Mereka Bilang Santri Sulit Masuk PTN, MA Diponegoro Membantahnya!

- Penulis

Selasa, 1 Juli 2025 - 00:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pergunu DIY, Sleman –  Di sebuah ruang tamu sederhana, seorang ibu memandang anaknya yang sedang membuka Al-Qur’an sambil menyalin tugas sekolah di buku catatan. Dalam hatinya terlintas harapan: semoga anaknya tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berakhlak, dan mampu berdiri tegak di zaman yang terus berubah ini.

Namun harapan itu tentu tak cukup hanya dengan niat. Diperlukan lingkungan yang baik, pendidikan yang tepat, dan orang-orang yang siap membimbingnya. Di sinilah MA Diponegoro hadir—sebagai tempat tumbuh, bukan hanya tempat belajar.

Baca Juga :  Dilantik di Gedung DPD RI, PW Pergunu DIY Siap Mengawal Masa Depan Pendidikan NU dan Bangsa

MA Diponegoro: Lebih dari Sekadar Madrasah

Terletak di lingkungan Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro, MA Diponegoro bukan hanya madrasah aliyah biasa. Ia adalah rumah kedua bagi puluhan santri dari berbagai penjuru daerah yang ingin menempuh pendidikan formal sekaligus memperdalam ilmu agama.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Anak saya dulunya agak pemalu, kurang percaya diri. Tapi setelah mondok di sini, saya lihat dia berubah—lebih mandiri, lebih sopan, dan punya semangat belajar tinggi,” ujar salah satu wali santri dalam testimoni singkatnya.

Baca Juga :  Kartini Masa Kini, Nur Aini Satpam Serba Bisa

Di MA Diponegoro, pelajaran umum seperti Matematika, Bahasa Inggris, dan Sosiologi berjalan beriringan dengan pelajaran agama seperti Tafsir, Fikih, Akidah Akhlak, dan Hadis. Model pembelajaran yang integratif ini membuat santri tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga kokoh dalam nilai-nilai spiritual.

Penulis : Dipadilaga

Editor : Rumi Risang

Follow WhatsApp Channel www.pergunudiy.or.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PWNU dan PCNU se-DIY Serukan Khidmah Bermartabat di Muktamar Ke-35 NU: Jaga Marwah, Jauhi Politik Transaksional
Menepis Khawatir, Menjemput Maslahat: Meneguhkan Komitmen ‘Pesantren Aman’ di Pondok Pesantren Diponegoro
Dilantik di Gedung DPD RI, PW Pergunu DIY Siap Mengawal Masa Depan Pendidikan NU dan Bangsa
Mengutamakan Kesejukan Organisasi, Dr Ariyanto Nugroho Terpilih Jadi Ketua Tanfidziyah PCNU Sleman
Songsong Konfercab XV PCNU Sleman, Sinergi Kemandirian Jam’iyah dan Penguatan Pendidikan Jadi Sorotan
Mengetuk Keberkahan Muharam lewat Lembar Kemudahan Pendidikan
Suara Shalawat di Sela Deru Mesin: Catatan Spiritual dari Perjalanan Jalur Langit SMK Diponegoro
Merawat Tradisi, Menjemput Masa Depan: Menyiapkan Generasi Emas Nahdliyin di Ekosistem Pendidikan Terintegrasi
Berita ini 265 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 04:28 WIB

PWNU dan PCNU se-DIY Serukan Khidmah Bermartabat di Muktamar Ke-35 NU: Jaga Marwah, Jauhi Politik Transaksional

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:16 WIB

Menepis Khawatir, Menjemput Maslahat: Meneguhkan Komitmen ‘Pesantren Aman’ di Pondok Pesantren Diponegoro

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:57 WIB

Dilantik di Gedung DPD RI, PW Pergunu DIY Siap Mengawal Masa Depan Pendidikan NU dan Bangsa

Senin, 6 Juli 2026 - 14:00 WIB

Mengutamakan Kesejukan Organisasi, Dr Ariyanto Nugroho Terpilih Jadi Ketua Tanfidziyah PCNU Sleman

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:26 WIB

Mengetuk Keberkahan Muharam lewat Lembar Kemudahan Pendidikan

Berita Terbaru