Contoh Sambutan Perpisahan/Akhirussanah Kepala Sekolah Berbasis Pesantren

- Penulis

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Haflah Akhirussanah, Wisuda dan Pelepasan Siswa Siswi MTs dan MA Nur Iman Mlangi
oleh : Ahmad Faozi, Kepala Mts Nur Iman, Sekretaris PW PERGUNU DIY

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yang kami hormati para alim ulama Mlangi, para masyayikh, dzuriyyah muassis Pondok Pesantren Nur Iman Mlangi, yang kami hormati segenap pengurus Yayasan Nur Iman, para asatidz wal asatidzah, bapak ibu guru, seluruh civitas akademika MTs dan MA Nur Iman Mlangi, yang kami muliakan bapak ibu wali santri, serta anak-anakku tercinta para wisudawan dan wisudawati MTs dan MA Nur Iman Mlangi yang kami banggakan.

Alhamdulillah, pada hari yang penuh berkah ini kita dipertemukan Allah SWT dalam majelis yang mulia, majelis penuh syukur, penuh haru, penuh doa, sekaligus penuh harapan. Hari ini bukan sekadar acara perpisahan, bukan sekadar pembagian ijazah, tetapi hari ini adalah hari panen doa, hari di mana perjuangan panjang para orang tua, para guru, dan anak-anak kita mulai menampakkan hasilnya.

Atas nama madrasah, dengan penuh rasa syukur kepada Allah SWT, kami mengumumkan bahwa tingkat kelulusan MTs dan MA Nur Iman Mlangi tahun pelajaran ini Alhamdulillah lulus 100 persen. Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar… Ini bukan sekadar angka, tetapi hasil dari perjuangan panjang, hasil dari bangun sebelum subuh, hasil dari hafalan yang diulang setiap malam, hasil dari kesabaran para guru mendidik tanpa lelah, dan hasil dari air mata serta doa orang tua yang tidak pernah putus untuk anak-anaknya.

Bapak ibu wali santri yang kami hormati, apa panjenengan tidak bangga? Anak-anak panjenengan hari ini tidak hanya pulang membawa ijazah, tetapi membawa ilmu agama, membawa adab, membawa hafalan Al-Qur’an, membawa keberkahan pesantren, dan membawa doa-doa langit. Di luar sana banyak anak lulus sekolah hanya membawa nilai akademik, tetapi anak-anak Nur Iman hari ini pulang membawa cahaya ilmu dan agama.

Di antara mereka ada yang hafal Al-Qur’an 16 juz, ada yang 14 juz, ada yang 11 juz, dan minimal mereka hafal Juz 30 beserta surat-surat pilihan seperti Yasin, Ar-Rahman, Al-Waqi’ah, Al-Mulk atau Tabarak, serta surat-surat lainnya yang insyaAllah akan menjadi penerang kubur mereka dan kedua orang tuanya kelak. Tidak hanya itu, minimal mereka juga hafal 40 hadits, belajar akhlak Nabi Muhammad SAW, belajar menghormati guru dan orang tua, belajar hidup disiplin dan mandiri.

Baca Juga :  Guru-guru Diponegoro Studi Tiru Madrasah Internasional

Anak-anak kita juga belajar membaca kitab kuning, belajar nahwu dan sharaf, belajar fiqih, tauhid, tafsir, dan ilmu agama lainnya. Mereka sudah mampu menjadi imam tahlil, memimpin doa, tampil pidato di depan umum, serta terbiasa hidup sederhana dan mandiri jauh dari orang tua. Bahkan alhamdulillah banyak di antara mereka yang meraih prestasi akademik maupun non akademik di berbagai perlombaan. Maka sesungguhnya yang hari ini lulus bukan anak biasa, mereka adalah calon pemimpin umat, calon penjaga agama, dan calon penerus perjuangan para ulama.

Hadirin rahimakumullah, kami menyaksikan sendiri perjalanan anak-anak ini, dulu datang ke pesantren dengan wajah polos, ada yang masih menangis ketika ditinggal orang tua, ada yang belum terbiasa hidup disiplin, ada yang masih sulit bangun malam, namun hari ini mereka berdiri dengan wajah yang lebih dewasa, hati yang lebih kuat, dan akhlak yang mulai tertata. Yang paling membahagiakan bagi kami bukan sekadar nilai rapor mereka, tetapi ketika melihat mereka mulai mencintai Al-Qur’an, mulai menjaga shalat berjamaah, mulai hormat kepada guru, dan mulai memahami arti adab dan akhlak.

Anak-anakku para wisudawan, hari ini kalian boleh lulus sekolah, tetapi jangan pernah merasa lulus dari belajar. Tetaplah menjadi santri sampai kapan pun dan di mana pun kalian berada, karena santri bukan hanya identitas ketika mondok, tetapi karakter hidup. Santri adalah orang yang dekat dengan ilmu, dekat dengan ulama, dekat dengan masjid, dan dekat dengan Allah SWT.

Bermimpilah setinggi-tingginya, jangan takut memiliki cita-cita besar. Kalau ingin menjadi dokter, jadilah dokter yang menjaga syariat, kalau ingin menjadi pejabat, jadilah pejabat yang amanah, kalau ingin menjadi pengusaha, jadilah pengusaha yang jujur, dan kalau ingin menjadi pemimpin, jadilah pemimpin yang takut kepada Allah SWT. Sebagaimana dawuh hikmah, كُنْ رَجُلًا رِجْلُهُ فِي الثَّرَى وَهَامَتُهُ فِي الثُّرَيَّا, “Jadilah manusia yang kakinya tetap berpijak di bumi, namun cita-citanya menjulang tinggi hingga bintang-bintang.”

Bapak ibu wali santri yang dirahmati Allah, terima kasih atas kepercayaan besar yang telah panjenengan berikan kepada kami. Kami sadar, yang panjenengan titipkan bukan sekadar anak, tetapi masa depan keluarga, harapan hidup, bahkan keselamatan akhirat panjenengan. Mendidik anak bukan perkara ringan, kadang guru harus tegas, kadang harus bersabar menghadapi kenakalan santri, namun semua itu kami lakukan karena cinta dan karena kami ingin anak-anak ini menjadi anak yang selamat dunia dan akhirat.

Baca Juga :  Roadshow: Seminar dan Diskusi Buku “Santri Indonesia di Tiongkok”

Hari ini anak-anak kita lulus, ada yang lulus MTs dan ada yang lulus MA, namun perlu kami sampaikan dengan penuh harap, lulus sekolah bukan berarti selesai mondok. Pintu pesantren ini mboten pernah tertutup. Bagi yang lulus MTs, jenjang MA Nur Iman siap menyambut mereka, dan bagi yang lulus MA, pesantren ini juga siap menjadi tempat mereka tetap mengaji sambil melanjutkan kuliah. Karena tantangan zaman hari ini sungguh berat, pergaulan bebas semakin terbuka, media sosial semakin liar, dan akhlak semakin diuji, maka kalau masih ada tempat yang menjaga shalat anak-anak kita, menjaga Al-Qur’annya, menjaga akhlaknya, menjaga pergaulannya, mengapa harus tergesa-gesa dilepas?

Melalui majelis yang mulia ini kami memohon dengan segala kerendahan hati, “Mangga bapak ibu, titipkan terus anak-anak ini di pesantren.” Biarkan mereka tetap dekat dengan Al-Qur’an, tetap mendengar adzan setiap waktu, tetap duduk di hadapan para guru, dan tetap hidup dalam lingkungan yang menjaga iman mereka. Namun apabila panjenengan memilih membawa mereka pulang atau melanjutkan di luar pesantren, tentu itu hak panjenengan sepenuhnya, tetapi mohon renungkan baik-baik, karena pendidikan agama anak bukan hanya urusan dunia, tetapi juga urusan akhirat.

Anak-anakku para wisudawan, kalau nanti kalian sukses jangan lupa sujud, kalau nanti kalian berhasil jangan lupa orang tua dan guru-guru kalian, karena ada air mata ibu di setiap keberhasilan kalian, ada kerja keras ayah di setiap langkah kalian, dan ada doa guru-guru kalian dalam setiap ilmu yang kalian dapatkan. Percayalah, doa guru yang ikhlas mampu membuka pintu langit.

Jika suatu hari nanti hidup terasa berat, jika kalian kehilangan arah, jika dunia terasa sempit, maka pulanglah ke pesantren, pulanglah ke majelis ilmu, dan pulanglah kepada Allah SWT, karena sejauh apa pun kalian pergi, pesantren ini akan selalu menjadi rumah bagi kalian.

Akhirnya, kami doakan semoga seluruh wisudawan dan wisudawati MTs dan MA Nur Iman Mlangi menjadi generasi Qur’ani, generasi yang alim, berakhlak, sukses dunia akhirat, menjadi kebanggaan orang tua, agama, bangsa, serta menjadi penerus perjuangan para ulama.

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Follow WhatsApp Channel www.pergunudiy.or.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kyai Nur Zaidin: Ulama Pejuang Diponegoro dan Perintis Dakwah Pesantren di Banyumas
Biografi Kyai Tasliman: Penjaga Sunyi Warisan Dakwah dan Jejak Perjuangan Diponegoro
Songsong Pelantikan, PW PERGUNU DIY Perkuat Jejaring dengan RMI dan UNY
Sambut Dawuh Sultan HB X, PW Pergunu DIY Siap Integrasikan PKJ di Madrasah
Konsolidasi Awal Kepengurusan, PW PERGUNU DIY Matangkan Pelantikan dan Bedah SK Masa Khidmat 2026–203
OPEN KONTRIBUTOR WEBSITE PW PERGUNU DIY
GURU: KEPAKAN KECIL YANG MENGGERAKKAN PERADABAN
PENDATAAN ANGGOTA DAN PENGURUS PW PERGUNU DIY
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:17 WIB

Contoh Sambutan Perpisahan/Akhirussanah Kepala Sekolah Berbasis Pesantren

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:20 WIB

Kyai Nur Zaidin: Ulama Pejuang Diponegoro dan Perintis Dakwah Pesantren di Banyumas

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:13 WIB

Biografi Kyai Tasliman: Penjaga Sunyi Warisan Dakwah dan Jejak Perjuangan Diponegoro

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:46 WIB

Songsong Pelantikan, PW PERGUNU DIY Perkuat Jejaring dengan RMI dan UNY

Jumat, 8 Mei 2026 - 23:17 WIB

Sambut Dawuh Sultan HB X, PW Pergunu DIY Siap Integrasikan PKJ di Madrasah

Berita Terbaru