Suara Shalawat di Sela Deru Mesin: Catatan Spiritual dari Perjalanan Jalur Langit SMK Diponegoro

- Penulis

Jumat, 26 Juni 2026 - 07:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Selesai dari Bantul, rombongan bergerak ke arah barat, menuju perbukitan Kulon Progo. Di sana, mereka bersimpuh di makam Nyi Ageng Serang. Kehadiran di makam pahlawan perempuan legendaris ini menghadirkan atmosfer yang berbedaβ€”ada getaran keteguhan dan semangat pantang menyerah yang mengalir ke dalam sanubari para guru. Mengajar di era digital dengan karakter Gen Z yang dinamis tentu membutuhkan ketahanan mental yang kokoh, persis seperti kegigihan sang pahlawan dalam merawat tanah airnya.

Trilogi perjalanan spiritual ini berakhir di Mlati, Sleman, tepat di pusara Mbah Nur Iman. Di sini, keheningan terasa begitu pekat. Di antara nisan-nisan tua, bibir para guru tak putus melantunkan Shalawat Nuril Anwar. Sebuah amalan batin yang menjadi wasilah, memohon agar jalan panjang penerimaan murid baru tahun ini diberi kelancaran, keberkahan, dan dijauhkan dari segala aral melintang.

Baca Juga :  PW Pergunu DIY Berangkatkan Mahasantri Ke Bumi Majapahit

Melihat para guru khusyuk berdoa dalam balutan pakaian rapi, ada pemandangan humanis yang menyentuh hati. Mereka yang sehari-hari berkutat dengan kurikulum, target administratif, dan pengajaran kompetensi teknik, kini menundukkan kepala sedalam-dalamnya. Di hadapan sejarah, mereka sadar bahwa kecerdasan murid tidak hanya lahir dari ruang kelas yang canggih, melainkan dari tetesan doa guru-guru yang ikhlas di sepertiga malam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

SMK Diponegoro Depok memang bukan sekolah kejuruan biasa. Sekolah ini berdiri di atas mandat yang besar: mengintegrasikan keterampilan dunia kerja dengan fondasi moral pesantren. Melalui ziarah ini, identitas spiritual itu kembali diteguhkan.

Baca Juga :  Yogyakarta Membangun, 158 Guru & Dosen Siap Berkiprah di Pergunu

Sore perlahan luruh menjadi magrib saat rombongan bersiap kembali ke sekolah. Debu perjalanan menempel di pakaian, namun wajah-wajah para pendidik itu tampak lebih cerah. Ada beban yang luruh, digantikan oleh kelapangan dada yang baru.

Mereka pulang bukan membawa jaminan angka pasti berapa jumlah murid yang akan mendaftar esok hari. Mereka pulang membawa sesuatu yang jauh lebih berharga: kepasrahan yang hidup dan harapan yang menyala. Sebab pada akhirnya, manusia hanya bertugas merancang strategi terbaik dan mengetuk pintu langit, sementara ketetapan terbaik sepenuhnya milik Sang Maha Kuasa. Dari ziarah tumbuh doa, dan dari doa itulah masa depan SMK Diponegoro Depok digantungkan.

Penulis : Ris

Editor : Rumi Risang

Sumber Berita: SMK Diponegoro Depok

Follow WhatsApp Channel www.pergunudiy.or.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PWNU dan PCNU se-DIY Serukan Khidmah Bermartabat di Muktamar Ke-35 NU: Jaga Marwah, Jauhi Politik Transaksional
Menepis Khawatir, Menjemput Maslahat: Meneguhkan Komitmen ‘Pesantren Aman’ di Pondok Pesantren Diponegoro
Dilantik di Gedung DPD RI, PW Pergunu DIY Siap Mengawal Masa Depan Pendidikan NU dan Bangsa
Mengutamakan Kesejukan Organisasi, Dr Ariyanto Nugroho Terpilih Jadi Ketua Tanfidziyah PCNU Sleman
Songsong Konfercab XV PCNU Sleman, Sinergi Kemandirian Jam’iyah dan Penguatan Pendidikan Jadi Sorotan
Mengetuk Keberkahan Muharam lewat Lembar Kemudahan Pendidikan
Merawat Tradisi, Menjemput Masa Depan: Menyiapkan Generasi Emas Nahdliyin di Ekosistem Pendidikan Terintegrasi
Contoh Sambutan Perpisahan/Akhirussanah Kepala Sekolah Berbasis Pesantren
Berita ini 61 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 04:28 WIB

PWNU dan PCNU se-DIY Serukan Khidmah Bermartabat di Muktamar Ke-35 NU: Jaga Marwah, Jauhi Politik Transaksional

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:16 WIB

Menepis Khawatir, Menjemput Maslahat: Meneguhkan Komitmen ‘Pesantren Aman’ di Pondok Pesantren Diponegoro

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:57 WIB

Dilantik di Gedung DPD RI, PW Pergunu DIY Siap Mengawal Masa Depan Pendidikan NU dan Bangsa

Senin, 6 Juli 2026 - 14:00 WIB

Mengutamakan Kesejukan Organisasi, Dr Ariyanto Nugroho Terpilih Jadi Ketua Tanfidziyah PCNU Sleman

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:26 WIB

Mengetuk Keberkahan Muharam lewat Lembar Kemudahan Pendidikan

Berita Terbaru