PWNU dan PCNU se-DIY Serukan Khidmah Bermartabat di Muktamar Ke-35 NU: Jaga Marwah, Jauhi Politik Transaksional

- Penulis

Jumat, 31 Juli 2026 - 04:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

YOGYAKARTA, PERGUNU DIY – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta bersama seluruh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-DIY menyerukan pentingnya menjaga marwah jam’iyah dalam menyongsong Muktamar Ke-35 NU yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Melalui Rapat Koordinasi yang digelar di Kantor PWNU DIY pada Rabu (29/7/2026), struktur jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah se-DIY secara bulat mengimbau agar perhelatan tertinggi organisasi tersebut mengedepankan akhlakul karimah, menjauhi politik transaksional, serta membebaskan diri dari intervensi kekuatan politik maupun modal.

Langkah ini diambil untuk memastikan agar Muktamar Ke-35 NU tidak sekadar menjadi ajang pergantian kepemimpinan, melainkan sarana peneguhan khittah dan penguatan khidmah NU bagi keumatan dan kebangsaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Musyawarah untuk Merawat Amanah Muassis

Rois Syuriyah PWNU DIY, KH Mas’ud Masduki, menegaskan bahwa Muktamar NU pada hakekatnya adalah ruang permusyawaratan yang mulia untuk merawat nilai-nilai warisan para muassis (pendiri) Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu, adab dan keikhlasan harus menjadi landasan utama.

“Muktamar NU harus menjadi teladan dalam berdemokrasi yang berlandaskan akhlakul karimah. Seluruh peserta hendaknya menjunjung tinggi adab, ukhuwah, dan keikhlasan dalam bermusyawarah. Jangan sampai muktamar yang mulia ini tercemari oleh praktik-praktik politik transaksional yang bertentangan dengan nilai-nilai perjuangan Nahdlatul Ulama,” tutur KH Mas’ud Masduki.

Kiai Mas’ud menambahkan bahwa tradisi Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah senantiasa mengajarkan agar setiap keputusan organisasi ditujukan demi kemaslahatan umat (maslahat al-ammah), bukan didorong oleh kepentingan pragmatis jangka pendek.

Baca Juga :  Dilantik di Gedung DPD RI, PW Pergunu DIY Siap Mengawal Masa Depan Pendidikan NU dan Bangsa

Menjaga Independensi dan Spirit Tambakberas

Senada dengan hal tersebut, Ketua Tanfidziyah PWNU DIY, Dr H Ahmad Zuhdi Muhdlor, M.Hum, menyampaikan pentingnya menjaga kemandirian organisasi agar keberkahan jam’iyah tetap terjaga. Kepemimpinan NU, menurutnya, harus lahir dari rekam jejak pengabdian yang tulus.

“Kami menyerukan kepada seluruh warga Nahdliyin untuk bersama-sama menjaga Muktamar Ke-35 agar tetap mandiri dan bermartabat. Segala bentuk intervensi kekuatan politik maupun bisnis harus ditolak. Kepemimpinan NU harus lahir dari mekanisme organisasi yang sehat, berdasarkan kapasitas, integritas, dan rekam jejak pengabdian, bukan karena pengaruh kekuasaan ataupun kekuatan modal,” tegas Dr Ahmad Zuhdi Muhdlor.

Ia juga menyoroti nilai historis dipilihnya Pesantren Tambakberas sebagai lokasi Muktamar. Menurutnya, Tambakberas adalah salah satu kawah candradimuka perjuangan dan pengkaderan ulama NU sejak era awal penataan organisasi.

“Spirit Tambakberas adalah spirit perjuangan, keilmuan, dan pengabdian. Nilai-nilai itulah yang harus menjadi ruh dalam penyelenggaraan Muktamar Ke-35 sehingga mampu melahirkan kepemimpinan yang istiqamah menjaga khittah dan membawa kemajuan bagi NU pada abad keduanya,” pungkasnya.

PWNU DIY dan PCNU se-DIY mengimbau seluruh warga Nahdliyin di mana pun berada untuk bersama-sama mendoakan dan mengawal perhelatan Muktamar Ke-35 NU agar berjalan secara damai, sejuk, dan menghasilkan keputusan-keputusan strategis bagi kemaslahatan agama, bangsa, dan kemanusiaan.

Penulis : Raul

Editor : R Dipadilaga

Sumber Berita: Nahnu TV

Follow WhatsApp Channel www.pergunudiy.or.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menepis Khawatir, Menjemput Maslahat: Meneguhkan Komitmen ‘Pesantren Aman’ di Pondok Pesantren Diponegoro
Dilantik di Gedung DPD RI, PW Pergunu DIY Siap Mengawal Masa Depan Pendidikan NU dan Bangsa
Mengutamakan Kesejukan Organisasi, Dr Ariyanto Nugroho Terpilih Jadi Ketua Tanfidziyah PCNU Sleman
Songsong Konfercab XV PCNU Sleman, Sinergi Kemandirian Jam’iyah dan Penguatan Pendidikan Jadi Sorotan
Mengetuk Keberkahan Muharam lewat Lembar Kemudahan Pendidikan
Suara Shalawat di Sela Deru Mesin: Catatan Spiritual dari Perjalanan Jalur Langit SMK Diponegoro
Merawat Tradisi, Menjemput Masa Depan: Menyiapkan Generasi Emas Nahdliyin di Ekosistem Pendidikan Terintegrasi
Contoh Sambutan Perpisahan/Akhirussanah Kepala Sekolah Berbasis Pesantren
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 04:28 WIB

PWNU dan PCNU se-DIY Serukan Khidmah Bermartabat di Muktamar Ke-35 NU: Jaga Marwah, Jauhi Politik Transaksional

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:16 WIB

Menepis Khawatir, Menjemput Maslahat: Meneguhkan Komitmen ‘Pesantren Aman’ di Pondok Pesantren Diponegoro

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:57 WIB

Dilantik di Gedung DPD RI, PW Pergunu DIY Siap Mengawal Masa Depan Pendidikan NU dan Bangsa

Senin, 6 Juli 2026 - 14:00 WIB

Mengutamakan Kesejukan Organisasi, Dr Ariyanto Nugroho Terpilih Jadi Ketua Tanfidziyah PCNU Sleman

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:26 WIB

Mengetuk Keberkahan Muharam lewat Lembar Kemudahan Pendidikan

Berita Terbaru