Pelantikan PW PERGUNU DIY 2021

Pergunu DIYPelantikan Pengurus Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PW Pergunu) D.I. Yogyakarta berjalan lancar dan hikmat. Hadir secara virtual 52 calon pengurus, H Fahmy Akbar Idries MM selaku Ketua Tanfidziyah PW NU DIY, dan Prof Dr KH Asep Saefuddin Chalim Ketua Umum PP Pergunu yang sekaligus melantik PW Pergunu DIY Masa Bakti 2021-2025.  

Ketua PW Pergunu DIY memaparkan perjalanan pelantikan penuh dinamika. Acara direncanakan jauh hari usai konferwil Sabtu (27/03/2021). Panitia dibentuk dan pelantikan ditetapkan pada Sabtu (26/6/2021) di Yayasan Sibaweh Pondok Pesantren Afkaaruna Pelem Harjobinangun Pakem Sleman Yogyakarta.

Rencana direvisi ke-3 kalinya. Pelantikan ditetapkan Sabtu (3/7/2021) di Hotel Novotel Yogyakarta secara hibrid. Berikutnya ada kebijakan Presiden PPKM maka Pelantikan Pengurus Pergunu DIY akhirnya dilaksanakan secara daring full. Dalam paparan tersebut Samsul MaΓ‘rif Mujiharto menyampaikan sekapursirih yang menggugah dan mengingatkan para pengurus.

Pendidikan merupakan aspek penting bagi bangsa, majunya suatu bangsa dapat dilihat dari pendidikannya. Pendidikan yang bermutu menjadi dambaan setiap orang, terutama orang tua yang mendambakan anak-anak mereka mendapat pendidikan bermutu agar mampu bersaing pada era kemajuan yang akan datang.

Pendidikan diharapkan mampu mewujudkan kompetensi yang beragam seiring beragamnya kebutuhan masyarakat digital saat ini. Tidak hanya pada aspek kognitif, melainkan juga aspek afektif maupun psikomotorik peserta didik. Saat ini pendidikan di Indonesia dihadapkan dengan era globalisasi yang lebih kompleks dan menantang.

Globalisasi merupakan suatu era dengan spesifikasi tertentu yang besar pengaruhnya terhadap dunia pendidikan dan lapangan kerja. Perubahan-perubahan yang terjadi selain karena perkembangan teknologi yang pesat, juga diakibatkan perkembangan yang luar biasa dalam pendidikan, ilmu pengetahuan, psikologis, dan trasformasi nilai-nilai budaya.

Dampak perubahan tersebut adalah cara pandang baru manusia terhadap manusia, cara pandang terhadap pendidikan, perubahan peran orangtua, guru, dan dosen, serta perubahan pola hubungan di antara mereka. Pendidikan dan guru adalah dua hal yang tidak terpisahkan. Guru  merupakan bagian elemen penting dari sistem dan praktik pendidikan.

Peran penting guru menjadi sumber belajar utama dalam pembelajaran siswa-siswinya. Guru menjadi tempat bertanya, berdiskusi, mendampingi belajar, dan mendidik karakter siswa melalui nasehat dan keteladanannya. Ketua PW Pergunu DIY yang juga dosen Filsafat UGM tersebut mengingatkan bahwa di era tegnologi informasi dan komunikasi tantangan guru semakin bertambah.

Guru sekarang bukan lagi satu-satunya sumber belajar bagi siswa. Banyak sumber belajar lain. Sebut saja berbagai situs di internet yang menyediakan berbagai informasi dan ilmu pengetahuan. Banyak anak sekarang pun jika ingin mencari informasi, maka ia tidak datang ke perpustakaan, tidak pula langsung bertanya pada guru, melainkan mencari di internet.

Kesejahteraan guru masih jauh dari harapan, menjadi persoalan yang butuh perhatian serius. Pasalnya jika kesejahteraan guru tidak ditangani dengan serius dikhawatirkan bisa mempengaruhi konsentrasi dalam kiprah guru di dunia pendidikan. Kini pergunu harus bersama-sama memperjuangkan kesejahteraan para guru, huunya guru NU yang ada di jogjakarta.

Kemunculan organisasi pergerakan Islam di Indonesia dipengaruhi oleh fakor internal dan eksternal. Termasuk Adanya keinginan untuk melawan kolonialisme Belanda di Indonesia, Adanya keinginan untuk melawan kristenisasi Bangsa Barat di Indonesia, Munculnya tokoh-tokoh keagamaan yang memiliki pemikiran progresif dan Tokoh-tokoh agama Islam ingin mewujudkan kesejahteraan masyarakat pribumi melalui program sosial, politik dan pendidikan.

Nahdlatul Ulama (NU) berdiri tidak terlepas dari peran KH Hasyim Asy’ari dan KH Abdul Wahab Hasbullah dibantu oleh ulama lain sepakat menyatukan komunitas-komunitas di lingkungan. Pada masa pergerakan nasional Indonesia awal abad ke-20 Masehi, NU memberikan sumbangsih yang besar terhadap bidang pendidikan, sosial dan politik di kalangan masyarakat pribumi Indonesia.

Pada perkembangannya, NU berperan aktif dalam melakukan perlawanan terhadap kolonialisme Belanda.Nahdlatul Ulama memakai pandangan madzhab empat dalam beribadah dan muamalah (fikih) bukan tanpa alasan, para pendiri NU telah merumuskan hal itu dengan matang. Indonesia merupakan negara muslim terbear di dunia bahkan NU telah merambah keberbagai negara dengan jumlah total cabang NU hingga saat ini ada 194 negara.

Banyak ormas Aswaja dunia selain NU, semisal NW (Nadlatul Wathan) yang juga ormas aswaja Indonesia yang juga punya cabang di berbagai negara. Aswaja memang fantastis. Saya pribadi berharap semua para Guru NU yang tergabung dalam organi keprofeian bawah bendera NU juga tetap eksis, semangat dan harus bangga menjadi warga NU.

Pergunu merupakan lembaga otonom yang menjadi wadah perjuangan para guru, ustadz maupun dosen di lingkungan NU. Anggota Pergunu DIY sendiri hingga saat ini jumlahnya tercatat mecapai seribu orang lebih yang tersebar seluruh kabupaten dan kota. Kedepan kita tingkatkan lagi rekrutmen para guru yang berlatar belakang NU namun belum tergabung dalam pergunu. Kalo bisa sampai tingkat pengurus ranting tidak hanya berhenti di PAC saja.

Selanjutnya Samul Ma’arif Mujiharto menyampaikan beberapa program yang akan dilakukan Pergunu yaitu kerja sama dengan kampus-kampus di Yogjakarta; UGM, UIN, UNY dan UNUYO juga kampus-kampus lain. Program ini dimakusudkan agar anggota Pergunu bisa berkolaborasi dengan dalam rangka ikut serta membangun kualita anak bangsa.

Dalam kesempatan pelantikan tersebu Pergunu DIY melaunching sebuah program strategi yang bernama PageHub yakni Pergunu Educators Development (English Proficiency & Cross-Cultural Understanding), Exchange Program and International Mobility & Teaching Collaboration.

Besar rasa syukur atas maunah Allah swt pelantikan dapat dilakukan dengan baik, meski dengan sistim darring. Kepada hadirin dalam jaringan (daring) Samsul berpesan untuk terus beremangat berkiprah di Pergunu, terus menjaga kesehatan dan memohon kepada Allah agar selalau dalam lindunga-Nya.

Pewarta Ahmad Faozi, SPsi/ Mahasiswa S2 Manajemen Pendidikan UNY