Geliat PPDB SMP Ma’arif Gamping

Guru SMP Ma'arif Gamping
Guru SMP Ma'arif Gamping

PERGUNU DIY – Gamping – Masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) merupakan masa yang mendebarkan bagi sebagian besar sekolah Ma’arif. Berbagai Upaya dilakukan sekolah untuk meraih peserta didik baru. Sebagian besar kita berharap mendapat limpahan peserta didik dari sekolah negeri yang nota bene  kasta dua. Bayang-bayang kekhawatiran muncul mengingat ketentuan pencairan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang mensyaratkan jumlah minimal 60 peserta didik.

Paradigma lama pelaksanaan PPDB, panitia menunggu peserta didik limpahan dari negeri. Secara tidak langsung kita sudah memposisikan diri sebagai sekolah alternatif. Maka tidak mengherankan jika sekolah kita (Ma’arif) sulit berkembang dan maju  karena  prediksi bibit yang kurang tepat.

Memasang spanduk di tepi-tepi jalan layaknya kampanye caleg atau menyebar brosur sebanyak mungkin biasa dilakukan. Kegiatan tersebut mungkin masih perlu dilakukan  karena semakin banyak orang yang melihat dan memandang tentu akan lebih baik. Ibarat peribahasa tak kenal maka tak sayang.

Pada masa pandemi saat ini penggunaan media sosial tentu sangat membantu. Misalnya dengan pembuatan video profil, pendaftaran online, pemanfaatan facebook, instagram dan melalui pesan berantai lewat grup-grup whatsapp. Tujuan utama memang mengenalkan sekolah kita, memoles sebaik-baiknya agar menarik dan mudah dikenal meski kadang-kadang, kita terjebak pada basa-basi dan memberi informasi berlebih sehingga memungkinkan kekecewaan, ibarat kata “foto/gambaran yang ditampilkan terkadang lebih indah dari warna aslinya”.

Tahun ini SMP Ma’arif Gamping mencoba melakukan kegiatan yang elegan dan berkualitas terlepas dari target peserta didik yang diharapkan. Jaringan sekolah di jenjang bawah dan jenjang atas telah digiatkan. Bentuk-bentuk kerja sama dilakukan misalnya; memberikan keringanan biaya pendaftar awal tiap sekolah, silaturahmi ke sekolah dasar, madrasah ibtidaiyah (SD/MI) dan ke pondok-pondok pesantren.

Kegiatan yang bersifat formal adalah melaksanakan workshop penyusunan bahan ajar dengan mengundang guru-guru SD dan MI. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi wadah pengembangan diri guru SMP Ma’arif dan guru SD/MI dalam menyiasati pembelajaran. Respon guru SD/MI cukup baik dan harapannya  akan bisa menaikkan image SMP Ma’arif yang pernah di cap tidak mutu. Buktinya, guru-guru terpelajar dan memiliki kecakapan baik. Tamu juga bisa melihat bahwa fasilitas SMP Ma’arif sudah layak dalam pemenuhan SPM. Dengan demikian peserta didik yang belajar akan terlayani dengan baik.

Kerjasama tidak terbatas pada jenjang sekolah dibawah tetapi juga kepada sekolah  jenjang atas, sebagai  komitmen, kami mendorong dan mengarahkan peserta didik kelas akhir untuk memilih SMK/SMA Ma’arif sebagai pilihan untuk menuntut ilmu lanjutan tingkat atas. Salah satu hasil kesepakatan kerja sama dengan SMK Ma’arif Kota. Hal ini mendapat sambutan baik dari Bpk. Dwi Santoso, S.Pd selaku Kepala Sekolah SMK Ma’arif Kota.

Semoga jalinan kerjasama diantara Lembaga Pendidikan NU baik Ma’arif maupun Pesantren akan meningkatkan kualitas dan kuantitas peserta didik yang kita bimbing Bersama. Amin.

Penulis : Retna Isti Pratiwi, S.S