Meyakini Allah Maha Esa

MEMBENTUK KEPRIBADIAN KREATIF

Pergunu DIY –MINGGIR– Allah Maha Esa Tuhan kita. Sesembahan seluruh alam. Pemberi rezeki makhluk. Tempat meminta siapa saja, di manapun dan kapan saja. Maha Mendengar suara, kata, ucapan, perkataan makhluk. Maha Melihat perkara manusia dan apa saja yang ada di bumi dan langit. Mengetahui perilaku manusia yang baik pula yang buruk.

Meyakini Allah ada. Allah Tuhan seluruh alam. Tiada Tuhan yang wajib disembah kecuali Allah. Allah Maha Esa.  Allah Ahad. Tidak dianakkan. Tidak memiliki putra atau keturunan. Tempat bergantung segala hajat makhluk. Allah berbeda dengan makhluk. Tiada yang menyamai-Nya.

Yakin dan percaya Allah Maha Esa membentuk pribadi yang lurus. Menjalankan salat lima waktu dengan tertib. Kreatif berbuat baik kepada orang tua, kerabat, dan sesama. Kreatif menyukuri karunia dan menjaga alam raya. Tidak berbuat murka dan kerusakan. Kepada Allah semata menyembah. Tidak berbuat syirik. Tidak lalai dan menyombongkan diri. Allah Maha Esa Pencipta alam semesta.

Mempercayai adanya Allah. Buktinya meyakini atau mempercayai Allah dengan perbuatan, ucapan, hati dan fikiran.  Menyembahnya di waktu pagi siang sore petang dan malam. Mematuhi perintahnya. Menjauhi laranganya. Mau bersyukur atas rezeki-Nya. Beramal salih mengerjakan yang ma’ruf tanda yakin kepada Allah. Menjaga perilaku terpuji akhlak mulia menjadi penanda keyakinan Allah ada.

Allah Maha Esa memiliki sifat wujud, qidam, baqa, mukhalafatu lil hawaditsi, qiyamuhu binafsihi. Wujud artinya Allah ada, langit dan bumi buktinya Allah ada. Virus, gajah, paus dll. Qidam artinya Allah terdahulu, Allah ada sebelum ciptaanya ada. Baqa’ artinya Allah kekal, Allah tidak rusak, sakit atau mati. Mukhalafatu lil hawaditsi artinya Allah berbeda dengan makhluk. Qiyamuhu binafsihi artinya Allah berdiri sendiri, menciptakan alam raya tanpa memerlukan bantuan.

Allah Maha Mengetahui, Al-‘Alim. Dengan meyakini Allah Maha Mengetahui mendorong kita untuk berbakti. Membantu ibu membantu melaksanakan kegiatan di rumah. Merapikan tempat tidur, melipat baju, menyapu, membuatkan teh. Menolong bapak mencuci piring, menghidangkan sarapan. Sesama anggota keluarga saling mendukung. Iklas menolong dan beramal.

Membantu orang tua di sawah melatih jiwa kreatif & bersyukur

Dengan meyakini Allah Maha Pemberi kita terdorong menjadi pribadi yang peduli. Mengerti yang sebaiknya kita lakukan dan apa yang tidak boleh kita lakukan. Senang membantu orang tua, teman atau sesama. Tanpa diminta ringan menolong orang lain. Gemar berbagi. Mau berderma. Tidak mengambil makanan jatah adik atau kakak. Menerima pemberian seberapapun dari orang tua. Allah itu Al-Wahab Maha Pemberi. Allah itu ada dan terdahulu.

Hati bertambah yakin Allah Maha Mengetahui. Kehati-hatian diri tumbuh menjadi pengendali. Enggan berbuat buruk dan jahat. Semangat melakukan kebaikan dan ketaatan. Malu dan takut durhaka. Kuat menahan marah bila tidak mendapati keinginan. Melaksanakan salat tanpa disuruh bapak ibu. Senang belajar rajin mengaji. Allah itu Maha Mengetahui. Allah itu kekal dan berbeda dengan makhluk.  

Keyakinan hati Allah ada dan Maha Melihat berpengaruh dalam diri. Gemar bekerja sama. Menjaga pertemanan. Suka menolong. Terampil berbagi tugas atau aktifitas. Tidak mau menang sendiri. Rajin salat berjamaah dan mengerjakan yang sunah. Membiasakan berzikir dan berdoa. Berterimakasih kepada orang tua, guru dan sesama. Bersyukur apapun pemberian Allah Yang Maha Melihat. Allah itu berdiri sendiri, mencipta dan berkuasa tanpa bantuan. (PAI-BP III/B3)

Penulis Humas PW LP Ma’arif NU DIY