KEMATIAN

- Penulis

Kamis, 10 Juni 2021 - 17:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Waladun salih

Waladun salih

Pergunu DIY –Piyungan– Mati berpisahnya jiwa dari badan maka alam kubur tempat penantian dan panennya amal jariah. Mati kembalinya ruh kita kepada Allah Ta’ala bisa setiap waktu kita amalkan. Selama jiwa masih dikandung badan kesempatan emas untuk beribadah kepada-Nya kita syukuri secara produktif. Inilah makna dari inna lillahi wainna ilaihi rajiun.

“Setiap yang hidup pasti akan merasakan mati” ini adalah firman Allah Swt di dalam Al Qur’an Surat Ali Imran ayat  185. Mati adalah sesuatu yang pasti terjadi pada setiap manusia yang hidup. Dan setiap yang bernyawa pasti akan merasakanya. Kapan kematian itu akan datang kepada kita? hanya Allah Swt yang mengetahuinya. Namun yang paling penting adalah bekal yang kita bawa di dalam menghadapi kematian.

Rasulullah Saw bersabda di dalam satu hadits Bukhori. Manusia apabila mati maka akan ada tiga perkara yang akan mengalir terus pahalanya. Perkara yang pertama adalah Sedekah Jariyah. Kedua ilmu yang bermanfaat dan. Ketiga anak yang shaleh dan mendo’akan orang tuanya. Ketiga modal tersebut yang akan kita bawa dan menjadi bekal di dalam alam sesudah mati. Manusia tidak bisa melepaskan diri dari takdirnya. Apabila malaikat Izrail sudah menghampiri kita. Maka sedikitpun tidak bisa dimajukan atau dimundurkan.

Baca Juga :  Senyum Indahnya

Maka yang paling penting untuk kita persiapkan adalah membawa bekal sebanyak-banyaknya. Karena umur manusia adalah rahasia Allah Swt. Kapan, di mana, dan berapa umur kita. Manusia tidak bisa mengetahuinya. Kematian merupakan sesuatu yang pasti terjadi pada manusia. Menjadi penting untuk direnungkan sejauh mana bekal yang dimiliki. Jangan sampai kegiatan rutinitas kita di dunia ini melupakan kematian yang pasti akan menghampiri manusia.

Baca Juga :  Anak Zaman Sekarang

Banyak orang terlena memikirkan dunia namun dia melupakan kematian. Karena kematian merupakan pintu menuju alam akhirat. Kehidupan dunia hanya bersifat fana sedangkan kehidupan akhirat  adalah kekal abadi. Jangan sampai kita meraih kesenangan sementara dengan melupakan kenikmatan yang abadi dan kekal. Suatu nikmat abadi  akan dirasakan oleh manusia setelah dia mengalami kematian.

Setelah kematian hanya ada dua kemungkinan. Pertama adalah nikmat kubur dan yang kedua adalah azab kubur. Kedua hal ini akan pasti kita rasakan setelah manusia mengalami kematian. Dengan mengingat mati maka kita akan termotifasi untuk selalu beribadah kepada Allah Swt. Akhirnya marilah kita belajar pada kematian sehingga akan meningkatkan ibadah kita kepada Allah SWT. (F.J.11/6/21)

Berita Terkait

Ikhtiar Mencetak Generasi Rabbani di Kota Pelajar: Profil Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro dan Info Penerimaan Santri Baru
9 Pesantren Terbaik di Jogja, Ponpes Pangeran Diponegoro Masuk Jajaran Unggulan
Keajaiban Sholawat Burdah dalam Perang Jawa: Karomah Pangeran Diponegoro di Rawa Pening
Ketika Belajar Jadi Menyenangkan: Rahasia di Balik Pendekatan Deep Learning
Patok Duga Penguat Daya Ungkit Mutu Lembaga
Rakernas V di Jawa Barat PW Pergunu DIY Menggelindingkan 4 Usulan
Meneladai Sosok Kiyai Pejuang Abdul Chalim Leuwimunding
TEKNIK AMALAN JUM’AT TERAKHIR BULAN RAJAB
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 22:19 WIB

Ikhtiar Mencetak Generasi Rabbani di Kota Pelajar: Profil Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro dan Info Penerimaan Santri Baru

Kamis, 18 Desember 2025 - 00:32 WIB

9 Pesantren Terbaik di Jogja, Ponpes Pangeran Diponegoro Masuk Jajaran Unggulan

Minggu, 17 Agustus 2025 - 20:09 WIB

Keajaiban Sholawat Burdah dalam Perang Jawa: Karomah Pangeran Diponegoro di Rawa Pening

Senin, 14 Juli 2025 - 18:47 WIB

Ketika Belajar Jadi Menyenangkan: Rahasia di Balik Pendekatan Deep Learning

Selasa, 19 September 2023 - 22:15 WIB

Patok Duga Penguat Daya Ungkit Mutu Lembaga

Berita Terbaru