Meneladai Sosok Kiyai Pejuang Abdul Chalim Leuwimunding

- Penulis

Kamis, 15 Juni 2023 - 12:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jarang bicara tapi bekerja nyata. Sifatnya solider, terbuka, dan tawakal. Wejanganya menggerakkan, “kamu harus berfikir yang membiayaimu itu Allah, saya hanya perantara saja. Jangan pernah ngadu, jangan suka mengeluh dalam hidup ini atau dalam hal apapun. Berbahaya orang yang suka mengeluh.”   

Abdul Chalim Leuwimunding sosok yang alim, sederhana, dan bersahaja. Asal dari Jawa Barat Leuwimunding. Salah satu kiyai yang membidani berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) 31 Januari 2026 di Kertopaten Surabaya. Namanya tercatat sebagai Katib Tsani pada kepengurusan NU kali pertama, sementara Katib Awwal dijabat KH Wahab Hasbullah.

Abdul Halim Leuwimunding dilahirkan pada Juni 1898 dari pasangan Mbah Kedung Wangsagama dan Nyai Santamah. Para buyutnya ke atas adalah tokoh-tokoh setempat, yaitu Buyut Kreteg, Buyut Liuh, dan Buyut Kedung Kertagama.

Masa kecilnya Abdul Halim belajar mengaji di Pesantren Trajaya, Majalengka, kemudian meneruskan ke Pesantren Kedungwuni, Majalengka, dan dilanjutkan di Pesantren Kempek, Cirebon. Umur 16 tahun (1914-1917) ia sudah melakukan pengembaraan ke Makah lalu melanjutkan ke Jawa Timur, Tebuireng, Tambakberas, dll.

Baca Juga :  𝙍𝘼𝘽𝙐 𝙒𝙀𝙆𝘼𝙎𝘼𝙉, 𝘼𝙈𝘼𝙇𝙄𝙔𝘼𝙃 𝙉𝘼𝙃𝘿𝙇𝙄𝙔𝙔𝙄𝙉 𝘿𝘼𝙇𝘼𝙈 𝙋𝙀𝙍𝙎𝙋𝙀𝙆𝙏𝙄𝙁 𝙁𝙄𝙌𝙃 𝙎𝙔𝘼𝙁𝙄'𝙄

Abdul Chalim Leuwimunding pernah terjun digelanggang politik di Masyumi dan Partai NU. Ia juga pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR GR) diera demokrasi terpimpin. Selama menjadi dewan ia tidak pernah memakai uang dan fasilitas negara. Musala atau masjid dipilihnya sebagai tempat bila dalam tugas di ibu kota.

Pelaku sejarah dan penggerak kemerdekaan. Abdul Chalim Leuwimunding patriot dan pejuang. Peredam pergerakan DI/TII Jawa Barat. Memobilisasi ulama untuk melaksanakan serangan umum melawan Sekutu. Ia adalah mentor politik dan penggembleng pasukan laskar Hizbullah dalam pertempuran Surabaya 10 November 1945.

Bersama kiya-kiyai di Jawa Barat, atas saran KH Wahab Hasbullah maka pada 1963 Abdul Chalim Leuwimunding mendirikan Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU). Berikutnya berkembang dengan Madrasah Tsanawiyah Leuwimunding, MTs Sabilul Chalim.

Baca Juga :  Guru MA dan Pesantren Ikuti Pedagogi Pengajaran Bahasa Inggris ELTT

Ayahanda dari Prof Dr KH Asep Syaifuddin Chalim MA selain berkiprah dalam pendidikan kala itu, ia adalah pejuang dibidang pemberdayaan warga NU Jawa Barat dengan membentuk wadah penguatan masyarakat PERTANU (Perkumpulan Petani NU), pendirian lembaga-lembaga pendidikan, dan PERGUNU (perkumpulan guru NU), Hayyatul Qulub dll.

Hidupnya sederhana dan bersahaja. Meninggal pada 11 April 1972. Abdul Chalim Leuwimuding dikebumikan di Leuwimunding Majalengka Cirebon, komplek Pondok Pesantren Sabilul Halim.

Sang kiyai tidak meninggalkan harta warisan kepada keluarga dan keturunanya selain madrasah kecil Madrasah Sabilul Halim dan buku kecil tentang perkembangan awal Nahdlatul Ulama hingga 1970, yakni Sejarah Perjuangan KH Abdul Wahab Hasbullah.

Follow WhatsApp Channel www.pergunudiy.or.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konsolidasi Awal Kepengurusan, PW PERGUNU DIY Matangkan Pelantikan dan Bedah SK Masa Khidmat 2026–203
OPEN KONTRIBUTOR WEBSITE PW PERGUNU DIY
GURU: KEPAKAN KECIL YANG MENGGERAKKAN PERADABAN
PENDATAAN ANGGOTA DAN PENGURUS PW PERGUNU DIY
Drama Minta “Boyong”: Saat Anak Merengek Berhenti Mondok, Orang Tua Harus Apa?
Tirakat Menahan Rindu: Kenapa Terlalu Sering ‘Nyambang’ Anak di Pondok Justru Bikin Runyam
Ikhtiar Mencetak Generasi Rabbani di Kota Pelajar: Profil Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro dan Info Penerimaan Santri Baru
9 Pesantren Terbaik di Jogja, Ponpes Pangeran Diponegoro Masuk Jajaran Unggulan
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 22:59 WIB

Konsolidasi Awal Kepengurusan, PW PERGUNU DIY Matangkan Pelantikan dan Bedah SK Masa Khidmat 2026–203

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:39 WIB

OPEN KONTRIBUTOR WEBSITE PW PERGUNU DIY

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:31 WIB

GURU: KEPAKAN KECIL YANG MENGGERAKKAN PERADABAN

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:43 WIB

PENDATAAN ANGGOTA DAN PENGURUS PW PERGUNU DIY

Kamis, 30 April 2026 - 07:23 WIB

Tirakat Menahan Rindu: Kenapa Terlalu Sering ‘Nyambang’ Anak di Pondok Justru Bikin Runyam

Berita Terbaru

Artikel

OPEN KONTRIBUTOR WEBSITE PW PERGUNU DIY

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:39 WIB

Artikel

GURU: KEPAKAN KECIL YANG MENGGERAKKAN PERADABAN

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:31 WIB

Artikel

PENDATAAN ANGGOTA DAN PENGURUS PW PERGUNU DIY

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:43 WIB