Perilaku Terpuji Aset Utama Kepribadian

Oleh FAUZAN S.Pd., M.Ag

Lingkungan KBM MI Ma'arif Al-Huda Maguwoharjo
Lingkungan KBM MI Ma'arif Al-Huda Maguwoharjo

Pergunu DIY –SLEMAN– Nabi Muhammad utusan Allah penyempurna akhlak manusia. Perilaku buruk berbahaya dan berdosa. Perilaku buruk merugikan. Perbuatan tercela memalukan. Lemah, abai, acuh, pamer, dan sombong merupakan perilaku tercela. Mandiri, bertanggung jawab, peduli, dan tawadu merupakan perilaku terpuji yang seyogyanya kita miliki.

Rasul Allah Muhammad saw teladan umat semuanya. Pribadinya benar, dipercaya, cerdas, dan penyampai. Nabi Muhammad saw mencontohkan periaku mulia. Sifat kemandirian, peduli, penolong, dan tawadu hendaknya dipraktikkan dan dibiasakan. Sifat tersebut dapat membentuk insan yang terpuji berderajat tinggi disisi Allah dan sesama.

Mandiri yaitu memaksimalkan kemampuan diri. Tidak merepotkan orang lain. Tidak mengandalkan teman. Mandi tanpa diingatkan atau disuruh bapak ibu. Mampu menyiapkan perabot sekolah. Bersedia bangun pagi buta. Salat tanpa diingatkan atau diperintah. Memiliki kemauan dan giat. Mampu menggunakan waktu belajar dan mengembangkan hobi.

Bertanggung jawab perilaku terpuji. Mau menanggung konsekuensi harapan. Siap dan penuh kesungguhan melaksanakan tugas atau kewajiban. Sedia penuhi syarat atau ketentuan. Tidak malas atau pasrah. Tidak melarikan diri dari pekerjaan atau kewajiban.  Bertanggung jawab juga dapat diartikan mau menerima akibat dari perbuatan sendiri.

Kewajiban seorang anak hormat orang tua. Membuat senang hati mereka. Mendoakan senantiasa baik dikala hidup maupun tiada. Kewajiban murid berguru menghilangkan kebodohan. Belajar yang rajin. Memuliakan guru. Menjaga lingkunganya. Mendoakan gurunya. Menyayangi teman. Menggunakan waktu dan berdisiplin. Mau menjalankan saran nasehat.

Peduli sifat positif dan terpuji. Yakni mengerti apa yang perlu dilakukan. Teman susah atau sedih berikutnya datang menghibur atau membesarkan hatinya. Bersedekah kepada yang membutuhkan baik dikala lebih pun pas-pasan. Memaafkan salah atau khilaf orang lain. Mau terlibat menolong tanpa diminta atau menunggu perintah.  

Tawadu adalah derajat pribadi terpuji cermin orang beriman. Bertata krama lahirnya juga batinya. Bijak membawa diri. Halus budi dan rendah hati. Lebih senang tak dikenal meskipun tenar. Mau menerima kebenaran atau saran. Senang dimintai tolong. Menyayangi yang lemah. Tidak sombong. Tidak tinggi hati. Tidak pamer atau menonjolkan diri. Tidak meremehkan orang lain.

Bertemu orang tua ucapkan salam. Mendekati berikutnya bersalaman merunduk dan mencium tangannya. Permisi atau berjalan lebih rendah dan pelan ketika berpapasan dengan orang lain. Mendapati kejuaraan sederhana sikapnya tidak membanggakan prestasinya. Ada yang sakit membantunya atau menengoknya. Terhadap fakir miskin menyayangi dan menghormati. (PAI-BP III/ B4)

Penulis Humas PW LP Ma’arif NU DIY