Tujuh Menit Mengenal Wali Songo

Oleh Fauzan, S.Pd.I, M.Ag

Ziaraoh Makbaroh Aulia 2018
Ziaraoh Makbaroh Aulia 2018

Pergunu DIY –Kalasan– Wali adalah pendakwah risalah nabi. Arif billah, kekasihnya Allah dan temanya malaikat. Ilmunya mumpuni dan derajatnya tinggi disisi-Nya. Memiliki karomah dan ahklaknya karimah. Di Indonesia para ulama dan sultan bersepakat ada sembilan wali penyebar Islam di Jawa yang kemudian dikenal dengan wali songo.

Yaitu Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik), Raden Rahmat (Sunan Ampel), Makhdum Ibrahim (Sunan Bonang), Raden Syarifudin (Sunan Drajat), Sayyid Ja’far Sadik  (Sunan Kudus), Raden Paku (Sunan Giri), Raden Said (Sunan Kalijaga), Raden Umar Said (Sunan Muria), Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati).

Sunan Gresik wali yang santun dan dermawan. Wali asal Maroko ini ahli pertanian juga pengobatan. Memiliki karomah dapat menurunkan hujan besar, mengubah beras menjadi pasir karena pemiliknya kikir. Dalam pendidikan Sunan Gresik mendirikan pondok pesantren, dan masjid Pasucen di Laren Gresik Jawa Timur.

Sunan Ampel arsitek visioner dan gurunya para wali. Peletak pertama pembangunan kota Surabaya dan wali yang merestui berdirinya NU. Ajaranya amat populer “molimo, moh limo, jangan melakukan lima perkara”. Yaitu jangan main (berjudi), ngombe (mabuk-mabukan), malig (mencuri), madat (narkoba), madon (berzina).

Sunan Bonang pencipta pujian “Tombo ati iku 5 perkara”. Yakni membaca Qur’an dan artinya. Mendirikan salat malam, bermitra berteman dengan orang saleh, berzikir, dan berpuasa. Sunan Bonang juga mengajarkan kenduri, makan bersama berdoa berjamaah sebagai ritual ketauhidan dan meminta keselamatan.

Sunan Derajat pendakwah Islam yang solutif. Menjawab masalah dengan pemenuhan kebutuhan. Wali yang lahir 1470 H tersebut kaya, cerdas pula dermawan. Agar bahagia maka salat lima waktu harus dijaga, mulya guna panca waktu. Siap hadapi varian rintangan bila ingini gapai cita-cita luhur. Sunan Drajat juga komponis, tembang pangkur adalah ciptaanya.

Sunan Kudus keturunan Nabi Muhammad saw yang ke 24. Amat toleran dan berhasil merangkul masyarakat Budha sehingga Islam berkembang pesat tanpa penolakan pun peperangan. Sunan Kudus arsitektur dan motivator ulung. Masjid Menara Kudus peninggalanya. Ajarannya gusjigang;  bagus akhlaknya, pinter mengaji dan berdagang sangat inspiratif dan mendidik generasi sepanjang zaman.

Sunan Giri wali ahli sanstra. Lahir di Blambangan pada 1424 M. Keturunan Rasulullah dari jalur Husain bin Ali pencipta tembang dan permainan. Raden Paku atau Raden Ainul Yaqin nama lainya. Dakwahnya berpusat di Giri Kebomas Gresik meluas ke Madura, Lombok, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Murid Sunan Ampel ini berdakwah dengan seni. Jamuran, jilungan, pucung, dan cublak suweng adalah ciptaanya.

Sunan Kalijaga lahir 1455 M keturunan Ranggalawe. Arya  Wilatika nama bapaknya. Murid Sunan Bonang ini kreatif dalam dakwahnya. Tertarik dakwahnya dari kalangan jelata hingga raja. Yakni  Adipati Pandanaran, Kartasura, Kebumen, Banyumas, dan Pajang Kotagede Jogjakarta. Masjid Demak, wayang dan azimat kalimasada, lagu ilir-ilir, gundul-gundul pacul kini menjadi bukti dakwahnya yang rahmatan lilalamin.  

Sunan Muria putranya Sunan Kalijaga. Ajaran ketauhidanya berkonsentrasi meruwat bumi dan melestarikan lingkungan. Parijoto, hutan jati keramat, air gentong, ngebul bulusan, pohon kayu adem ati, kayu pakis haji merupakan situs-situs edukatif. Menjaga bumi dan lingkungan alam  adalah tugas agama. Pagar mangkuk atau jogo tonggo juga merupakan ajaran peduli lingungan sosial agar guyup dan rukun dalam bermasyarakat.    

Cara berdakwah Raden Umar atau Raden Prawoto bilhikmati yakni ddengan lemah lembut menggunakan kearifan budaya lokal masyarakat. Tembang, wayang, dan gamelan menjaadi sarana dakwahnya. Tembang ciptaaanya macapat sinom, kinanti, topo ngeli, dll. Sasaran dakwah putra menantu Sunan Ngundung tersebut ialah pedagang, nelayan, petani, pelaut dan kaum marhaen atau rakyat jelata.

Sunan Gunung Jati berasal dari trah Kerajaan Padjajaran. Syarif Abdullah Umdatuddin nama bapaknya dan Nyai Rara Santang ibunya. Syarif Hidayatullah, nama lain dari Sunan Gunung Jati, ahli strategi yang cerdik dan sakti. Portugis gagal menguasai Cirebon karena perjuangan bersama santri-santrinya.

Karomahnya Sunan Gunung Jati bisa merubah pohon menjadi emas, memiliki pasukan tikus yang mengalahkan Majapahit, mengubah bokor diperut wanita hamil, dan memindahkan istana Hindu ke alam ghaib. Ingsun titip tajug lar fakir miskin ajaranya agar senantiasa menjaga masjid dan fakir miskin. Waliyullah yang diberi gelar pahlawan nasional ini memilih berdakwah dijalan Allah dari pada dinobatkan menjadi seorang raja. (PAI/IV/B10-F)