Laksanakan Seminar Nasional Peningkatan Pendidikan, PWNU DIY Hadirkan Prof Mukri

Seminar Nasional Pendidikan
Seminar Nasional Pendidikan

Pergunu DIY β€“MANTRIJERON– Yogyakarta memiliki kapital sosial ampuh. Marwah Yogyakarta dapat menjadi sandaran lembaga pendidikan yang amat produktif. Orang luar Jogja miliki paradigma, pendidikan Jogja itu terbaik. Demikian Prof Mukri memulai paparan seminar dengan tajuk “Peningkatan Pendidikan di Lingkungan NU” pada Ahad, 5/11/2022 di PWNU DIY.

Lembaga pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) banyak masalahnya dari pada kualitasnya. Masalahnya tinggi namun kualitasnya rendah. Eksistensi terbukti, reputasi belum. Konflik social acap kali tak bisa dihindari, belum lagi masalah keuangan, kekurangan siswa dan sebagainya.

Sejarah mencatat. Pra reformasi LPTNU kalah satu atau sepuluh langkah dengan pendidikan tinggi tetangga sebelah, lumrah. Mereka kelihatan besar dan berkemajuan, wajar. Oleh orde baru tanah dibagi, dana diberi, bahkan kursi menteri mereka yang menduduki. Sementara lembaga pendidikan NU dizalimi jua dimusuhi.

Zaman sudah berubah. Pasca reformasi telah terjadi mobilitas vertical, NU naik kelas. Kesempatan terbuka. Gubernur, bupati, wali kota, lurah, rektor sudah banyak yang NU dulu tidak ada, di perguruan tinggi paling banter menjadi kajur. Demikian mantan Rektor UIN Raden Intan Lampung dua periode tersebut mencontohkan.

Menyelenggaraan pendidikan tidak boleh asal-asalan. Kualitas harus diwujudkan dalam pengelolaan, pelayanan, keuangan, infrastruktur, dan dosen tentunya. β€œMenjadi berkualitas tidak bisa sendirian. Harus ada back up, harmoni, sinergitas, dan semua disejahterakan, dari kepalanya, gurunya sampai tenaga kebersihannya” sambungnya lagi.

Dipenghujung seminar Prof Mukri berwasiat bahwa masalah harus dikomunikasikan sehingga terselesaikan. Percaya diri harus. Bangga bersama perkumpulan NU yang telah didirikan para muassis yang hebat. Mari pupuk kekompakan. “Kita punya mimpi besar. Kejayaan NU hanyalah persoalan waktu. Jogja adalah kota pengembangan NU”, imbuh Prof Mukri yang juga Rektor UNU Blitar ini memberikan closing statement-nya.

Seminar yang di pandu Sekretaris PWNU DIY Dr H Muhajir MSi tersebut terasa sangat cepat. Lantaran waktu sangat terbatas tertutup dialog teruntuk para hadirin dari PWNU, PCNU se-DIY, pengurus lembaga, dan banom.

Dr H Muhammad Faesal MH MPd paparkan Perkum PBNU

Diketahui bahwa PBNU menyelenggarakan Seminar Hasil dan Sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental di Kalangan Intelektual pada Ahad, 5/11/22 di PWNU DIY Jl MT Haryono Suryodiningratan Mantrijeron Kota Yogyakarta.

Hadir dalam acara tersebut PBNU yakni; Prof Dr KH Moh Mukri MAg, Dr H Miftah Faqih, H. Choirul Sholeh Rasyid, SE, dan Dr H Muhammad Faesal MH MPd. Sedangkan PWNU DIY hadir formasi lengkap yakni; Rois Syuriah KH MasΓΊd Masduki beserta jajarannya. Dan Ketua Tanfidziyah, Dr KH Zuhdi Muhdlor MA beserta jajaranya. Ozan