Merayakan Kemenangan Kecil di PCNU Kota Yogyakarta

Turba PWNU di PCNU Kota Yogyakarta
Turba Ramadan PWNU di PCNU Kota Yogyakarta

Pergunu DIY –Kotagede– Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Yogyakarta memasuki gerbang kemenangan. Dari kondisi minus hingga bendera NU bisa berkibar di teritori 29 ranting Kota Yogyakarta. Wilayahnya paling kecil namun permasalahannya paling komplek. NU sumber kekuatan. Militan NU Kota mulai membuktikan NU organisasi besar, betul-betul meriam bukan sebatang glugu.

Warga NU Kota Yogyakarta akan terus bertambah atas pertolongan Allah Taála. Sebagaimana hal ini sesuai dengan nama ketuanya Yazid dan nama roisnya Manshur. “Jika NU Award dilaksanakan saya kira PCNU Kota Yogyakarta calon pemenangnya”. Demikian Rois Syuriah, KH Masúd Masduqi dalam sambutanya pada Turba PWNU DIY, Rabu (28/4/2021).   

Rapat pengurus bulanan rutin dilaksanakan. Lailatul Ijtima lapanan mendapati respon positif warga. Tidak kurang dari 150 orang hadir disetiap pelaksanaanya. Sensus warga NU progres 1855. Dari 14 kemantren dengan 45 kelurahan telah terbentuk 29 pengurus ranting.

Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) baru 3 kali dilaksanakan namun dampaknya menghijaukan Kota Yogyakarta. Rantingisasi berikutnya di 16 kelurahan. Berikutnya semoga bedera NU saip berkibar diseluruh 45 Kelurahan Kota Yogyakarta. Demikian progress report Ketua PCNU Kota Yogyakarta, Dr M Yazid Afandi MAg.

Pemetaan lembaga kami lakukan dengan grade A-D sebagai berikut; LBMNU, LAKPESDAM, LAZISNU, LP Maárif, LPBHNU, LDNU, LPNU, LESBUMI, LKKNU, LPBNU, LTMNU, LWPNU. Demikian ketua tanfidz yang juga dosen pada Fak. Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Kalijaga tersebut menyakinkan.           

Dari SITAKI diperoleh data bahwa tingkat ekonomi dan pendidikan warga kota sudah lebih baik dari kabupaten lainya. Banyak doktornya bahkan di ranting ada profesornya. Penghasilan warga yang kebanyakan berprofesi wiraswasta, masyarakat Usaha Menengah Kecil (UMK), berpotensi menjadi sasaran LAZISNU baik sebagai muzaki, pun mustahik tetap adanya.

Treatment kota semakin menemukan formnya. NU leader iya, namun NU juga pekerja. Banyak kawan-kawan pengusaha NU sukes. Kita punya talent-talent yang luar biasa. Ada Yoni Aresto, Wawan Hermawan yang warga kita tidak/ jarang yang mengenalnya.

NU modern, NU maju, dan NU punya kemampuan mari kita buktikan. Demikian Fahmi Akbar Idris MM, Wakil Ketua Tanfidziah PWNU DIY dalam elaborasinya Turba yang ke-tiga di Kota Keraton.        

Rois Syuriah PCNU Kota Yogyakarta, KH Solehudin Manshur SAg menambahkan. LP Maárif terus kita kenalkan di forum-forum kepengurusan dan warga kota. TK Masyitoh diuri-uri, azam kita mendirikan SDNU, SMPNU, SMANU diijabahi sehingga kita turut dari bawah membesarkan UNU Yogyakarta.

Termasuk hajat PCNU Kota Yogyakarta membentuk lembaga perekonomian NUPEDIA. Mohon ahli-ahli ekonomi wilayah berkenan mendampinginya. Kami berharap NU Kota Yogyakarta kedepan bisa membawa kemaslahatan teruntuk masyarakat lebih luas.

PCNU Kota Yogyakarta inginkan turba PWNU tidak hanya pada Ramadan. Pertemuan semacam ini produktif dan bisa untuk refleksi, pula evaluasi kinerja organisasi. Turba tahunan yang di adakan di Hall RM Ayam Goreng Ny Suharti Jl Gedongkunig ini berlangsung meriah nan berkah. Berbuka bersama sebagai penutupnya. (Bj)