PERUBAHAN ZAMAN

Oleh Tentrem Widodo M.Pd

Pergunu DIY –SRANDAKAN– Kehidupan sekarang merupakan kelanjutan dari kehidupan masa lalu kita. Sehingga kehidupan masa lalu tidak akan terulang lagi. Sehingga kehidupan di dunia ini adalah keniscayaan untuk terjadinya suatu perubahan. Manusia diharuskan untuk menjalani perubahan tersebut dengan cerdas dan bijaksana sehingga selamat dunia dan akhirat.

Di dalam Kitab Suci Al Qur’an surat  Al ‘Alaq ayat 4 Allah berfirman, “yang mengajar (manusia) dengan perantara kalam”. Maksudnya kalam adalah Allah SWT mengajar manusia dengan perantara tulis dan baca. Melalui pengajaran manusia menjadi cakap dan pintar.  

Pada ayat tersebut telah dijelaskan agar manusia selalu belajar baik dengan media baca dan media tertulis. Permasalahan harus ditekankan terlebih kepada para peserta didik atau siswa. Karena permasalahan serta tantangan di zaman sekarang ini jauh lebih berat dibanding dengan dengan masa yang lalu. Artinya perkembangan ilmu dan teknologi akan membawa perubahan terhadap pola pikir dan budaya di kehidupan sehari-hari.

Budaya yang berkembang di masyarakat akan sangat terpengaruh oleh adanya perkembangan informasi dan teknologi. Sehingga apabila para peserta didik tidak didasari ilmu pengetahuan dan agama yang baik. Maka mereka akan mencerna perkembangan teknologi dan budaya  yang datang dari luar tanpa disaring terlebih dahulu.

Maka disini dibutuhkan pembentukan karakter pada peserta didik. Rasullullah Muhammad SAW telah bersabda : “Ajarilah anak-anakmu sesuai dengan zamanya, karena mereka hidup di zaman mereka bukan pada zamanmu. Sesungguhnya mereka diciptakan untuk zamanya, sedangkan kalian diciptakan untuk zaman kalian.”

Hadist tersebut telah menjelaskan kepada para pendidik untuk menyampaikan materi sesuai dengan keadaan kemajuan zaman yang terjadi sekarang ini. Sehingga para peserta didik akan dapat menjalani kehidupanya sesuai dengan apa yang telah dituntunkan oleh Al Qur’an dan Hadist. Dan dapat mengikuti ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad dan  Sahabat serta para pengikutnya.  

Seorang pemikir Islam yang bernama Aidh Al Qarni di dalam bukunya La Tahzan. Beliau mengatakan, “Dunia yang sebenarnya adalah kenyataan yang kita alami sekarang ini”. Dengan melihat kenyataan ini maka sebagai pendidik paling penting adalah pembelajaran keteladanan.

Penulis Guru SMP Ma’arif Pembangunan Piyungan Bantul