kebutuhan serius organisasi. SITAKI menyediakan data penting sehingga arah perjuangan NU kedepan mampu memenangi segala tantangan. NU secara idiologi takkan pernah mati. Namun secara organisasi bisa saja mati, jika tidak dikelola dan diperjuangkan dengan baik. Data SITAKI warga NU modal penting yang nanti menjadi daya tawar untuk berbagai kepentingan organisasi.

Melalui program sensus warga, sumber daya NU kita gali dan kita jadikan amunisi bersama bahwa NU memiliki jamaah yang terdidik dan terbesar. NU menjadi jamiyah yang kuat dan solid, melindungi dan mengayomi. NU menjadi kekuatan besar yang turut serta mengelola negeri, Sleman yang kita cintai. Demikian Pengasuh Pondok Pesantren Assalafiyyah Mlangi tersebut mengingatkan dan menguatkan. (Bj)