STRATEGI MEMILIH PEMIMPIN

Oleh Tentrem Widodo MPd

Pemimpin yang adil kunci kemajuan Kedamaian dan kesejahteraan
Pemimpin yang adil kunci kemajuan Kedamaian dan kesejahteraan

Pergunu DIY –PIYUNGAN Pemimpin dengan berbagai bentuk, sebutan dan skalanya ada dalam kehidupan kita. Pemimpin merupakan petugas atau pembawa amanah. Melekat padanya status sosial, suatu kehormatan, kesenangan atau pengabdian. Padanya memiliki kedudukan yang strategis dan tanggung jawab. Ada kalanya seorang pemimpin menjadi mulia, dicintai dan berderajat di mata Allah. Namun demikian ada pula seseorang menjadi pemimpin justeru dimurka, berlaku aniyaya, cendala dan primitif.

Pemimpin adalah orang yang mempunyai pengaruh sangat besar terhadap kemajuan suatu negara atau daerah. Tanpa terkecuali pemimpin di dalam pandangan Islam mendapat perhatian yang sangat besar.   Telah dijelaskan di dalam Al Qur’an surat As Sajdah ayat 24 Allah SWT berfirman : “Dan kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami”.

Yang dimaksud dengan sabar ialah sabar dalam menegakan kebenaran. Setiap pemimpin pasti mempunyai visi dan misi di dalam memimpin suatu daerah didalam masa jabatanya. Sehingga sebagai pribadi muslim harus cerdas dan cermat dalam memilih suatu pemimpin. Apalagi pada saat ini akan diadakan pemilihan kepala daerah secara serempak. Sementara tahapan pemilu untuk tahun 2024 telah dimulai. Penting untuk diberikan pengertian kepada semua umat muslim.

Setiap tindakan dan perbuatan apalagi memilih pemimpin ada pertanggung jawabanya. Pasti di akhirat nanti akan dimintakan pertanggung jawabkan dihadapan Allah SWT. Telah di jelaskan di dalam Al Qur’an Surat Al Qiyamaah ayat 14 Allah SWT berfirman : “Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri”. Maksudnya ayat ini adalah bahwa anggota-anggota badan manusia menjadi saksi terhadap pekerjaan yang telah mereka lakukan seperti tersebut dalam surat  An Nur ayat 24 (pada hari ketika, lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan).

Ayat tersebut di atas dengan jelas telah menerangkan pentingnya setiap pribadi muslim untuk selalu berhati-hati di dalam menjalankan semua aktifitas kehidupan di dunia ini. Karena pada akhirnya suatu saat nanti akan dipertanggung jawabkan di hadapan sang pencipta alam Allah SWT. Sementara itu masyarakat yang maju adalah masyarakat yang terdiri dari pribadi dan mempunyai akhlak budi pekerti yang baik. Nabi Muhammad Saw juga telah memberikan gambaran tentang pemimpin yang baik dan amanah. Beliau berkata : “Pemimpin suatu kaum adalah pengabdi (pelayan) mereka”. (H.R. Abu Na’im). Demikianlah cara memilih seorang pemimpin menurut tuntunan Islam.

Memilih pemimpin seyogyanya melihat kedepan tentang kelangsungan kehidupan yang lebih baik. Memilih berdasar prinsip ibadah kepada Allah Swt. Memilih pada sosok yang unggul; memiliki naluri kemanusiaan, sifat adil, miliki adab, pribadinya pemersatu, tindakanya merakyat, berjiwa sosial, dan sosok yang mewarisi pribadi yang benar, amanah, cerdas, dan transformatif. Memilih dengan cara dan strategi demikian akan terhindar dari kebodohan, tipu daya, politik uang, dan intrik pengaruh keburukan lainya. Memilih dengan benar dan baik akan membuahkan keselamatan, kesejahteraan dan keberkahan.  

*) Guru pada SMP Ma’arif Pembangunan Piyungan