Suara Shalawat di Sela Deru Mesin: Catatan Spiritual dari Perjalanan Jalur Langit SMK Diponegoro

- Penulis

Jumat, 26 Juni 2026 - 07:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pagi belum sepenuhnya benderang di Depok, Sleman, ketika deretan mesin stasioner dan komputer di ruang-ruang praktik SMK Diponegoro masih terkunci rapat. Namun, di halaman sekolah, geliat kehidupan sudah dimulai lebih awal. Rabu itu, selembar agenda penting tidak menuntut para guru untuk memegang spidol atau memeriksa modul ajar. Hari itu, mereka sedang bersiap menempuh perjalanan yang mereka sebut dengan takzim: Ziarah Ikhtiar Jalur Langit.

Di gerbang depan, sebuah spanduk kecil bertuliskan target Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027 terpampang. Bagi sebuah sekolah kejuruan, lembar kalender ini adalah musim pembuktian—titik di mana kerja keras promosi diuji oleh minat masyarakat. Namun, alih-alih hanya bertahan di balik meja komputer memantau grafik pendaftar, keluarga besar sekolah ini memilih melangkah keluar, menemui sejarah, dan mengetuk pintu langit.

Baca Juga :  Pergunu Bantul-STEBI Al Muhsin Yogyakarta Menyelenggarakan PEBILINA

“Ikhtiar lahiriah dan batiniah itu harus berjalan beriringan,” ungkap Kepala SMK Diponegoro Depok, Moh Afifi SThI, di sela keberangkatan. Suaranya tenang, namun menyiratkan keyakinan yang dalam. “Program peningkatan mutu dan promosi sudah kami maksimalkan. Tapi di atas semua itu, ada ruang tawakal yang tidak boleh kosong.”

Roda bus pun berputar, membelah aspal Yogyakarta menuju tiga titik pusara tokoh peradaban. Perjalanan batin ini dirancang melintasi batas tiga kabupaten, sebuah rute yang merajut benang merah perjuangan masa lalu dengan harapan masa depan.

Tujuan pertama adalah Pandak, Bantul. Di makam Syekh Baidlowi, rombongan bersila di atas tikar. Deru angin sawah berpadu dengan lantunan tahlil yang mulai mengalun serempak. Di tempat ini, para pendidik seakan diingatkan bahwa ketulusan adalah fondasi utama dari setiap lembaga yang ingin berumur panjang.

Penulis : Ris

Editor : Rumi Risang

Sumber Berita: SMK Diponegoro Depok

Follow WhatsApp Channel www.pergunudiy.or.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menepis Khawatir, Menjemput Maslahat: Meneguhkan Komitmen ‘Pesantren Aman’ di Pondok Pesantren Diponegoro
Dilantik di Gedung DPD RI, PW Pergunu DIY Siap Mengawal Masa Depan Pendidikan NU dan Bangsa
Mengutamakan Kesejukan Organisasi, Dr Ariyanto Nugroho Terpilih Jadi Ketua Tanfidziyah PCNU Sleman
Songsong Konfercab XV PCNU Sleman, Sinergi Kemandirian Jam’iyah dan Penguatan Pendidikan Jadi Sorotan
Mengetuk Keberkahan Muharam lewat Lembar Kemudahan Pendidikan
Merawat Tradisi, Menjemput Masa Depan: Menyiapkan Generasi Emas Nahdliyin di Ekosistem Pendidikan Terintegrasi
Contoh Sambutan Perpisahan/Akhirussanah Kepala Sekolah Berbasis Pesantren
Kyai Nur Zaidin: Ulama Pejuang Diponegoro dan Perintis Dakwah Pesantren di Banyumas
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:16 WIB

Menepis Khawatir, Menjemput Maslahat: Meneguhkan Komitmen ‘Pesantren Aman’ di Pondok Pesantren Diponegoro

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:57 WIB

Dilantik di Gedung DPD RI, PW Pergunu DIY Siap Mengawal Masa Depan Pendidikan NU dan Bangsa

Senin, 6 Juli 2026 - 14:00 WIB

Mengutamakan Kesejukan Organisasi, Dr Ariyanto Nugroho Terpilih Jadi Ketua Tanfidziyah PCNU Sleman

Jumat, 3 Juli 2026 - 20:19 WIB

Songsong Konfercab XV PCNU Sleman, Sinergi Kemandirian Jam’iyah dan Penguatan Pendidikan Jadi Sorotan

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:26 WIB

Mengetuk Keberkahan Muharam lewat Lembar Kemudahan Pendidikan

Berita Terbaru