BANDONGAN KITAB SAHIH BUKHARI

Kiyai Alwi Fuadi

Pergunu DIY –DEPOK– Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro akan selenggarakan ngaji kitab Sahih Muslim, Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al-Mughirah bin Bardizbah al-Ju’fi al-Bukhari, yang akan dimulai pada Senin malam ba’da Isya (17/10/22) di Masjid Al Husna Sembego komplek pondok pesantren. Kisanak yang berminat ngaji dengan senang hati dipersilahkan. Nara hubung Ustad H Muhammad Zaidun Lc MHum pada 0852-3621-5507.

Ngaji kitab al-Jami al-Musnad as-Sahih al-Mukhtasar min Umur Rasulilah SAW wa Sunanihi wa Ayyamihi akan diampu Kiyai Alwi Fuadi. Ngaji kitab dengan sistem bandongan ini diperuntukkan bagi khalayak, para santri Ponpes Diponegoro dan masyarakat umum. Berkah bagi semua, daful bala diantara sekian hikmahnya. Bilamana keamanan dan gemah ripah tercipta maka ada jalan mencapai kemajuan-kemajuan pendidikan. 

Sangat sedikit pondok yang menyelenggarakan ngaji Sahih Bukhari. Kiyai Alwi Fuadi bersyukur dan merasa tentram jika di Ponpes Pangeran Diponegoro Sembego Maguwoharjo ngaji Kitab Sahih Bukhari. Insyallah barokah dan lidaful bala. Demikian kiyai muda ini menyampaikan kepada para santri; Risyanto, Rofiq, Ozan dkk saat bersilaturahim di kediamanya, Manisrejo yang tidak jauh dari pondok.      

Menyimak merupakan cara terbaik belajar atau mengaji. Metode pengajaran paling tua ini ada di lingkungan Pondo Pesantren (Ponpes) Pangeran Diponegoro Sembego Maguwoharjo. Menyimak, mempelajari, memperhatikan merupakan aktifitas penting dalam system pendidikan pondok pesantren di Indonesia. Sudah jamak bandongan dan sorogan, meski disangsikan orientalis, oleh Ki Hadjar Dewantara jauh-jauh hari meyakinkan bahwa pawiyatan, sistem pondok pesantren merupakan model terbaik pendidikan masa depan. Β Β Β 

Allah Ya Karim telah memberikan perangkat panca indera manusia yang istimewa. Yakni indera penglihatan, pendengaran, pembau, pengecap, dan peraba. Memaksmialkan potensi dari panca indera dalam pendidikan yang ditradisikan di pesantren diterapkan dalam metode badongan. Ilmu diturunkan, berkembang dan lestari dari zaman kezaman selepas disrupsi era sekalipun.

Diketahui bahwasanya Ponpes Pangeran Diponegoro Sembego Maguwoharjo merupakan pusat pendidikan Islam di Yogyakarta. Pondok Pesantren yang beberapa waktu yang lalu menjadi pusat Bahstul Masail Jatman DIY-Jateng ini memiliki berbagai jenjang pendidikan formal. Mulai dari Raudatul Atfal (RA Harapan Bangsa dan RA Masyitoh), Madrasah Ibtidaiyah (MI Bego dan MI Karangnongko), Sekolah Menengah Pertama (SMP Diponegoro), Sekolah Menengah Kejuruan SMK Diponegoro), dan Madrasah Aliyah (MA Diponegoro). Bj