WATES, Pergunu DIY – Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PW Pergunu) Daerah Istimewa Yogyakarta terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan berbasis Nahdliyin. Langkah ini diwujudkan melalui dorongan peningkatan kompetensi pendidik sebagai aktor utama transformasi mutu sekolah, madrasah, dan pesantren. Langkah strategis ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus menekan angka kemiskinan di wilayah DIY.
Hal tersebut mengemuka dalam Talkshow Pendidikan bertajuk “Strategi Transformasi Sekolah, Madrasah, dan Pesantren Menuju Lembaga Pendidikan Unggul” yang diselenggarakan PW Pergunu DIY di Wates, Kabupaten Kulon Progo, Sabtu (22/8/2026).
Wakil Bupati Kulon Progo, H. Ambar Purwoko, menyatakan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh memperkuat sinergi dengan para guru dan organisasi profesi keummatan. Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap perjuangan korps pendidik Nahdliyin, Ambar juga menyatakan kesediaannya untuk menjadi Penasihat PW Pergunu DIY.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya mendukung penuh acara ini. Saya juga siap menjadi penasihat Pergunu. Kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan profesi guru selalu menjadi prioritas saya,” ujar Ambar.
Menurutnya, perluasan akses belajar bagi anak-anak di Kulon Progo dan DIY secara keseluruhan harus terus diperluas demi mendongkrak kualitas SDM daerah. Sebagai wujud keseriusan tersebut, Pemkab Kulon Progo bersama pemangku kepentingan terkait tengah mematangkan rencana pemberian beasiswa bagi siswa madrasah se-DIY.
“Kami sedang menghitung dan menyiapkan jumlah beasiswa yang akan diberikan kepada anak-anak madrasah se-DIY. Angkanya masih dalam proses finalisasi,” tambah Ambar.
Rencana alokasi anggaran tersebut nantinya akan dikoordinasikan bersama Komisi VIII DPR RI. Dalam talkshow tersebut, Ambar turut menghadirkan anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Sri Wulan, secara virtual untuk memberikan pemaparan awal terkait dukungan pembiayaan pendidikan tersebut.
Sementara itu, Ketua PW Pergunu DIY, Fauzan Satyanegara, menegaskan bahwa organisasi profesi guru NU harus menjadi ruang konsolidasi, penguatan ikhtiar, serta sarana advokasi dan kolaborasi. Pergunu DIY ingin memastikan transformasi kompetensi guru berdampak langsung pada kualitas pembelajaran, penguatan karakter akhlakul karimah, hingga kemandirian kelembagaan.
“Pergunu DIY ingin memastikan bahwa transformasi guru di sekolah, madrasah, dan pesantren berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan karakter, dan kemandirian kelembagaan,” tutur Fauzan.
Agenda penguatan profesionalisme guru Nahdliyin ini juga menghadirkan sejumlah pakar dan akademisi, di antaranya Guru Besar Manajemen Pendidikan UIN Sunan Kalijaga Prof. Dr. Imam Machali, Widyaiswara Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) DIY Dr. Sugiyanto, serta Dewan Penasihat PP Inggris Inovasi Bangsa Yogyakarta Dr. Hj. Nur Jannah.
“Pergunu DIY ingin memastikan bahwa transformasi guru di sekolah, madrasah, dan pesantren berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan karakter, dan kemandirian kelembagaan.”
— Fauzan Satyanegara, Ketua PW Pergunu DIY.
Penulis : Fauzan Satyanegara
Editor : Rdipadilaga











