Tuduhan Feodalisme di Pesantren: Memahami Akar dan Menanggapi Isu yang Beredar

- Penulis

Senin, 10 Februari 2025 - 13:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pergunu DIYYogyakarta, 9 Februari 2025 – Pesantren, sebagai lembaga pendidikan Islam yang telah lama ada di Indonesia, kembali menjadi sorotan publik. Isu feodalisme dalam pesantren menjadi topik yang terus berkembang, baik dalam diskursus akademik maupun di media massa. Banyak yang menilai bahwa pesantren masih menganut sistem pendidikan yang otoriter, dengan guru atau kiai yang dianggap memiliki kekuasaan absolut atas santri. Namun, tuduhan tersebut sering kali tidak didasarkan pada pemahaman yang mendalam mengenai tujuan dan sistem pendidikan yang ada di pesantren.

Kritik Terhadap Struktur Hierarkis Pesantren

Tuduhan feodalisme pertama kali muncul dalam perdebatan mengenai hubungan antara guru dan santri di pesantren. Beberapa media nasional, termasuk Kompas dan Tempo, beberapa kali mengangkat isu ini dengan menyebutkan bahwa sistem pendidikan pesantren terlalu menekankan penghormatan yang berlebihan terhadap kiai atau guru, sehingga santri tidak diberikan kebebasan untuk berpikir kritis atau mengajukan pertanyaan.

Menurut sebuah laporan yang dimuat Tempo pada 2019, beberapa pesantren di Indonesia masih mempertahankan sistem yang mengharuskan santri untuk tunduk tanpa banyak pertanyaan kepada guru. Hal ini disebut-sebut sebagai penghalang bagi perkembangan kebebasan berpikir dan ruang untuk kritisisme, yang seharusnya ada dalam setiap sistem pendidikan.

Pesantren Menanggapi Tuduhan Feodalisme

Menanggapi tuduhan ini, para tokoh pesantren dan ulama memberikan klarifikasi bahwa tuduhan tersebut tidak sesuai dengan prinsip dasar pendidikan Islam yang diajarkan di pesantren. KH Mustofa Bisri, seorang kiai terkenal dari NU, dalam wawancaranya dengan Republika pada 2020, menegaskan bahwa hubungan antara guru dan santri di pesantren bukanlah hubungan otoriter, melainkan hubungan yang penuh dengan rasa hormat dan adab. “Pesantren mengajarkan adab kepada guru, karena guru adalah perantara untuk memperoleh keberkahan dalam ilmu,” jelasnya.

Baca Juga :  MTs NUR IMAN MLANGI UKIR PRESTASI DI PORSEMANU KABUPATEN SLEMAN 2025

Pandangan ini sejalan dengan konsep dalam al-Ghazali’s Ihya’ Ulum al-Din yang mengajarkan bahwa penghormatan kepada guru adalah bagian integral dari pendidikan Islam. Penghormatan ini bukanlah bentuk ketundukan tanpa syarat, melainkan sebagai jalan untuk mendapatkan manfaat dari ilmu yang diajarkan.

Tantangan dalam Era Digital

Namun, di era digital ini, tuduhan tersebut juga semakin mudah tersebar melalui media sosial. Banyak pengguna media sosial yang memberikan pandangan sepihak tanpa memahami sepenuhnya konteks dan sistem pendidikan di pesantren. Beberapa unggahan viral di Twitter dan Facebook mengkritik pesantren dengan menyebutkan bahwa hubungan hierarkis antara kiai dan santri membuat pesantren terlihat seperti tempat yang mengekang kebebasan.

Pondok Pesantren dalam sistemnya, pendidikan lebih menekankan pada karakter dan keberkahan dalam menuntut ilmu, bukan pada feodalisme. Kami mengajarkan adab kepada guru karena itu adalah bagian dari pendidikan karakter, bukan untuk menindas atau membungkam kebebasan berpikir.

Relevansi Pendidikan Pesantren di Zaman Modern

Baca Juga :  Halal Bihalal Pergunu Virtual; Prof Hasyim Aidid Ajak Piara Kemenangan

Pesantren tetap relevan dalam menghadapi tantangan pendidikan modern. Meskipun menghadapi kritik tentang sistem hierarkinya, pesantren berperan penting dalam membentuk karakter dan moral generasi muda. Pendidikan yang berbasis adab, integritas, dan keberkahan ilmu menjadi nilai-nilai yang tak tergantikan dalam dunia pendidikan yang semakin global dan materialistis ini.

Para tokoh pesantren berharap agar masyarakat dapat melihat pesantren secara lebih objektif dan memahami bahwa penghormatan terhadap guru di pesantren bukanlah bentuk feodalisme, melainkan bagian dari adab dan keberkahan dalam menuntut ilmu.

Kesimpulan

Tuduhan feodalisme terhadap pesantren, meskipun sering diangkat oleh sebagian pihak, tidak mencerminkan nilai-nilai yang sesungguhnya diajarkan di pesantren. Pendidikan pesantren adalah pendidikan yang berorientasi pada adab, penghormatan terhadap guru, dan pencarian keberkahan dalam ilmu. Dengan penjelasan dan klarifikasi yang lebih mendalam, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami pentingnya pesantren sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mencetak generasi cerdas, tetapi juga berakhlak mulia.


Sumber:

  • Tempo, “Pesantren: Antara Pendidikan dan Feodalisme”, 2019.
  • Kompas, “Pesantren dan Tantangan Pendidikan di Era Digital”, 2020.
  • Republika, “KH Mustofa Bisri Menanggapi Tuduhan Feodalisme di Pesantren”, 2020.
  • Detik News, “Pendidikan Karakter di Pesantren Mlangi: Antara Kehormatan dan Keberkahan”, 2022.
  • Jakarta Post, “Tantangan Pesantren dalam Masyarakat Modern”, 2021.

Artikel ini ditulis oleh Ahmad Faozi, seorang praktisi pendidikan dan Wk. Sekretaris PW PERGUNU DIY.

Follow WhatsApp Channel www.pergunudiy.or.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sambut Dawuh Sultan HB X, PW Pergunu DIY Siap Integrasikan PKJ di Madrasah
Konsolidasi Awal Kepengurusan, PW PERGUNU DIY Matangkan Pelantikan dan Bedah SK Masa Khidmat 2026–203
OPEN KONTRIBUTOR WEBSITE PW PERGUNU DIY
GURU: KEPAKAN KECIL YANG MENGGERAKKAN PERADABAN
PENDATAAN ANGGOTA DAN PENGURUS PW PERGUNU DIY
Songsong Pelantikan Mei 2026, PW Pergunu DIY “Gaspol” Lengkapi Formasi Kepengurusan
Konferwil III Tetapkan Kepengurusan Baru PW PERGUNU DIY Masa Khidmat 2026–2031
Garda Pendidik Maju: UMP-P, Sertifikasi Pengabdian, dan Mandat Profesi di RUU Sisdiknas
Berita ini 316 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 23:17 WIB

Sambut Dawuh Sultan HB X, PW Pergunu DIY Siap Integrasikan PKJ di Madrasah

Jumat, 8 Mei 2026 - 22:59 WIB

Konsolidasi Awal Kepengurusan, PW PERGUNU DIY Matangkan Pelantikan dan Bedah SK Masa Khidmat 2026–203

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:39 WIB

OPEN KONTRIBUTOR WEBSITE PW PERGUNU DIY

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:31 WIB

GURU: KEPAKAN KECIL YANG MENGGERAKKAN PERADABAN

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:43 WIB

PENDATAAN ANGGOTA DAN PENGURUS PW PERGUNU DIY

Berita Terbaru

Artikel

OPEN KONTRIBUTOR WEBSITE PW PERGUNU DIY

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:39 WIB

Artikel

GURU: KEPAKAN KECIL YANG MENGGERAKKAN PERADABAN

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:31 WIB

Artikel

PENDATAAN ANGGOTA DAN PENGURUS PW PERGUNU DIY

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:43 WIB