Melampaui opini, menuju diskusi bermartabat
Narasi yang mencoba mereduksi NU sekedar “pemburu jabatan” lebih mencerminkan kegagalan dalam memahami kompleksitas organisasi keagamaan ketimbang sebuah kebenaran. Dengan membongkar kesalahan logikanya, kita tidak hanya melindungi nama baik suatu organisasi, tetapi juga melatih diri untuk menjadi masyarakat yang cerdas dan kritis dalam mencerna informasi sebelum kemudian mengkritisi segala hal. Mari kita tinggalkan budaya saling tuding dan generalisasi. Sebagai bangsa, sudah saatnya kita membangun dialog yang lebih substansial, berbasis data, dan pastinya dilandasi semangat kebersamaan untuk kemaslahatan umat dan bangsa. Wallahu ‘A’lam
Penulis : M. Robyana Mahendra | Mahasiswa Filsafat UIN Sunan Kalijaga
Editor : dipadilaga









