Ringkasan Materi PAI-BP IV semester 2

Guru bersatu murid maju
Guru bersatu murid maju

Membaca tartil QS Al-Fil/ memahaminya/ hafal/ menulisnya/  dan punya sikap kerjasama/

Pergunu DIY –Godean– Membaca tartil artinya membaca Qur’an dengan baik nan benar. Al-Fil lima ayatnya. Isinya warta Allah Maha Kuasa atas segalanya. Allah melarang berlaku besar kepala. Al-Fil sangat baik dibaca untuk meminta perlindungan dari wabah atau bahaya baik dalam salat ataupun di luarnya. Kepada Allah lah kita meminta perlindungan, keselamatan dan keberuntungan.

Al-Fil memperlihatkan akibat kesombongan. Abrahah Alasyram yang sombong dan maunya menang sendiri luluh lantah binasa oleh ababil. Kisah ini menjadi pelajaran. Sifat sombong membawa celaka. Sifat mau menang sendiri harus dihindari. Bekerja sama dan saling peduli adalah sifat manusiawi yang karimah yang akan memberi barokah bagi pelakunya.

Meyakini adanya malaikat/ sikapnya patuh/ memaknai iman/ dan memahami alam/

Malaikat memiliki tugas masing-masing. Sifatnya mulia dan taat senantiasa atas perintah Allah Ta’ala. Rokib pencatat kebaikan dan Atid pencatat amal buruk. Jibril penyampai wahyu. Mikail pembagi rezeki dan nikmat. Munkar Nakir penguji ahli kubur. Ridwan penjaga surga. Malik penjaga neraka. Izrail pencabut nyawa, dan Israfil peniup trompet hari kiamat.

Berbahagia, selamat dan beruntung bagi yang beriman. Malaikat pembantu Allah senantiasa menjadi pengawas dan penyemangat meraih tiga hal tersebut. Malu berbuat tercela dan dosa. Iman adanya malaikat akan memandu fikiran jua perbuatan. Bersemangat dan merasa aman untuk berprestasi karena ada malaikat Allah yang  membersamai di semua tempat dan waktu.

Rendah hati, gemar baca, pantang menyerah dan hemat cermin iman/  memahami, mewujudkan, dan mencontohkanya dalam perilkau/

Orang yang menghadirkan Allah dalam hatinya akan baik tindak tanduknya. Pribadinya hormat kepada orang lain. Senang belajar untuk menghilangkan kebodohan. Caranya dengan membaca, mencari tahu, mengumpulkan informasi dan menemukan pelajaran. Tenang dalam bertindak, mengetahui apa yang dibutuhkan. Apa yang harus dilakukan dikerjakanya dan mana yang tidak maka ditinggalkannya.

Ibadah salat/ memahami, melakukan dan menceritakanya/ sehingga punya sifat disiplin/

Salat lima waktu menjadi tanggungan bagi setiap orang Islam. Darinya terbentuk perilaku disiplin dan istiqamah. Salat dijalani dengan nikmat dan ikhlas, meskin mungkin berat dan butuh kesabaran. Tidak mudah salat tepat waktu, namun salat lima waktu selalu memanggilnya. Baik berjamaah pun munfaridah salat menuntun kebaikan dan menolak keburukan.

Keminanan Walisongo kepada Allah/ memiliki sifat peduli, rendah hati/ memahami kisah dan menceritakanya

Walisongo adalah ulama ‘arif billah, penerus risalah nabi utusan Allah menyebarkan Islam di Jawa hingga nusantara. Jumlah timnya sembilan wali; sunan Gresik, Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Kudus, Sunan Giri, Sunan Kalijaga, Sunan Muria, dan Sunan Gunungjati. Wali songo merupakan pewaris para nabi yang diberikan karomah Allah Ta’ala.

Walisongo pendakwah Islam yang kompak. Satu dengan yang lain sambung menyambung, isi mengisi, dan saling bekerjasama, berjejaring dan saling menguatkan. Menyiarkan Islam dengan cara damai, ramah, dan menyenangkan. Memabwa Islam sebagai solusi sepanjang zaman. Seruan dakwahnya dengan cara hikmah dan kebaikan bukan kekerasan lebih-lebih peperangan.

Walisongo mulai dari Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik) s.d. Syarif Hidayatullah (Sunan Gunungjati) dengah karomahnya berjuang dijalan Allah. Islam berkembang sukses di Indonesia. Disinyalir negeri yang dimaksud dalam QS. ke-90 Al-Balad adalah Indonesia yang di dalamnya Walisongo telah melahirkan ribuan ulama nusantara sebagai penerusnya hinggga kini. (Fz)