Meningkatkan Kompetensi dan Kesejahteraan Guru

Pelaksanaan KBM SDNU Sleman
Pelaksanaan KBM SDNU Sleman

PERGUNU DIY – Yogyakarta – Webinar pra konferwil 1 Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) DIY. Guru adalah pendidik. Mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, mengevaluasi, dan merestui atau mendoakan peserta didikanya adalah pekerjaannya.

Syarat memiliki kemampuan mengelola pembelajaran, memiliki kepribadian dan adab, memiliki fun keilmuan, dan memiliki kemampuan sosial. Ada syarat profesionalnya, namun pemerintah tidak mampu menjamin kesejahteraan guru seluruhnya.

Problematika tersebut mendorong diadakanya webinar; meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan guru. Seminar keguruan ini menghadirkan narasumber lokal dan nasional; Samsul Ma’arif Mujiharto, Dr. KH. Muhammad Ikhsanuddin, M.Si, dan Dr. Romi Siswanto, M.Si.

Guru adalah penyambung risalah Rasul, padanya ada derajat kemuliaan. Narasumber webinar yang juga Dekan Fak. Ushuludin IIQ An-Nur Yogyakarta Dr. KH. Muhammad Ikhsanuddin mengajak hadirin untuk menjadi guru yang ideal.

Menjadi guru merdeka, kalau bahasa kementerian pendidikan. Guru ideal telah disyarahkan oleh Imam Nawawi Ad-Dimasyqi, Imam Az-Zarnuji, KH. Hasyim Asy’ari dalam kitabnya Adabul Alim wal Mutaallim, dan KH. Zainal Abidin Munawwir dalam kitabnya Wadhoiful Mutaallim. Diantaranya melaksanakan keguruan dengan ikhlas karena Allah, berakhlak mulia, lemah lembut kepada murid, mendidik etika murid, membiasakan sunah nabi, riyadotun nafsi, menjaga dhohir dan batinnya murid.

Dr. KH. Muhammad Ikhsanuddin yang juga konsultan pendidikan tersebut mengamini guru ideal. Guru wajib memiliki kemampuan pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Meningkatkan kompetensi guru berarti menaikkan profil guru menuju ideal. Yang demikian jalanya sudah ada tinggal dilakukan dan diwujudkanya.

Meningkatkan kesejahteraan guru dapat ditempuh melalui basis satuan pendidikan dan perseorangan, guru bersangkutan.  Sekolah-madrasah dapat menggali potensi dan mengeksplorasi sumber pendapatan, melakukan usaha kemandirian, dan fund raising misalnya.

Dalam kondisi yang baik, makmur, sehat, dan damai menjadi urusan semua orang. Peningkatan kesejahteraan guru dapat dilakukan secara perseorangan atau guru secara individu.

Penghasilan dapat diciptakan dari usaha diluar honor mengajar. Menulis misalnya sebagaimana dicontohkan Ki Hadjar Dewantoro. Teacherpreneur sebagimana dicontohkan Prof. Dr.KH. Asep Saifuddin Chalim, dan bisnis dalam bidang pertanian sebagaimana yang dilakukan Nissa Wargadipura.

Meningkatkan kesejahteraan guru secara individu dapat dilakukan dengan berwira usaha membuat sumber pendapatan sebagimana yang telah dinasehatkan KH. Ahmad Warson Munawwir. 

Samsul Ma’arif Mujiharto, narasumber webinar yang juga pengasuh PP Afkaaruna Yogyakarta memaparkan. Mendidik adalah tugas peradaban. Mengajar menjadi jalan hidayah. Didalam ilmu ada barokah. Yang demikian tidak ada dikonsep pendidikan di Barat.

Meningkatkan kompetensi seperti menanam padi sehingga rumput pun mengikutinya. Niatnya meningkatkan kemampuan kompetensi maka berikutnya kesejahteraan akan didapati. Kesejahteraan akan berbanding lurus karena peningkatan kompetensi guru.  

Pria kelahiran Blitar tersebut memaparkan bahwa kesejahteraan yang sering kita dengar adalah terkait ekonomi. Namun sebenarnya, kesejahteraan tidak semata memiliki penghasilan yang baik, well fee, tetapi bagaimana mendapati kehidupan yang baik, well being, tercukupinya kebutuhan kesehatan, pendidikan, dan kedamaian utamanya.

Kompetensi menjadi pintu masuk kesejahteraan. Pemerintah menggunakan jurusnya. Kemendikbud melaksanakanya yakni dengan memberikan guru sertifikasi, tunjangan profesi, dan fasilitasi.

Kesejahteraan tidak semata terkait uang tetapi bagaimana sekolah, lembaga memberikan ruang dan fasilitas guru untuk mengembangkan diri. Bagaimana guru dapat memiliki kompetensi global, misalnya. Narasumber yang juga Dosen Filsafat UGM tersebut optimis bahwa kesejahteraan guru bisa diangkat. Guru-guru Madrasah Global Afkaaruna bisa melayani pendidikan di 10 negara contohnya.    

Dr. Romi Siswanto, M.Si memaparkan penguatan kompetensi guru, dan program sensus nasional anggota pergunu (SIMAS). Perencana muda pada pada Ditjen GTK Kemendikbud ini juga mensosialisasikan program kementerian; pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak (P3K), guru penggerak, organisasi penggerak, model kompetensi guru, dan profil pelajar pancasila.

Pengurus pergunu pusat yang juga ketua IKA S3 MP UNY ini mengajak insan Pergunu untuk kuasai teknologi, kuatkan literasi dan memenangi peradaban baru pendidikan abad 21.

Penulis : Fauzan Satyanegara