ORANG TUA

Oleh Tentrem Widodo M.Pd.I

Pergunu DIY –Bambanglipuro– Orang tua adalah orang yang membesarkan jiwa, raga dan juga pewaris gama, bertanggung jawab dalam suatu keluarga atau tugas rumah tangga. Dalam kehidupan masyarakat di sebut bapak dan ibu. Berikutnya mereka adalah sosok yang wajib dihormati, dimulyakan dan mendapatkan budi baik. Agama melarang menyakiti, mengingkari dan menzolimi mereka.

Dalam kehidupan orang tua mempunyai peranan yang penting di dalam kehidupan manusia. Pertanyaannya adalah siapakah orang tua itu sebenarnya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut tentu dibutuhkan dalih yang faktual  sesuai dengan sumber hukum Islam yaitu Al Qur’an dan Hadist. Di dalam Al Qur’an banyak dijelaskan tentang pengertian dari pada orang tua.

Salah satu diantaranya terdapat di dalam Al Qur’an surat  Al Ahqaaf ayat 15 yang artinya: “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya. Ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkan dengan susah payah pula.

Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan sehingga apabila dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a : “Ya Tuhanku tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat yang telah engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapaku dan supaya aku dapat berbuat yang saleh yang engkau ridhoi. Berilah kebaikan kepadaku dengan memberikan kebaikan kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang yang berserah diri.”

Ayat tersebut di atas menjelaskan secara lengkap siapa sebenarnya orang tua. Beliau adalah yang melahirkan kita dan mengasuh kita berusia dewasa. Namun secara filosofi orang tua dapat berupa orang yang mendidik kita dan memberikan ilmu pengetahuan. Setelah kita mengetahui tentang siapakah itu orang tua. Maka yang paling penting dan perlu dilakukan adalah berbakti dan mendo’akan kedua orang tua.

Disamping itu di dalam  Hadist Riwayat Tirmidzi  dijelaskan tentang pengertian orang tua yaitu dari Abdullah bin ‘Umar, ia berkata : “Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.” Dengan melihat kenyataan tersebut marilah kita tingkatkan rasa cinta dan kasih sayang kepada orang tua. Selama hidup sampai wafatnya.

Penulis adalah guru SMP Ma’arif Pembangunan Piyungan