Duta Pembelajaran Darurat Covid di Rumah Murid

- Penulis

Minggu, 26 Desember 2021 - 10:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Guru tangkas murid cergas

Guru tangkas murid cergas

Pergunu DIY –GAMPING– Ada tanda-tanda harapan baik. Keajaiban dalam kedaruratan senantiasa diminta dalam doa-doa munajat kita semua. Sekolah Kembali dibuka. Murid guru bertemu seperti sedia kala, alami dan manusiawi. Zona hijau di Sleman disyukuri. SDNU melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas di rumah warga. Fauzan dan Istiqomah terjun menghampiri santri-santri belajar dan mengaji di rumah Ananda Zada, pada Kamis 13/8/20.  

Murid itu masa depan. Murid itu aset baru bangsa. Tunas bangsa ini pembawa harapan. Tunas bangsa ini akan menjadi jariah kita semua. Jarinya kita investasi jangka Panjang, menanam cita-cita. Darinya kita menabung bahagia. Mereka anak kita, para santri yang memiliki bakat dan potensi diri. Guru tangkas, murid kan cergas -cerdas dan trengginas.

Baca Juga :  Bedug Penanda Zaman

Covid-19 datang bukan karena diundang. Doa keselamatan `segenap penduduk bumi terus berkumandang.  Di rumah-rumah, musola, surau atau di masjid, qunut nazilah diamini peserta salat jamaah. Tidak hanya di Indonesia tetapi juga di manca negara coronavirus mewabah. Kita tidak boleh diam, lebih-lebih abai. Sebagaimana yang dilakukan Istiqomah, SPdI duta pembelajaran SDNU Sleman sedang menunaikan tugas kunjungan belajar di rumah murid.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pandemi corona itu kiamat ringan. Pandemi covid itu kiamat kecil, sementara sifatnya. Wabah, pandemi, dan cobaan semacamnya merupakan kehendak Adi Maha Kuasa Allah Swt. Iman kita mengingatkan. Iman kita menguatkan. Iman kita menyelamatkan. Allah Ar-Rahim sedang menguji hamba-Nya. Doa, kesadaran, keiklasan, dan perjuangan menjadi wasilah diangkatnya wabah covid-19 yang melanda penduduk bumi.

Baca Juga :  Bad Influencers : Antitesis Pendidikan Karakter

Kita tidak boleh lemah kehilangan kekuatan. Murid-murid pemangku masa depan harus tetap bisa belajar. Mereka penerus bangsa yang harus kita siapkan. Wabah menyembunyikan celah penyelesaian. Beruntung kita dibekali pedoman mu’jizat kanjeng Nabi Muhammad Saw Um-Mulkitab, Al-Quran Al-Karim. Kabar gembira mulai kita buka bersama. Beragam skenario pembelajaran dan pelayanan sekolah terus dilakukan.

Guru datang murid senang. Menghampiri mereka lebih dekat meski dalam tempo sangat singkat memberi beribu manfaat. Orang tua bahagia, meski kesulitan-kesulitan tidak terjawab semua. Kerjasama tri pusat pendidikan; guru, orang tua, dan warga desa, sekolah, keluarga, dan masyarakat saat ini sedang kita praktikkan, pembelajaran darurat di rumah murid. (Bj)

Follow WhatsApp Channel www.pergunudiy.or.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GURU: KEPAKAN KECIL YANG MENGGERAKKAN PERADABAN
Drama Minta “Boyong”: Saat Anak Merengek Berhenti Mondok, Orang Tua Harus Apa?
Tirakat Menahan Rindu: Kenapa Terlalu Sering ‘Nyambang’ Anak di Pondok Justru Bikin Runyam
Penguatan Keharmonisan Manusia dan Alam Melalui Takwa Diagonal
Membongkar Kesalahan Logika dalam Kritik Terhadap NU
Ujung Akhir dari Segala Ilmu
TEKNIK AMALAN JUM’AT TERAKHIR BULAN RAJAB
STRATEGI MEMILIH PEMIMPIN
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:31 WIB

GURU: KEPAKAN KECIL YANG MENGGERAKKAN PERADABAN

Kamis, 30 April 2026 - 08:18 WIB

Drama Minta “Boyong”: Saat Anak Merengek Berhenti Mondok, Orang Tua Harus Apa?

Kamis, 30 April 2026 - 07:23 WIB

Tirakat Menahan Rindu: Kenapa Terlalu Sering ‘Nyambang’ Anak di Pondok Justru Bikin Runyam

Minggu, 21 Desember 2025 - 21:16 WIB

Penguatan Keharmonisan Manusia dan Alam Melalui Takwa Diagonal

Kamis, 6 November 2025 - 11:48 WIB

Membongkar Kesalahan Logika dalam Kritik Terhadap NU

Berita Terbaru