Ketika Belajar Jadi Menyenangkan: Rahasia di Balik Pendekatan Deep Learning

- Penulis

Senin, 14 Juli 2025 - 18:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sebagai contoh, dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), siswa dapat diajak untuk mempelajari perubahan ekosistem dengan menciptakan simulasi lingkungan yang menggambarkan dampak perubahan iklim. Mereka dapat bekerja dalam tim untuk merancang solusi terhadap masalah lingkungan atau bahkan membuat proyek inovatif yang meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan alam.

Pendekatan ini tidak hanya mengembangkan pengetahuan mereka tentang topik tersebut, tetapi juga keterampilan praktis yang relevan dengan tantangan dunia nyata.

10 Karakteristik Utama Deep Learning

Deep learning memiliki sejumlah karakteristik yang membedakannya dari pendekatan pembelajaran lainnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

    1. Pembelajaran berbasis eksplorasi, belajar aktif, dan berbasis konsep
      Siswa didorong untuk aktif menggali pengetahuan melalui berbagai pengalaman belajar yang mengutamakan pemahaman konsep, bukan sekadar menghafal informasi.
    2. Mendorong kolaborasi, rasa ingin tahun dan berpikir kritis
      Pendekatan ini juga mendorong siswa untuk berpikir kritis, menggali rasa ingin tahu, dan berkolaborasi dengan teman-temannya, sehingga memperkaya wawasan mereka.
    3. Buku teks adalah salah satu sumber pengetahuan
      Dalam proses pembelajaran deep learning, buku teks hanya berfungsi sebagai salah satu sumber pengetahuan, bukan satu-satunya referensi. Hal ini memungkinkan siswa untuk mengeksplorasi sumber lain, baik itu digital maupun non-digital, yang lebih sesuai dengan topik yang sedang dipelajari.
    4. Multidisiplin
      Pembelajaran ini juga bersifat multidisiplin, memungkinkan siswa menghubungkan berbagai mata pelajaran dan memahami kaitannya dalam konteks kehidupan nyata.
    5. Dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar murid
      Setiap siswa memiliki gaya dan kecepatan belajar yang berbeda, dan deep learning memberi ruang bagi mereka untuk berkembang sesuai dengan kebutuhan tersebut.
    6. Kelas bersifat heterogen
      Dalam kelas yang bersifat heterogen, siswa dengan kemampuan yang berbeda dapat saling mendukung dan belajar bersama, menciptakan lingkungan yang inklusif.
    7. Asesmen autentik, berbasis kinerja
      Asesmen dalam deep learning lebih bersifat autentik, yaitu berbasis pada kinerja dan bukan hanya ujian formal. Evaluasi dilakukan melalui tugas-tugas yang relevan dengan dunia nyata, yang mencerminkan proses belajar secara lebih nyata dan aplikatif.
    8. Sekolah adalah tentang perkembangan akademik, sosial, dan emosional
      Pembelajaran juga dipandang sebagai proses yang berfokus pada perkembangan akademik, sosial, dan emosional siswa, bukan hanya pencapaian akademis semata.
    9. Guru mengajar dan merencanakan pembelajaran dalam tim
      Guru dalam pendekatan ini tidak hanya mengajar, tetapi juga merencanakan pembelajaran secara kolaboratif dengan rekan sejawat untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih baik.
    10. Pembelajaran merupakan aktivitas kolaboratif
      Pembelajaran deep learning pada dasarnya adalah sebuah aktivitas kolaboratif yang melibatkan siswa, guru, dan seluruh komunitas sekolah dalam proses pembelajaran yang lebih holistik.

Baca Juga :  Tim MA Kampanyekan Brand Yogyakarta Istimewa
Follow WhatsApp Channel www.pergunudiy.or.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Transformasi Pengasuhan Santri: Dari Kepemimpinan Karismatik Menuju Institutional Safeguarding di Pesantren Modern
Menepis Khawatir, Menjemput Maslahat: Meneguhkan Komitmen ‘Pesantren Aman’ di Pondok Pesantren Diponegoro
Dilantik di Gedung DPD RI, PW Pergunu DIY Siap Mengawal Masa Depan Pendidikan NU dan Bangsa
Konsolidasi Awal Kepengurusan, PW PERGUNU DIY Matangkan Pelantikan dan Bedah SK Masa Khidmat 2026–203
OPEN KONTRIBUTOR WEBSITE PW PERGUNU DIY
GURU: KEPAKAN KECIL YANG MENGGERAKKAN PERADABAN
PENDATAAN ANGGOTA DAN PENGURUS PW PERGUNU DIY
Drama Minta “Boyong”: Saat Anak Merengek Berhenti Mondok, Orang Tua Harus Apa?
Berita ini 159 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:09 WIB

Transformasi Pengasuhan Santri: Dari Kepemimpinan Karismatik Menuju Institutional Safeguarding di Pesantren Modern

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:16 WIB

Menepis Khawatir, Menjemput Maslahat: Meneguhkan Komitmen ‘Pesantren Aman’ di Pondok Pesantren Diponegoro

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:57 WIB

Dilantik di Gedung DPD RI, PW Pergunu DIY Siap Mengawal Masa Depan Pendidikan NU dan Bangsa

Jumat, 8 Mei 2026 - 22:59 WIB

Konsolidasi Awal Kepengurusan, PW PERGUNU DIY Matangkan Pelantikan dan Bedah SK Masa Khidmat 2026–203

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:39 WIB

OPEN KONTRIBUTOR WEBSITE PW PERGUNU DIY

Berita Terbaru