Jogja Istimewa, SMP Ma’arif Gamping Terapkan Sekolah Berbasis Budaya

Program Pawiyatan Aksara Jawa GTK SMP Ma'arif Gamping
Program Pawiyatan Aksara Jawa GTK SMP Ma'arif Gamping

Pergunu DIY –GAMPING– Jogja istimewa mengispirasi berbagai lembaga, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Ma’arif Gamping di antaranya. Perda DIY Nomor 5 Tahun 2011 menjadi acuan penting penyelenggara. Menuju sekolah berbasis budaya dimulai. SMP Ma’arif Gamping latih guru baca tulis Aksara Jawa.

Kepala Sekolah SMP Ma’arif Gamping Retna Isti Pratiwi SS MPd memaparkan, ada beberapa tahapan yang disiapkan oleh pihak sekolah untuk menuju sekolah berbasis budaya. Mulai dari infrastruktur, programnya hingga penyiapan sumber daya manusia sehingga warga sekolah memiliki pemahaham nilai-nilai budaya Ngayogyakarta dan mampu menerapkan dalam kegiatan pembelajaran dan lingkungan sekolah.

Diawal tahun 2022 ini, satu tahapan kegiatan digelar dalam rangka menuju sekolah berbasis budaya. Sekolah yang beralamat di Pundung, Nogotirto, Gamping ini menggelar pelatihan penggunaan aksara Jawa berbasis digital. Acara ini merupakan kerjasama SMP Ma’arif Gamping, Sanggar Mulangen dan Jawa Sega Jabung.

Program  “Pawiyatan Aksara Jawa”,  memberikan kecakapan guru, karyawan dan warga sekolah dapat menggunakan aksara jawa di media smartphone dan komputer. ”Semua guru kami wajibkan ikut dalam kegiatan ini,” ujar Kepala Sekolah SMP Ma’arif Gamping Retna Isti Pratiwi, S.S disela-sela kegiatan yang digelar 17 dan 18 Januari  ini.

”Aksara merupakan salah satu warisan budaya yang harus dilestarikan. Makanya kami minta semua tenaga pengajar dan karyawan wajib tahu dan bisa tentang aksara jawa.” Demikian papar Retna di tengah-tengah aktivitasnya memantau kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) sekolah yang dipimpinya.

Selain aksara, kegiatan pendukung yang disiapkan untuk menuju sekolah berbasis budaya adalah dengan pembiasaan penggunaan bahasa jawa di lingkungan sekolah setiap hari tertentu. ”Programnya yakni, Sabtu Jawi. Yakni para guru, karyawan dan siswa diharapkan menggunakan bahasa jawa dalam komunikasinya sehari-hari,” urainya.

Penggiat komunitas Segajabung, Singgih memaparkan dalam kegiatan Pawiyatan Aksara Jawa ini, para peserta dikenalkan penggunaan aksara secara digital. Aksara jawa sudah resmi menjadi font yang diakses semua pihak. Sehingga bisa dimasukkan ke dalam smartphone dan komputer. ”Peserta kami ajari bagaimana menginstal font aksara jawa di smartphone dan sekaligus cara penggunaannya,” terang Singgih. (rif)