Dilantik di Gedung DPD RI, PW Pergunu DIY Siap Mengawal Masa Depan Pendidikan NU dan Bangsa

- Penulis

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

YOGYAKARTA, PERGUNU DIY – Pengurus Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PW Pergunu) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi dilantik di Gedung DPD RI Yogyakarta (5/7/2026). Momentum khidmat ini tidak hanya menjadi awal estafet kepengurusan baru, tetapi juga menjadi ruang refleksi ideologis mengenai peran strategis guru dan pesantren dalam menjaga sanad perjuangan bangsa serta merawat masa depan Jam’iyah Nahdlatul Ulama.

Ketua PW Pergunu DIY, Fauzan SPd I MAg, dalam sambutan perdananya menegaskan komitmen kuat segenap pengurus untuk bergerak progresif. Ia menyatakan bahwa Pergunu DIY memikul tanggung jawab besar untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia di dunia pendidikan.

“Pergunu DIY siap berkontribusi aktif dalam dunia pendidikan dan kami siap bersinergi dengan semua pihak untuk memajukan kualitas pendidikan di Yogyakarta,” ujar Fauzan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Harapan besar juga disampaikan oleh Sekretaris PWNU DIY, Dr Muhajir. Ia menekankan bahwa hal terpenting dalam pelantikan bukanlah sekadar ucapan selamat, melainkan untaian doa agar kepengurusan ini berjalan istiqomah.

“Semoga para pengurus Pergunu istiqomah sampai akhir masa khidmat secara full team, dan semoga Pergunu dapat berkontribusi dengan baik,” tutur Dr Muhajir.

Lebih lanjut, Dr Muhajir mengingatkan kedudukan mulia seorang pendidik sekaligus keistimewaan Pergunu di dalam struktur NU. Menurutnya, guru adalah induk dari segala profesi yang ada saat ini.

Baca Juga :  Jogja Istimewa, SMP Ma'arif Gamping Terapkan Sekolah Berbasis Budaya

“Pergunu adalah satu-satunya badan otonom yang langsung diasuh oleh dzurriyyah muassis (keturunan pendiri) NU. Pergunu adalah masa depan NU,” tegasnya.

Pesantren, Sanad Sejarah, dan Kedaulatan Bangsa

Hadir memberikan arahan dan taujihat, Ketua Umum PP Pergunu, Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim MA, memaparkan sejarah panjang keterkaitan antara guru, pesantren, dan kemerdekaan Indonesia. Kiai Asep mengingatkan bahwa pesantren adalah lembaga pendidikan pertama di Indonesia yang sejak zaman kolonial konsisten menjadi pusat perlawanan terhadap penjajah.

“Upaya Rasulullah dalam penghapusan perbudakan menunjukkan bahwa perbudakan sama dengan penjajahan. Di Indonesia, pusat perlawanan terhadap penjajah itu ada di pesantren,” jelas Kiai Asep.

Kiai Asep menceritakan bahwa para pemimpin pesantren terdahulu disatukan oleh idealisme yang sama hingga membentuk organisasi Nahdlatul Wathan, sebelum akhirnya NU lahir sebagai rumah besar bagi pesantren. Ia menegaskan bahwa NU didirikan dengan dua tujuan utama: penanaman paham Ahlussunnah Waljamaah dan mewujudkan Indonesia merdeka.

“Belanda dahulu cemas ketika NU didirikan, karena bisa dipastikan Indonesia akan merdeka. Pergunu harus bisa melanjutkan cita-cita mulia NU tersebut,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Asep juga mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan kelancaran Muktamar NU yang akan datang. “Kita doakan Muktamar NU besok lancar. NU ke depan dipimpin oleh orang-orang yang takut kepada Allah,” harapnya.

Baca Juga :  Ibu Nyai Hj. Durroh Nafisah Ali Maksum Wafat, Dunia Pesantren Kehilangan Sosok Ulama Perempuan Kharismatik

Ia menambahkan bahwa Indonesia akan mencapai keadilan dan kemakmuran jika ditopang oleh empat pilar utama: pemimpin yang adil, birokrat yang adil, konglomerat yang loyal demi kesejahteraan umum, serta situasi bangsa yang kondusif.

Lima Tips Sukses Menjadi Guru ala Kiai Asep

Menutup arahannya, Prof KH Asep Saifuddin Chalim membagikan lima resep sukses bagi para pendidik Pergunu dalam menjalankan tugas mulianya:

  • Meningkatkan Kompetensi: Guru harus memiliki kemauan untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensinya.

  • Bertanggung Jawab pada Kurikulum: Guru bertanggung jawab penuh untuk mentransfer semua muatan kurikulum yang harus diajarkan kepada seluruh murid tanpa terkecuali.

  • Menjadi Teladan Moral: Guru wajib menjadi uswatun hasanah (teladan moral) bagi murid-muridnya.

  • Memiliki Kasih Sayang Orang Tua: Guru harus memandang dan menyayangi murid seperti anak kandungnya sendiri.

  • Mendoakan Murid: Guru harus selalu menyelipkan doa-doa kebaikan untuk murid-muridnya.

Pelantikan PW Pergunu DIY periode ini menjadi tonggak penting bahwa perjuangan para guru NU tidak hanya terbatas di dalam ruang kelas, melainkan mencakup pengabdian spiritual, kultural, dan kebangsaan demi mencetak generasi yang cerdas secara intelektual serta kokoh secara spiritual.

Penulis : Tibyani Mubarok

Editor : Dipadilaga

Follow WhatsApp Channel www.pergunudiy.or.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengutamakan Kesejukan Organisasi, Dr Ariyanto Nugroho Terpilih Jadi Ketua Tanfidziyah PCNU Sleman
Songsong Konfercab XV PCNU Sleman, Sinergi Kemandirian Jam’iyah dan Penguatan Pendidikan Jadi Sorotan
Mengetuk Keberkahan Muharam lewat Lembar Kemudahan Pendidikan
Suara Shalawat di Sela Deru Mesin: Catatan Spiritual dari Perjalanan Jalur Langit SMK Diponegoro
Merawat Tradisi, Menjemput Masa Depan: Menyiapkan Generasi Emas Nahdliyin di Ekosistem Pendidikan Terintegrasi
Contoh Sambutan Perpisahan/Akhirussanah Kepala Sekolah Berbasis Pesantren
Kyai Nur Zaidin: Ulama Pejuang Diponegoro dan Perintis Dakwah Pesantren di Banyumas
Biografi Kyai Tasliman: Penjaga Sunyi Warisan Dakwah dan Jejak Perjuangan Diponegoro
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:57 WIB

Dilantik di Gedung DPD RI, PW Pergunu DIY Siap Mengawal Masa Depan Pendidikan NU dan Bangsa

Senin, 6 Juli 2026 - 14:00 WIB

Mengutamakan Kesejukan Organisasi, Dr Ariyanto Nugroho Terpilih Jadi Ketua Tanfidziyah PCNU Sleman

Jumat, 3 Juli 2026 - 20:19 WIB

Songsong Konfercab XV PCNU Sleman, Sinergi Kemandirian Jam’iyah dan Penguatan Pendidikan Jadi Sorotan

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:26 WIB

Mengetuk Keberkahan Muharam lewat Lembar Kemudahan Pendidikan

Jumat, 26 Juni 2026 - 07:33 WIB

Suara Shalawat di Sela Deru Mesin: Catatan Spiritual dari Perjalanan Jalur Langit SMK Diponegoro

Berita Terbaru