Ringkasan Materi PAI-BP III Semester 2

Guru tangkas murid cergas
Guru tangkas murid cergas

Tawadu, ikhlas, dan mohon pertolongan

Pergunu DIY –Moyudan– Ikhlas itu melakukan amal hanya karena Allah Ta’ala, tidak karena orang, pamer, dan bukan mengharap pujian, ataupun gengsi. Ikhlas tidak mengharap lainya kecuali rida Allah. Praktiknya memberi makanan ikan, kucing, kambing, sapi, burung, hewan piaraan di rumah. Mebiasakan bersih-bersih rumah untuk membantu orang tua diniati karena Allah.

Dengan sifat ikhlas tidak akan marah atau sombong. Memberi permen sahabat, sementara mereka itidak mengucapkan terimakasih. Bagi-bagi hadiah ulang tahun kepada rekan kelas, sekedar untuk bersyukur, sementara biasanya hanya makan-makan tanpa berbagi hadiah. Orang yang ikhlas hatinya ceria, tawadu, dan hormat dengan orang lain.

Tawadu yaitu baik hati atau rendah hati, tidak congkak atau arogan. Tidak pilih-sih, ramah tindak tanduknya, sopan tutur katanya, tidak keras kepala. Mau memberi salam. Ringan tangan, entengan, suka membantu atau gemar menolong. Mau berterima kasih jika mendapatkan pemberian atau nikmat. Tawadu mendekatkan teman dan ilmu pengetahuan.

Mengamalkan QS Al-Kautsar, membaca dengan tartil dan menghafalnya serta memiliki sikap peduli sesama

Al-Kautsar artinya nikmat yang banyak. Ayatnya 3. Turun di Mekah. Perintah salat bagi umat Muhammad dan berikutnya berqurban. Salat itu sebagai ibadah langsung kepada Allah. Qurban sebagai ibadah yang memiliki manfaat terhadap sesama yang pahalanya sangat besar. Sebagai tanda syukur harus baik sama Allah dengan salat dan harus baik sesama dengan berqurban.

Mengerti dan meyakini Alwahhab, Al’alim, dan Assami

‘Alim artinya Allah Maha Mengetahui. Yang jujur yang bohong, yang sugguh-sungguh yang sembrono, semua Allah mengetahuinya. Assami artinya Allah Maha Mendengar. Doa, permintaan, ucapan, bisikan dan diam makhluk Allah mendengarnya. Suara, hewan dan alam Allah mengerti dan mendegarnya. Yang di laut di langit tanpa kecuali Allah melihat dan mendengarkan semuanya.

Bersyukur dan menerima karunia nikmat pemberian Allah swt

Bersyukur artinya berterimakasih, senang hati menerima. Orang bersyukur banyak temanya, sehat, ceria, dan kuat pribadinya. Disayang Allah dan akan mendapatkan perhatian dari-Nya. Sehat digunakan belajar, mengaji, berolah raga, membantu orang tua. Naik kelas bersyukur. Mendoakan orang tua, guru atau teman diniati bersyukur punya orang tua, teman dan guru.

Berserah diri dan rendah hati serta mengerti dan membiasakan zikir dan berdoa setelah salat

Zikir adalah menyebut berulang-ulang nama Allah. Mengagungkan nama-Nya. Setelah salat membaca istighfar,tasbih, tahmid, takbir, tahlil dll. Rajin berzikir memudahkan memperoleh ilmu atau rezeki. Membiasakan zikir pagi-sore, siang-malam menjauhkan dari gangguan syetan. Keselamatan dan keberuntungan bagi yang rajin dan ikhlas berzikir.

Berzikir biasanya disambung dengan doa, permintaan tulus kepada Allah Ta’ala. Berdoa itu memohon. Allah Maha Pemberi. Permintaan hambanya akan diberikan atau dikabulkan. Allah senang bilamana senantiasa diminta. Berdoa banyak lafadznya, ada doa sapu jagat, doa belajar, doa qunut, doa kepada orang tua, ahli kubur, sesama kaum muslimin dll.

Memiliki rasa ingin tahu, rela berkurban, dan hormat kepada orangtua. Mengambil keteladanan dan kisah mulia Ibrahim as dan Ismail as.

Nabi Ibrahim penyabar, diusia yang sudah tua baru memiliki putra. Rasa ingin tahunya kuat, belajar tanpa putus asa sehingga Allah mengabulkan doanya. Taat dan pasrah, diperintahkan menyembelih putranya jua dilaksanakan. Giat berdakwah kepada masyarakat hingga rajanya. Pintar berdialog dan bijaksana. Namrud membakarnya namun Allah menyelamatkannya. (Fz)